Oppa, Saranghaeyo! (Chapter 5 – END)

By Zaskia Aruni Makarim (@zaskiarunim)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

p.s. Ending based on Happy Together (3rd Album). 

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS, Please leave a comment, to improve my FF~

____________________________________________________________

Akan ku buat menyesal orang yang telah membuatmu begini.

TOK! TOK!

“SUNGMIN! Buka pintunya, aku ingin bicara!!”

TOK! TOK!

TOK! TOK! TOK!

TOKTOKTOKTOKTOKTOKTOK!!

“Apa tidak ada orang di dalam? Lalu Sungmin dan Kyuhyun kemana?”

Yesung mencoba untuk menelepon ponsel Sungmin dan Kyuhyun. Tapi hanya tersambung pada ponsel Kyuhyun.

“Yoboseyo, Kyuhyun-ah, kau dimana?”

“Eh Yesung hyung? Aku di kamar Donghae dan Eunhyuk hyung. Kenapa?”

“Sungmin dimana?”

“Dikamar.” Jawab Kyuhyun

“Hah? Tadi ku ketok, tapi seperti tidak ada orang tuh.”

“Iya, dia mengunci kamarnya. Yang pasti, suasana hatinya lagi nggak enak, aku nggak berani ngedeketin. Sepertinya malam ini aku harus tidur di kamar orang lain.”  Jelas Kyuhyun.

“Jadi dia didalam kamar?”

“Ne. Hyung ada perlu apa dengannya, biarkan hatinya tenang dulu aja hyung. Kasian.”

“Ne, arraseo. Tidur saja di kamar Donghae ya Kyuhyunnie.”

Klik. Teleponnya di putus Yesung. Yesung memperhatikan pintu yang ada di hadapannya.

Tok Tok!

“Sungmin, bukalah pintunya. Aku hanya ingin bicara denganmu. Bukakan ya?” Suara Yesung melembut, tidak seperti tadi penuh amarah.

Yesung mendekatkan telinganya di depan pintu.
Kresek.. kresek.. Suaranya terdengar samar-samar dari pintu.

“Sungmin.. Kau sedang apa? Jangan melakukan hal yang aneh ya. Bukalah pintunya, aku hanya ingin bicara, itu saja.”

“Hiks..”

“Sungmin?”

“Hiks.. H.. Hyung.. Hiks..”

“Ma.. Hiks.. Maafkan aku hyung.. Mianhaeyo.. Hiks..” Tangisan Sungmin semakin menjadi dan terdengar jelas oleh Yesung.

“Sungmin-ah.. Kau, menangis?”

“Hiks… Aku nggak tau kenapa tadi aku jadi seperti itu hyung… Aku jadi seperti… monster” Dari dalam kamar, badan Sungmin masih bergetar, dia terduduk di balik pintu.

“Bukakan pintunya, kita bicarakan di dalam.”

Beberapa saat kemudian pintunya terbuka pelan-pelan. Kamarnya terlihat sangat, sangat, sangat berantakan. Sungmin pun terlihat sangat kacau.

Yesung duduk di sofa, sedangkan sungmin duduk di kasurnya menghadap Yesung.

“Eum, aku melihat semua kejadian kau dan Ki Young tadi. Aku sedikit shock  melihatmu tiba-tiba jadi seperti itu. Menurutku, kau agak kelewatan, sejak kecil Ki Young tidak pernah di bentak sekeras itu.” Terang Yesung.

“Ne, aku merasa sangat bersalah pada Ki Young, sangat sangat bersalah. Dimana dan sedang apa Ki Young sekarang?” Tanya Sungmin.

“Kau tahu? Setelah kau membentaknya, dia terlihat sangat shock, lalu tiba-tiba dia terjatuh dan menangis. Tubuhnya benar-benar bergetar. Akhirnya ku bawa dia ke kamar.”

“Be.. Benarkah?” Kepala Sungmin menunduk semakin dalam. “Mianhae”

“Sungmin-ah, kau jangan minta maaf padaku. Minta maaf lah pada Ki Young.”

“Ne, kau benar hyung. Aku benar-benar merasa bersalah. Entah kenapa aku tidak bisa menahan amarahku lagi. Aku mengerikan…”

“Amarah? Kau tidak seharusnya marah kan? Dia menyatakan perasaannya, kenapa kau harus marah?” Tanya Yesung.

“Eh? Menyatakan perasaannya?”

“Ne, Ki Young menyukai mu kan?”

“EH? Jamkkanman hyung, memangnya hyung kira tadi Ki Young sedang menyatakan perasaannya?” Tanya Sungmin, di jawab dengan anggukan Yesung.

“HAHAHA! Omo hyung, kau salah! Tadi Ki Young bukan sedang menyatakan perasaannya padaku. Lagi pula bukan aku yang di sukai Ki Young, tapi kau!”

“Hah? Tunggu, aku masih belum ngerti dengan kejadian tadi. Ceritakan kejadian tadi selengkapnya!”

Mulailah Sungmin bercerita tentang kejadian tadi sedetail-detailnya, dari awal ketika dia memergoki percakapan Ki Young dan Ryeowook, sampai ketika Sungmin meninggalkan Ki Young sendiri.

Mendengar kejadian itu, Yesung terlihat tidak percaya. Perasaannya campur aduk.

“Hhh, jadi begitu ceritanya. Tck, nappeun yeoja..” Yesung mengacak-acak rambutnya sendiri.

“Hyung, apa kau punya ide agar Ki Young mau memaafkan ku?”

“Eum, sepertinya.. ada..”

Day 3
04:30 KST
Ki Young POV

Aku terbangun dari tidurku dan tidak bisa tidur kembali. Akhirnya aku memilih untuk berjalan jalan di luar saja.

Walaupun masih cukup gelap, aku tidak perduli. Aku pun berjalan menuju pinggiran pantai, berharap bisa melihat matahari terbit.

Jreng~ Tiba-tiba aku mendengar suara petikan gitar yang merdu.

“Sung.. min.. Oppa?”

“Eh? Ki Young? Kau sudah bangun toh. Sini duduk.” Sahut Sungmin sambil menepuk-nepuk kursi yang ada di sebelahnya. Raut muka Sungmin oppa tidak menunjukan amarah, syukurlah…

“Oppa..”

“Ne?” Sungmin oppa tersenyum hangat padaku, membuatku tidak gugup lagi. Aku menarik nafas dalam dalam.

“Maafkan aku, oppa. Maaf atas semuanya. Aku sama sekali tidak bermaksud… memanfaatkanmu. Jeongmal mianhaeyo..”

“Permintaan maaf diterima!” Sahutnya.

“Eh? Kenapa?”

“Karena permintaan maaf mu tulus. Kau anak yang baik Ki Young-ah.” Jawabnya tersenyum sambil mengacak-acak rambutku.“Sekarang, kau dengarkan aku ya…”

“Ki Young, aku juga minta maaf yang sedalam-dalamnya karena telah membentakmu. Tadi malam aku seperti pengecut. Maafkan aku, tidak seharusnya aku begitu.”

“Aniyo, aku memang pantas di bentak, kalau tidak aku tidak akan sadar dengan kesalahanku.”

“Tetap saja, aku merasa sangat bersalah telah membentakmu. Kalau tadi malam tidak ada Yesung hyung, aku tidak tau bagaimana nasib mu sekarang.” Aku terkikik kecil.

“Baiklah kalau begitu, kita saling memaafkan ya oppa.”

Cup.

“Ya! oppa~”

“Hehe, ciuman di pipi itu untuk adikku yang lucu sekali!” Jawab Sungmin oppa.

Jahil sekali dia!
Eh adik? Dia.. menganggapku sebagai adik nya?

“Ki Young-ah, aku punya hadiah kecil untukmu.”

Sungmin oppa mengeluarkan kura-kura kecil yang di beri pita.

“Ih oppa~ Kura-kuranya kasian!”

“Eh? Kau tidak menyukainya?” Tanya Sungmin oppa.

“Suka sih, lucu. Tapi ini kasian ih, di iket pita gini. Aduh oppaaaaa~”

“Hahaha, mianhae mianhae kubukakan. Kau tahu? Ini ide Yesung hyung!” Jawabnya sambil terkikik.

“Benarkah? Ide yang aneh. Tapi, dari mana oppa mendapatkan kura-kura ini?”

“Aku mencarinya.” Jawabnya sambil tersenyum.

“Kura-kura sekecil ini? Kan susah?!”

“Memang, aku sudah disini dari jam 3.”

“Oppa… Gomawoyo! Lain kali sebaiknya jangan ikuti ide Woonppa, idenya aneh dan sulit.” Sungmin oppa hanya tertawa mendengar itu.

“Sepertinya kau benar-benar mengenal Yesung hyung luar dalam.”

“Geurom.. Aku mengenal Woonppa ketika umurku 4 tahun.”

“Ki Young-ah, berbahagialah dengan Yesung hyung… Kalian berdua adalah orang yang aku sayangi, jadi aku ingin kalian bahagia.” Jelas Sungmin oppa.

Bahagia? Kenapa kalimat itu terdengar familiar?

Youngie, cari lah oppa yang bisa menyayangimu lebih dariku.. Aku ingin kau bahagia..

Detak jantungku terasa lebih cepat dari biasanya. Kalimat itu, kalimat terakhir untukku dari Ori oppa… Jung Soo oppa… Mungkin aku tidak bisa mencari oppa yang bisa menyayangiku dan mencintaiku lebih dari Ori oppa, tapi aku menemukan oppa yang menyayangiku dan menginginkanku bahagia.

Sungmin oppa.

Tanpa sadar aku tersenyum sendiri.

“Kenapa melamun?”

“Ah, aniyo. Gomawoyo oppa, aku juga ingin oppa bahagia!”

Setelah pitanya lepas, aku menaruh kura-kura kecilnya di telapak tanganku dan mengelus-elusnya.

“Ki Young-ah, apa lagu ke sukaanmu sekarang?”

“eumm, entahlah..”

“Ayolah, pilih lagu SJ kesukaanmu?”

“Nggak mau ah, bosan.”

“MWO?! BOSAN?!” Sahut Sungmin oppa tidak percaya. TUK! Tiba-tiba dia menjitakku.

“Ah oppa, sakit! Aku bercanda.. Late Autumn, oppa.” Kataku sambil mengusap dahiku.

“Yang Kyuhyun nyanyikan?” Tanyanya. Aku mengangguk.

“Chaaa~” Sungmin oppa mulai memetik gitarnya dan bernyanyi.

Petikan gitar yang dimainkan Sungmin oppa terdengar sangat lembut, ditemani deburan ombak yang menggesek pasir. Pagi ini pantai masih sangat sepi, sehingga aku hanya terfokus pada Sungmin oppa dan suara merdunya. Udaranya sangat segar dan bersih, langitnya berwarna sangat indah karena matahari mulai menampakan sinarnya.

Gomawoyo Sungmin oppa, saat ini aku benar-benar bahagia.

Aku yakin Sungmin oppa akan menemukan Yeoja yang jauh lebih baik dari ku, yang pantas bersanding di sampingnya. Uri oppa, namja one package..

Geurae neo yeosseo nal terigo na eongeon…

Nae jumeoni sok nae soneul kkok jabdeon…” Tiba-tiba suara itu datang dari belakangku.

“Eh? Kyuhyun-ssi?” Kyuhyun duduk di sebelah Sungmin dan memperhatikan Sungmin bernyanyi.

Setelah selesai, aku dan Kyuhyun-ssi bertepuk tangan.

“Gomawoyo oppa! Jeongmal daebak!” Sungmin oppa pun tersenyum.

“Kau hebat hyung! Tapi aku lebih hebat.” Sahut Kyuhyun. Mendengarnya, aku dan Sungmin oppa tertawa.

“Kyu, sebentar lagi yeoja di hadapanmu itu akan menjadi kakak iparmu!”

“NE?! Sungmin Hyung dan Ki Young-ssi..? Kalian…?”

“Aniyo, bukan begitu…” Jawab ku. Tiba-tiba Kyuhyun bangkit dari kursinya dan berlari mendekati gedung hotel. Ternyata di depan gedung sudah ada Heechul dan Shindong.

“HEECHUL HYUNG! SHINDONG HYUUNG! SUNGMIN HYUNG AKAN MENIKAH DENGAN KI YOUNG-SSI!” Teriak Kyuhyun-ssi.

“MWORAGO?!”  Teriakan Heechul-ssi terdengar di telingaku. Aduh, ini gawat.

“Oppa, eottokhae? Kenapa tadi oppa bilang begitu!” Aku memukul ringan bahu Sungmin oppa.

“Aish~ Aku nggak mengira Kyuhyun bakal salah paham begini. Mian..” Jawab Sungmin oppa sambil cekikikan sendiri.

“Ya oppa! Kenapa malah tertawa?!” Aku pun berlari menuju Kyuhyun-ssi agar berita salah itu tidak menyebar luas. Sungmin oppa pun mengikutiku dari belakang.

Tapi terlambat, kalau Heechul-ssi sudah tahu, semua akan tahu.

“Chukkae Sungmin!” Seru Shindong yang sudah senyam senyum sendiri.

“Ani! Kalian salah paham! Kyuhyun menyebarkan berita yang salah!” Jelas Sungmin oppa.

Terdengar derapan kaki beberapa orang dari arah hotel.

“CHUKKAEEE SUNGMIN HYUUUNG!” Teriak Eunhyuk-ssi dan Donghae-ssi bersamaan. Berkumpulah semua member mengelilingi Sungmin oppa dan aku.

“YAAAAA! KI YOUNG-AH BUKAN MENIKAH DENGANKU! TAPI DENGAN YESUNG HYUNG!!!” Sungmin oppa berusaha berteriak sekeras mungkin, dan berhasil membuat mukaku merah padam.

“Menikah?” Tanya seseorang dari belakangku.

“Woonppa?!”

“Aku kan belum melamarmu Ki Young-ah..? Apa kau segitu inginnya menikah denganku?” Tanyanya.

Kenapa masalahnya jadi seperti ini sih?! Gara-gara Sungmin oppa!

Author POV

“Iya hyung, tadi Ki Young cerita, dia ingin sekali menikah denganmu!” Celetuk Sungmin tiba-tiba. Membuat mata Ki Young melebar selebar-lebarnya.

“Mwoya?! Aku tidak pernah bilang begitu!” Protes Ki Young.

“Aww, kau lucu sekali!” Yesung tiba-tiba memeluk Ki Young dan mencium bibirnya ringan dan singkat. Membuat member SJ yang sudah berkumpul semua terkaget-kaget.

“Eish! Hyung jangan lakukan itu di depan kami!” Seru Eunyhuk.

“Sudah ah, kami pergi saja! Nggak mau menganggu. Kaja!” Ajak Siwon.

Semua member pun bubar meninggalkan Yesung dan Ki Young berduaan.

“Sungmin hyung..” Panggil Ryeowook.

“Ne?”

“Eum.. apakah.. masih terasa sakit..?” Tanya Ryeowook. Sungmin terkikik kecil.

“Tentu saja. Tapi aku rela, karena mereka berdua memang sudah di takdirkan bersama.” Jawab Sungmin.

“Hyung percaya takdir?”

“Ne.”

“Waeyo?”

“Karena takdir adalah sesuatu yang mutlak, hanya bisa di ubah bila di kehendaki.”

“Aku salut padamu, hyung! Carilah yeoja yang sudah di takdirkan untukmu!”

“Kk~ Kita lihat saja nanti ya..” Jawab Sungmin.

“Terima kasih, oppa.”

“Untuk apa?” Tanya Yesung.

“Untuk semuanya.” Jawab Ki Young. Yesung tersenyum dan mengacak-acak rambut Ki Young.

“Dari pertemuan pertama kita sampai sekarang, oppa selalu menolongku, membantuku, juga menyayangiku. Gomawoyo oppa.” Lanjut Ki Young. Mendengarnya Yesung terharu dan memeluk Ki Young. Hangat, sangat hangat.

“Sampai kapanpun aku akan selalu begitu. Aku akan memberikan semuanya untukmu. Meskipun aku tidak sempurna, akan selalu menjagamu seperti ini.” Mendengar rentetan kalimat manis dari Yesung, semburat senyum Ki Young tidak bisa di tahan lagi sampai meneteskan air mata. Air mata karena terlalu senang.

“Saranghaeyo..” Bisik Ki Young, sambil terisak kecil.

“Jangan tinggalkan aku lagi, Ki Young-ah.”

“Mianhae, aku tidak bisa. Aku harus kembali ke Paris.”

“Kajima, tetaplah disini lalu menikahlah denganku.”

“Aku juga inginnya begitu.”

“Kalau begitu jangan pergi.”

“Tidak bisa.”

“Baiklah, aku mengerti. Berjanjilah untuk kembali.”

“Ne, yakso!” Yesung melepaskan pelukannya. Kemudian mereka berdua mengaitkan jari kelingking mereka.

“Saranghae Ki Young-ah. Menikahlah denganku!” Yesung menggenggam tangan kedua tangan Ki Young.

“Woonppa, kau tidak berlutut?”

“Harus ya? Kau ingin aku berlutut? Aku kan tidak punya cincinnya.”

“Hahaha, tidak perlu. Oppa berdiri saja, begini cukup.”

“Jadi? Apa kau mau menikah denganku?” Tanya Yesung lagi.

“Oppa, menunduklah sedikit.” Yesung terlihat bingung.

Ki Young mengecup bibir Yesung ringan dan manis. Walaupun hanya sebentar, wajah Ki Young terlihat sangat merah. Yesung pun terlihat senang, dia tersenyum lebar.

“Selesaikan urusan mu di Paris, lalu kembali dan menikahlah denganku. Oke?”

“Oke.”

“Ah iya aku lupa! Setelah pulang dari pulau ini, kau mau kan bertemu dengan orang tuaku?” Tanya Yesung.

“Baiklah. Aku kangen dengan ahjumma dan ahjussi. Lalu kapan kau akan menemui orang tuaku?”

“Untukmu, kapanpun bisa.”

Wajah Yesung mendekat perlahan pada Ki Young. Dia memiringkan wajahnya, dan hidung mereka bersentuhan. Nafas Yesung terasa sangat hangat oleh Ki Young. Akhirnya bibir Yesung mendarat di bibir Ki Young. Kali ini, ciumannya bertahan lama, lebih hangat, dan lebih dalam. Tangan kiri Yesung menarik pinggang Ki Young, sedangkan tangan kanannya menyentuh pipi Ki Young.  Ki Young tidak perlu berjinjit karena tinggi mereka tidak berbeda jauh, nyaris sejajar.

“Mmh, Saranghae” Bisik Yesung di sela ciuman mereka, dan mereka melanjutkannya. Tidak lama setelahnya mereka melepaskan ciuman tadi. Tersungging senyum kepuasan di bibir keduanya.

You’re my everything, you’re the best, no matter what, you’re my love..        

“Oppa, saranghaeyo..”

THE END

3 responses to “Oppa, Saranghaeyo! (Chapter 5 – END)

  1. aw! author so sweet bgt deh! *ala yesung* ahahahaa xD sumpah ya thor! aku senyam senyum sendiri! wkakakaaka… buat sequelnya donk thor, pasti lebih seru. daebak thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s