Oppa, saranghaeyo! (Chapter 2)

By Zaskia Aruni Makarim (@zaskiarunim)

Ketika membuat chapter 2 ini aku baru ingat, aku menceritakan bahwa Park Jung Soo (Leeteuk) meninggal (Chapter 1). Jadi anggap saja Super Junior tanpa Leeteuk ya? Jweseonghamnida~ T-T Aku belum memutuskan siapa yang akan jadi leadernya, tapi akan kupikirkan di chapter berikutnya, enjoy!

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS, Please leave a comment!

______________________________________________

 2011 (Jong Woon 28 yo | Jong Jin 25 yo | Ki Young 20 yo)

Ki Young POV

Super Junior reveals MV teaser for “Mr.Simple

Super Junior unveils 2nd MV teaser for “Mr.Simple”

Super Junior unleashes full MV for “Mr. Simple”

Super Junior takes the YouTube “Triple Crown”

Super Junior sweeps music charts with “Mr.Simple”

Super Junior exceeds 100.000 in sales in two weeks & impresses with live performance

Super Junior releases full version of “Superman”

Wah, chukkae Woonppa and friends, kalian benar-benar terkenal.

“Claire, you have to get ready for your next photo shoot, come on!”

“Okay!” Ku tutup allkpop yang tadi kubuka dan segera mematikan laptopku.

Woonppa sudah sukses di bidangnya. Aku pun sukses di bidangku sendiri, modeling.

Besok aku di beri cuti selama sebulan karena aku tidak pernah mengambil jatah cuti ku beberapa bulan terakhir ini. Aku memilih untuk pulang ke Korea, tapi appa dan eomma tidak ikut karena pekerjaan. 7 tahun ini aku sama sekali belum kembali ke Korea, apa Woonppa masih mengenaliku?

Aku tahu pasti sulit bertemu dengan Woonppa, jadual Super Junior sangat padat, apa lagi mereka baru saja merilis album ke-5 mereka. Apa bisa ya aku bertemu dengannya lagi? Cinta mirisku 7 tahun yang lalu.

Pesawat yang kunaiki sudah lepas landas, pesawatnya cukup mewah. Aku pun tertidur.

Sudah 2 jam pesawat ini melayang, tiba-tiba seorang namja memperhatikanku, bukankah itu Eunhyuk Super Junior? Kenapa dia bisa disini?

“Chogi, are you Claire Park?” Tanyanya dengan bahasa yang tercampur.

“Ne, Eunhyuk-ssi, benarkan?”

“Omo, kamu tahu aku? Aku fans mu Claire-ssi!”

“Yap, aku fansnya Super Junior juga. Err, apa member Super Junior yang lain ada di sini?” Tanyaku. Apa Woonppa ada disini juga? Apa yang akan aku katakan padanya seandainya dia ada?

“Aniyo. Aku ke Paris hanya berdua, bareng Donghae.” Hah? Berdua? Dengan Donghae saja? APA YANG MEREKA LAKUKAN DI PARIS BERDUA?! Aku hanya bisa mengangguk. Beberapa detik suasana diantara kami berdua agak canggung, tapi kemudian Eunhyuk mengajak Donghae kemari.

“Hae! Come here!” Donghae pun sudah ada di depanku.

“Hae, ini model favorite ku yang sering kuceritakan padamu, ingat?”

“Oh iya aku ingat. Err, siapa namanya? Park… eum, sorry I don’t remember your name.”

“Claire! Claire Park!” Sahut Eunhyuk semangat.

“Eunhyuk-ssi, boleh aku minta tolong tidak?” Eunhyuk main mengangguk saja.

“Waeyo Claire-ssi?”

“Aku ingin bertemu dengan salah satu member Super Junior, bisa tidak?”

“Ah, nuguyseyo?” Tanya Eunhyuk, mukanya sedikit kecewa, lucunya.

“Jong Wo.., ah ani, Yesung! Yesung-ssi!”

“Kau fansnya Yesung hyung?”

“Ani, aku teman kecilnya Yesung-ssi.” Wajah Eunhyuk dan Donghae seperti yang tidak percaya.

“Nama Koreamu apa Claire-ssi?” Tanya Donghae, sepertinya ia sudah penasaran sejak tadi.

“Park Ki Young.” Jawabku.

“Ki Young? Ah aku ingat! Dulu Yesung hyung sering bercerita tentangmu. Kau itu dongsaeng yang pergi ke Paris tanpa pamit dulu ke padanya kan?” Donghae menjelaskannya padaku, sedangkan aku hanya bisa mengangguk. Dongsaeng yang pergi tanpa pamit?! Sialan kau woonppa! Cih.

“Kau benar-benar teman kecilnya Yesung hyung?” Tanya Eunhyuk. Aku mengangguk mantap.

“Baiklah, bagaimana kalau besok malam di Handel and Gretel?” Saran Eunhyuk sembari memberikan ku secarik kertas yang isinya adalah alamat Handel and Gretel.

“Handel and Gretel? Oh, café barunya Woonppa ya, baiklah kalau begitu. Tolong sampaikan padanya.” Eunhyuk dan Donghae terlihat cekikikan sendiri. Kenapa mereka terkikik? Apa karena aku memanggilnya Woonppa? Apa ini terlalu memalukan? Aku hanya bisa menunduk malu.

Jong Woon POV

Ting Tong

Siapa yang baru datang ke dorm malam-malam begini? Akhirnya kubukakan pintunya ternyata Donghae dan Eunhyuk yang datang. Ada-ada saja mereka, memilih berlibur ke Paris berdua saja. Lain kali aku liburan sama Wookie ke Hawaii deh. Mereka masuk ke dorm dan menghempaskan badan mereka ke sofa.

“Bagaimana liburan kalian?” Tanyaku. Tapi pertanyaanku sama sekali tidak di gurbris, mereka memilih untuk berbisik-bisik sendiri. Apa yang sedang mereka bicarakan?

“Hae, sudah lah kita beri tahu saja.” Bisik Eunhyuk yang terdengar jelas di telingaku.

“Ada apa? Beri tahu apa?” Tanyaku penasaran.

“Hyung masih ingat nggak, waktu itu aku pernah bilang ada model Paris yang benar-benar cantik? Tapi waktu itu hyung nggak mendengarkan perkataanku.” Celetuk Eunhyuk.

“Nggak, aku nggak ingat. Terlalu banyak yeoja yang kau bilang cantik.” Jawabku dingin.

“Aku serius hyung, yang waktu itu aku bilang namanya Claire Park, ini fotonya.” Eunhyuk memberikan Handphonenya padaku. Entah kenapa Donghae dan Eunhyuk malah menutup telinga mereka. Kemudian kulihat foto yang tertera di layar hpnya.

“Hyung?”

Aku tidak tahu harus berkata apa. Wajah ini, wajah yang benar-benar aku rindukan. Dia benar-benar sudah besar. Ia semakin cantik juga dewasa. Selama 7 tahun ini aku tau dia berada di Paris, tapi aku sama sekali tidak tahu kabarnya disana. Bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengannya lagi. Kulihat wajah Eunhyuk dan Donghae yang sedikit bingung juga ketakutan.

“Kenapa tidak ada respon darinya Hyuk?” Bisik Donghae.

“Beri tahu dia tentang kejadian di pesawat!” Eunhyuk menjawabnya, membuatku penasaran. Apa ini menyangkut Ki Young juga?

“Hyung, kami bertemu dengannya di pesawat, dia sudah di Korea.” Jelas Donghae.

“MWORAGO?! KAU BERTEMU DENGAN KI YOUNG?!”

“Tenang hyung, tenang!” Sahut Eunhyuk

”Ia meminta kami mempertemukannya denganmu. Kami memintanya datang pada jam makan malam di cafému!” Donghae melanjutkan.

“Gomawo gomawo gomawo gomawoooooo!” Kupeluk mereka berdua dengan erat. Membuat mereka sedikit meringis.

“Aish hyung lepaskan! Kau harus datang besok okay?” Perintah Eunhyuk. Beraninya dia memerintahku!

Claire Park, nama yang indah.

19:15 KST @ Handel & Gretel

“Kyaaaaaaaa, Yesung Oppa!” Yap, ELF yang berteriak ketika aku memasuki Handel & Gretel.  Aku berusaha mencari sosok yang kucari.

“Jong Jin, apa kau sudah bertemu dengan…”

“Ne hyung, Ki Young sudah datang 30 menit yang lalu, kau terlambat!” Sahut Jong Jin memotong.

“Di mana dia?”

“Di pojokan. Di tempat yang sering kau tempati! Hyung, sekarang dia benar-benar caaaaaantik!”

“Tumben kau tertarik pada perempuan?” Tanyaku sinis, Jong Jin memang hampir tidak pernah memuji yeoja ‘cantik’.

“Aku kan adikmu hyung, lagi pula dia benar-benar cantik, percayalah padaku!”

“Apa maksudmu dengan ‘aku kan adikmu’? Aku tidak sama sepertimu.” Jong Jin tidak menjawabku, ia malah pergi melayani pelanggan. Akhirnya aku memilih untuk pergi ke kursi pojokan. Kenapa rasanya deg-degan ya? Aish. Aku melihatnya, sedang duduk menghadap dinding.

“Ki Young-ah?”  Dia membalikan tubuhnya, agar bisa melihatku, kemudian ia tersenyum. Cantik sekali.

“Annyeong, lama tidak bertemu, Woonppa.” Sahutnya ringan. Kemudian aku duduk di kursi yang berada di hadapannya.

“N, n, neomu yeppeuda Ki Young-ah.” Aish, kenapa aku gugup begini?!

“Jeongmal? Gomawoyo.”

“Jelaskan padaku kenapa kamu tak memberiku kabar sama sekali?” Sudah lama aku ingin bertanya ini.

“Aku, aku tidak berani.” Jawabnya.

“Mwo? Wae?”

“Aku takut kalau kau marah padaku. Aku tahu rasanya di tinggal orang yang dekat dengan kita. Rasanya benar-benar campur aduk.”

“Ki Young-ah, aku tidak marah padamu! Aku benar-benar khawatir, bisa-bisanya kau meninggalkanku tanpa pamit.”

“Tuh kan marah! Lagi pula Woonppa yang salah, bisa-bisanya meninggalkan handphonemu saat keluar kota, aku kan jadi tidak bisa meneleponmu! Benar-benar ceroboh!”

“Ani Ki Young, tsk tsk. Kenapa kau baru kembali ke Korea setelah 7 tahun? Anak nakal”

“Appa dan eomma sibuk sekali! Ketika Appa dan eomma dapat berlibur aku yang sibuk.”

“Kau akan kembali ke Paris lagi?” Tanyaku penasaran.

“Ne, aku hanya bisa sebulan di Korea. “ Jawabnya, sedikit sedih harus melepasnya lagi.

“Oh begitu. Ki Young-ah, chukkae! Kau benar-benar sukses di Paris.”

“Ah, gomawoyo. Woonppa juga sekarang benar-benar sukses. Kau tahu, banyak temanku yang fansnya Super Junior. Waktu itu aku ingin datang ke SM Town Paris beberapa bulan yang lalu. Tapi aku tidak bisa karena pekerjaan, sungguh menyedihkan.” Jelas Ki Young, dia benar-benar sukses, aku bangga padanya.

“Waktu itu aku benar-benar berharap bertemu denganmu di Paris.” Jawabku. Waktu itu aku berharap terlalu banyak, cukup membuatku murung selama beberapa hari karena tidak berhasil bertemu dengannya.

Kami mengobrol lama sekali, sesekali Jong Jin juga ikut mengobrol bertiga ketika tidak ada pelanggan. Kami mengobrol sampai jam 9 malam.

“Woonppa, kapan jadual mu kosong lagi?” Tanya Ki Young.

“Eum, 3 hari lagi, jam makan siang. Aku bakal makan siang bareng member Super Junior yang lain. Kau mau ikut?”

“Boleh kah? Aku ingin bertemu dengan Sungmin-ssi!” Jawabnya semangat.

“Sungmin? Kau menyukainya?” Entah kenapa aku sedikit kecewa. Ki Young mengangguk mantap.

“Kau lebih menyukai Sungmin atau aku?” Kenapa aku jadi bertanya kekanak-kanakan begini?

“Sungmin-ssi.” Ki Young tersenyum. Aku menatapnya tidak percanya, aku kecewa. Tapi kemudian ia tertawa.

“Hahaha, aku bercanda Woonppa, kau yang terbaik!” Ki Young memberi ku dua jempolnya. Aku mengacak-acak rambutnya.

“Ki Young, ini sudah agak larut. Selama sebulan ini kau menginap dimana? Aku akan mengantarmu.

“Di apartemen appa dan eomma. Setahun yang lalu mereka kembali ke Korea dan membelinya.”

“Baiklah, dimana?” Tanyaku. Kemudian ia memberitahuku dan kami segera melesat pergi.

“Gomawoyo Woonppa, sudah mengantarku. Mau masuk dulu?” Tanya Ki Young.

“Mungkin lain kali. Nanti di mana aku harus menjemputmu?”

“Di sini saja. Aku tidak ada rencana untuk pergi paginya.”

“Geurae, selamat malam Ki Young-ah”

Cup!

Aku kaget. Ki Young tiba-tiba mencium pipiku. Dia tidak berubah sama sekali

“Goodnight Woonppa!”

“N, ne. Annyeong.” Aku berjalan pergi menuju lift. Kenapa aku segugup ini? Dulu juga dia sering melakukan ini padaku? Tapi kenapa sekarang rasanya berbeda. Aigoo, mungkin efek karena dia terlalu cantik. Kkk~ selalu saja mengejutkanku.

Ki Young POV (3 Days Later)

Aku bohong padanya tentang tidak ada rencana di pagi hari. Sebenarnya ada. Aku ingin sekali pergi ke SPAO untuk membeli barang-barang yang berhubungan dengan Super Junior, especially Woonppa. Tapi kalau aku beri tahu kenyataannya aku malu. Maka dari itu aku harus agak cepat dan pulang sebelum jam 12 siang.

Di SPAO banyak barang yang aku beli. Bukan hanya yang berhubungan dengan SJ, clothes yang di iklankan SNSD juga banyak yang kubeli, of course karena aku perempuan! Saking semangatnya berputar putar aku tidak sadar ini sudah jam 12 siang. AH EOTTOKHAE?! Sampai apartemen mungkin 15 menit lagi, semoga saja Woonppa terlambat.

Aku keluar dari lift dan berharap semoga Woonppa belum datang. Dan..

Dia sudah mengunggu di depan pintu. Tamatlah sudah.

“Ki Young-ah?” Panggilnya.

“Ne Woonppa?” Aku menjawab sambil tertunduk.

“Kamu dari mana? Bukannya kemarin kamu bilang tidak akan pergi?” Tanyanya, aku hanya bisa cengar cengir sendiri sembari menyembunyikan tas belanjaanku.

“Kamu bawa apa?” Woonppa bertanya lagi, sepertinya ia semakin penasaran. Aku tak menjawab, tapi ia malah mengambil belanjaanku dan terkikik.

“SPAO?” Woonppa membuka belanjaanku. Aku semakin tertunduk malu.

“Hahaha, sekarang aku yakin kau lebih memilihku dari pada Sungmin.” Katanya percaya diri sembari memegang cap 824 yang dibuat sesuai dengan tanggal ulang tahunnya. Karena malu aku merebut tas belanjaanku lagi.

“Sudahlah! Aku mau taro                    barang dulu, kay?” Aku masuk ke apartemenku, Woonppa mengikutiku.

“Wow, Ki Young ini bagus banget, hampir sebesar dorm Super Junior!” Sahut Woonppa takjub. Masa sih hampir seukuran? Secara ada sekitar 9 orang di sana bukan?

“Kau sudah siap? Baiklah, kaja!” Woonppa tiba-tiba menarikku.

Jong Woon POV

“Yap, sudah sampai!” Aku keluar dan membukakan pintu mobil untuk Ki Young. “Silahkan agasshi.” Membuatnya terkikik kecil.

Di dalam restoran semua member sudah berkumpul.

“Hyung!” Ryeowook memanggilku. Aku melambaikan tangan kananku, dan tangan kiri ku menggandeng Ki Young. Kemudian kami duduk di kursi yang kosong. Ki Young berada di tengah tengah aku dan Siwon.

“Hyung, perkenalkan dia pada yang lain!” Sahut Eunhyuk bersemangat. Membuat member yang lain bertanya-tanya.

“Ini..”

“Apa dia pacarmu hyung? Atau calon istrimu?” Potong Sungmin. Belum bicara apa apa aku sudah dipotong, dasar.

“Ah, ani. Dia teman kecilku.” Jawabku.

“Ne, aku teman kecilnya. Annyeong haseyo Park Ki Young-imnida.” Lanjut Ki Young memperkenalkan dirinya sendiri.

“Ki Young-ssi, rasanya aku pernah melihatmu, apa kamu pernah bertemu denganku?” Tanya Siwon.

“Ne, kita pernah bertemu. Kalau tidak salah pada saat pemotretan Vogue China beberapa bulan yang lalu.” Jawab Ki Young. Benar-benar membuatku bingung, banyak sekali yang pernah bertemu atau tahu dengannya.

“Ah iya, sekarang aku ingat! Seseorang memberitahuku tentangmu. Kau itu model terkenal di Paris, dan asalmu dari Korea, benarkan?” Tanya Siwon semangat, dan member yang lainnya sepertinya terkejut campur takjub.

“Noona jjang!”  Sahut Kyuhyun.

“Noona? Aku lebih muda darimu 4 tahun Kyuhyun-ssi. Apa wajahku segitu tua itu ya?” Ki Young menampakan wajah khawatir, membuatku tertawa.

“Jeongmal? Ah, mianhaeyo, aku kira kau seumuran dengan Yesung hyung. Aku tidak mengira perbedaan umur mu dengan Yesung hyung benar-benar jauh. Menurutku kalian serasi, maka dari itu aku kira Ki Young-ssi seumuran dengan Yesung hyung. Jweseonghaeyo, aku tidak bermaksud begitu.” Kyuhyun terlihat sangat merasa bersalah. Cocok katanya? Benarkah?

“Ki Young-ssi, kau terlalu cantik untuk Yesung.” Sahut Heechul dingin. Ketika aku akan protes Shindong memotongku.

“Ki Young-ssi, selain Yesung hyung, siapa yang kau sukai di SJ?” Kulihat Ki Young sedikit malu, berani bertaruh dia akan menjawab Sungmin.

“Sungmin-ssi.” Jawabnya. Sungmin terlihat senang, lalu Siwon menawarkan Sungmin agar bergantian tempat dengannya. Membuat Ki Young agak tertunduk malu. Sialan Sungmin. Eh, tapi kenapa aku begitu terganggu dengan fakta bahwa dia adalah fansnya Sungmin?

Tidak lama setelah itu mereka berdua malah mengobrol berdua saja. Yang bisa kudengar hanyalah Sungmin yang menawarkan agar Ki Young membeli 5JIB bercover dia. Menyebalkan, kumakan makanan yang ada di depanku.

“Hyung? Kau kenapa? Cemburu ya?” Bisik Ryeowook yang duduk di sampingku juga. Mworago? Aku cemburu? CEMBURU? Kenapa dia sepolos itu sih?!

“Apa maksud mu Wook-ah?”

“Hyung, aku mengenalmu bukan sehari dua hari saja. Kau ingat dengan kejadian Tae Ra-ssi??” Jawab Ryeowook. Aku diam saja. Aku ingat dengan Shin Tae Ra, yeoja yang mutusin aku gara-gara aku cemburu berlebihan. Padahal aku cemburu karena tidak ingin kehilangannya, dia yeoja idealku, mirip Moon Geun Young, taunya aku malah di putusin, miris.

“Apa yang hyung rasain sama dengan waktu itu?” Tanya Ryeowook. Rasanya sama? Tidak. Karena dia bukan milikku.

“Ah berbeda ya? Pasti. Karena dia bukan milikmu hyung. Aku benar kan?” Lanjut Ryeowook. Kenapa Ryeowook bisa tahu apa yang sedang aku pikirkan?

“Kejar dia hyung! Nanti diambil Sungmin hyung.” Bisik Ryeowook.

“Memangnya Sungmin benar menyukai Ki Young?” Tanyaku, kenapa dia berasumsi begitu?

“Coba lihat Kyu, gelagatnya menunjukkan bahwa dia cemburu kan? Kalau Kyu jadi cemburu begitu berarti Sungmin memang sudah benar-benar tertarik dengannya.”Jelas Ryeowook. OMONA! KENAPA ANAK POLOS INI TAHU SEGALANYA?!

“Kenapa Kau bisa tahu hal-hal sekecil itu? Bahkan kau bisa membaca pikiranku.” Aku bertanya, benar-benar membingungkan!

“Bukankah hampir 6 tahun kita bersama-sama? Kira-kira pada tahun ini Kyuhyun pernah 2 atau 3 kali cemburu seperti itu.” Jawab Ryeowook tenang sambil mengunyah makanannya.

“Oh itu artinya Sungmin pernah benar-benar tertarik pada yeoja 2 atau 3 kali, begitukah?” Jawabku meyakinkan, di lanjutkan oleh anggukan Ryeowook. Aku bergidik kecil memikirkan apa lagi yang Ryeowook ketahui.

Setelah kami menyelesaikan makan siang, kami bersiap untuk ke gedung Mnet untung merecord Mr Simple untuk M! Countdown.

“Ki Young-ah, kau ku antar pulang dulu ya.” Tawarku.

“Yesungie, bukankah kita di panggil manager hyung? Kita harus pergi lebih cepat!” Heechul hyung mengingatkan ku tentang jadual diskusi manager dengan 3 member yang paling tua, Heechul hyung, aku, dan Shindong.

“Bagaimana kalau aku saja yang mengantar Ki Young?” Celetuk Sungmin. Yang lainnya menyetujui, dan Ki Young sepertinya setuju setuju saja. Akhirnya kami berpisah menuju tujuan masing-masing.

Park Ki Young POV

Aku dan Sungmin-ssi sampai di depan pintu apartemenku.

“Gomawoyo Sungmin-ssi sudah mau mengantarku. Lebih baik kau segera pergi, bukan maksudku mengusirmu tapi supaya kau tidak terlambat dengan jadualmu selanjutnya.”

“Ne, Ki Young-ssi. Lain kali aku ingin bertemu dan mengobrol lagi denganmu, bisakan?”

“Tentu saja! Selama di Korea aku punya waktu yang bebas.”

“Bagaimana kalau nanti kuhubungi saja?” Tanya Sungmin.

“Err, baiklah kalau begitu.” Aku memberikan Iphone ku padanya.

“Yap, thank you Ki Young-ssi, I’ll call you later!” Jawab Sungmin sambil terkikik, kemudian dia pamit. Sungmin-ssi itu menarik dan dan sangat baik, dia benar-benar namja yang menyenangkan.

TO BE CONTINUE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s