Lies (Chapter 1)

Ini FF yang aku janjiin. Masih nyambung dengan Oppa, Saranghaeyo! tapi Main castnya LEE SUNGMIN.
Habis kasian Sungminnya. Masa seorang namja one package akhirnya nggak dapet yeoja? kkk~
FF ini cuma terdiri dari 2 Chapter, mungkin besok aku post endingnya.

____________________________________________________________

By Zaskia Aruni Makarim (@zaskiarunim)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

Inspired by : G.O.D – Lies ♫
Lagunya ada di sidebar~ :)

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS, Please leave a comment~

____________________________________________________________

Terkadang orang berbohong demi kebaikan orang lain.

“Oppa! Akhirnya kau datang juga.” Suara itu menggema di dalam ruang rias yang kosong.

“Tentu saja aku datang. Mana mungkin aku melewatkan pernikahan kalian.”

“Hihi, eotte?” Perempuan bergaun putih itu berputar, menunjukan penampilannya.

“Neooo~mu yeppeo, Ki Young-ah!”

“Jeongmal? Ah, Sungmin oppa, aku… tegang sekali.”

“Tenang saja, pernikahan ini sudah di susun dengan baik. Jangan memikirkan hal-hal yang berat, lebih baik kau memfokuskan pikiranmu pada Yesung hyung saja.” Sungmin menepuk-nepuk kepala Ki Young.

“Ah iya, nyaris saja lupa. Ki Young-ah, aku punya hadiah kecil untukmu. Kau harus memakainya.”  Sungmin mengeluarkan kotak sebesar telapak tangan berwarna cream. Ki Young menerima kotaknya dengan mata berbinar-binar.

“Tiara kecil. Ini cantik sekali oppa.” Ki Young terharu melihat benda berkilap itu.

“Terima kasih, oppa. Aku sangat menyukainya.” Ki Young segera memasang tiara kecilnya di atas kepalanya. Sungmin tersenyum melihat tiaranya cocok di pakai oleh Ki Young.

“Benda ini awalnya milik seseorang yang special untukku, tapi sebelum sempat memberikannya dia sudah pergi. Karena kau juga orang yang special untukku, jadi ku berikan saja padamu. Tiara ini kau simpan baik-baik ya.”

“Baiklah, aku yakin tiara ini sangat penting untukmu oppa. Aku akan jaga ini baik-baik. Terima kasih banyak!” Pipi Ki Young bersemu merah. Well, semua perempuan pasti senang kalau di bilang special kan?

“Bersiaplah, sebentar lagi akan mulai. Lebih baik aku segera mencari tempat duduk. Ki Young-ah, aku tahu kau pasti bisa, hwaiting!” Sungmin keluar dari ruangan.

Sungmin POV

Aku harus cepat! Pernikahannya sebentar lagi dimulai. Ini pernikahan Yesung hyung dan Ki Young-ah aku tidak mau melewatkannya barang sedetikpun!

Aku berlari sekencang mungkin. Sesampainya di sana aku segera mencari-cari dimana member SJ yang lain duduk. Tempat nya cukup besar, sehingga aku harus berkeliling untuk mencari mereka.

Ah sepertinya mereka duduk di barisan depan, sebaiknya aku segera kesana. Ketika aku berjalan, entah kenapa aku merasa ada seseorang yang sedang menatapku.

Kuedarkan pandanganku ke sekelilingku, dan aku melihat seorang yeoja yang langsung memalingkan wajahnya ketika aku melihatnya. Kuperhatikan yeoja itu, kenapa terasa familiar ya? Apakah aku pernah mengenalnya?

Min.. Sa..? Go Min Sa?

 

Flashback – 2001 (Sungmin POV)

Aku dan Min Sa sedang membuat lagu di rumahku. Kami berdua sama sama jatuh cinta dengan musik. Setelah itu aku jatuh cinta dengannya, dan sekarang kami adalah pasangan yang terkenal di sekolah.

“Aish, sudah kubilang nadanya ini saja, kan kalau yang itu jadi sulit!” Dia memprotes lagu yang sedang kubuat.

“Iya, iya.. Kau benar.”

“Siapa dulu dong! Go Min Sa, HOHOHO!” Aku terkikik kecil mendengar kebiasaanya membanggakan diri sendiri itu.

“Tch, evil laugh mu itu muncul lagi.” Kucubit pipinya Min Sa.

“Kau mau minum?” Lanjutku. Min Sa mengangguk. Aku pun keluar kamar dan menuju dapur. Kuambil cola dari kulkas dan menuangkannya ke dua mug. Setelah selesai, aku segera kembali ke kamar.

Entah kenapa aku merasa raut muka Min Sa berubah. Seperti, mm.. Kaget melihat sesuatu?

“Kau kenapa? Ada yang aneh?”

“Tidak kok! Hei Minnie, kau sudah selesai dengan CD yang kupinjamkan itu?”

“Eum, CD yang mana?” Aku berlagak tidak ingat. Padahal, aku ingat betul dengan CD yang ia pinjamkan seminggu yang lalu.

“Itu, yang covernya berwarna merah! Kau tak ingat?”

“Oh, yang itu.. Iya, aku ingat. Mmm.. Min Sa..”

“Wae?” Tanya Min Sa sambil mengutak atik keyboardku.

“Aku..”

“Kau kenapa?”

“Aku… Meng… Menghilangkannya..”

“MWO?!” Mata Min Sa membulat dan ia menghentikan semua gerakannya seperti membeku.

“Mianhae.. Min Sa. Aku pasti menggantinya! Aku janji!”

“Minnie.” Min Sa menghela nafasnya, berusaha membuat suaranya lebih tenang.
“CD itu dari kakakku yang ada di luar negeri, dan itu limited edition! CD itu penting buatku!” lanjutnya.

“Maaf Min Sa, maafkan aku!”

“Bukankan sudah kuberi tahu? Kok bisa hilang sih?” Nadanya memang tidak seperti marah, tapi lebih ke nada kecewa. Dan aku nggak mau Min Sa kecewa, itu lebih menyakitkan.

“Aku.. Jadi waktu itu.. mm..” Sebelum aku selesai menemukan kalimat penjelasan yang tepat Min Sa sudah memotong.

“Ya sudahlah. Minnie aku pulang duluan ya, sudah mau gelap. Bye.” Dia memasukan barang-barangnya dan pamit tanpa menoleh sedikitpun untuk melihat mukaku.

Aku merasa SANGAT SANGAT SANGAT bersalah. Aku tahu CD itu penting, jadi aku menaruhnya dengan super hati-hati, tapi entah kenapa setelah pulang sekolah aku tidak menemukannya di tempat yang kutaruh kemarin. Aku pontang panting mencari CD nya, tapi tak kutemukan di manapun.

Apa yang harus aku lakukan?

Esok harinya aku menunggu Min Sa di depan rumahnya untuk pergi ke sekolah bersama. Dan kau tahu apa yang kulihat?

Min Sa menggunakan kaca matanya. Artinya, matanya sembap karena menangis.

Ini buruk.

“Min Sa..” Seruku.

“Eum?” Min Sa hanya menjawabnya seperti itu, membuatku bingung mau mengatakan apa sehingga suasana hening dan tidak nyaman.

Ada sesuatu yang ingin aku berikan pada Min Sa. Ketika aku sedang berusaha mengaduk-aduk tas ku, tiba-tiba Min Sa menghentikan langkahnya dan menatap mataku sangat serius.

“Minnie. Kita…”

Oh perasaanku memburuk.

“Putus saja ya.”

Mendengarnya terasa seperti dicekik. Min Sa.. minta putus?

“Aku kecewa denganmu. Aku..” Min Sa membuang mukanya. “Membencimu.”

Cekikannya semakin kencang, sangat kencang.

“Kita sudahi saja ya. Maaf” Min Sa berjalan menjauhiku.

“MIN SA! TUNGGU!” Aku berusaha mengejarnya dan ku tahan pergelangan tangannya.

Kulihat mukanya tidak menampakan raut apapun. Jantungku seakan larut di dalam tubuhku, karena terlalu cepat berdetak.

“Kenapa? Kenapa aku harus menunggumu! Aku sudah bilang kan, aku membencimu! Lepaskan aku, PERGI!” Dia membentakku. Air mataku menetes keluar.

“Pergilah! Lanjutkan hidupmu, jalani semua yang sudah di takdirkan untukmu! Tolong lupakan aku! Please, Lee Sungmin…”

“Maaf aku sudah mengecewakanmu, maafkan aku karena melakukan kesalahan yang tak termaafkan.. Min Sa, aku ingin bersamamu! Aku terlalu mencintaimu!”

Raut muka Min Sa sedikit berubah, namun tetap tidak bisa terbaca.

“Apapun yang terjadi, kau harus tetap meraih cita-citamu, Minnie.”

“Tapi, Min Sa..”

“Cobalah lupakan aku.”

Dia menghentakkan tangannya sehingga genggamanku terlepas, dan dia berlari sejauh-jauhnya.

“Min Sa, kajima! Tunggu sebentar!”

Min Sa tidak kukejar lagi. Aku terpaku di tempat, bagaimana caranya aku memberikan ini?

Sebuah tiara kecil untuk pentasnya di sekolah minggu depan.

“Selamat ulang tahun Go Min Sa.. Saranghae.”

Author POV

Dari hari ke hari Sungmin berusaha berbicara dan memberikan hadiah itu  pada Min Sa dengan segala cara. Tapi Min Sa selalu menjauhi Sungmin, dia juga selalu mengembalikan hadiah itu sesering apapun Sungmin memberikannya.

Minnie pabo!
Kenapa kau harus seperti ini! Kenapa kau membuat semuanya jadi lebih sulit! Lama-lama kalau kau begini terus, aku akan luluh dan membuatku tidak ingin melepasmu.
Menjadi egois.

Maafkan aku, aku minta putus bukan karena CD yang kau hilangkan. Bukan itu alasannya.

Aku tidak mau menjadi tembok penghalang untuk masa depanmu.
Aku tidak mau mempersulit pilihanmu.

Mianhae Lee Sungmin, aku berbohong padamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s