Lies (Chapter 2 – END)

Yap! Chapter terakhir dari Lies. Semoga suka, maaf kalau aneh.
dan maaf kalau endingnya agak… eum.. maaf ya. Baca aja~ 😛

Nggak ada hubungannya sama lagu Huh Gak – Happy Me ♫ tapi aku add lagunya di side bar karena punya feeling yang sama dengan ceritanya. kkk~

Ini memang chapter terakhir, tapi aku lagi buat bonus chapter nya.

_____________________________________________________________

By Zaskia Aruni Makarim (@zaskiarunim)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS,
Please leave a comment~

____________________________________________________________

Aku tidak mau menjadi tembok penghalang untuk masa depanmu.
Aku tidak mau mempersulit pilihanmu.

Mianhae Lee Sungmin, aku berbohong padamu.

……

Flashback – 2001 (Min Sa POV)

“Kau mau minum?” Tanya Sungmin, aku mengangguk. Dia pun keluar kamar.

Sejak tadi ada sesuatu yang menggangguku. Sebuah amplop berlabel SM ENTERTAINMENT yang tergeletak di meja belajar Sungmin begitu saja.

Aku tahu aku tidak seharusnya menyentuh ini, tapi aku bisa mati penasaran kalau tidak membukanya.

Mianhae Minnie..

Kuraih amplop itu, dan untungnya sudah terbuka.

CONGRATULATION TO LEE SUNGMIN!
1st SM Youth Best Selection Best Outward Appearance in 2001

Eh, mwoya?! Kenapa dia tidak member tahuku tentang ini? KEJAM!

Kubaca semuanya dengan cepat, dan inti dari isinya adalah Sungmin diterima menjadi trainee di SM Entertainment.

SUNGMIN TERLALU KEJAM! Ketika dia kembali akan kuhajar karena tidak memberitahuku!

Tu, tunggu sebentar… Aku melihat sesuatu yang menarik perhatianku. Sebuah persyaratan yang membuat jantungku seperti menghilang dalam sekejap lalu kembali lagi.

Sungmin tidak boleh berhubungan denganku lagi. Kalau tidak, dia tidak bisa diterima menjadi trainee.

Bagaimana ini? Aku mencintainya, sangat mencintainya.. Tapi, aku tidak bisa egois. Ini impian Sungmin selama ini, aku tahu betul itu.

Aku mendengar derap langkah Sungmin. Surat itu segera kumasukan dan kutaruh di tempat yang tadi. Kuharap dia tidak menyadarinya.

Pintu kamarnya terbuka, sepertinya dia melihat raut mukaku yang terlihat seperti menutupi sesuatu. TOLONG AKU! AKU BENAR-BENAR GUGUP!

“Kau kenapa? Ada yang aneh?”

“Tidak kok! Hei Minnie, kau sudah selesai dengan CD yang kupinjamkan itu?” Aku berusaha mengganti topiknya. Namun aku gagal  karena topik itu malah menjadi awal dari kehancuran.

CD ku hilang dan aku tidak tahu apa yang akan kulakukan agar aku tidak menjadi penghalang cita-citanya Sungmin.
Oh, great!

Moodku hilang, aku pun pulang dari rumah Sungmin.

A TOTAL DISASTER!

Aku tidak bisa tidur semalaman, memikirkan apa yang harus ku lakukan sambil menangis.

Dan pagi ini mataku SUPER SEMBAP. Tch, such an Idiot!

Kupakai kacamata yang tidak ada ukurannya, hanya sebagai penutup agar mataku yang sembap tidak terlihat. Aku pun segera pergi ke sekolah.

Di depan rumah, Sungmin berjalan bolak-balik terlihat sangat tegang.
Maafkan aku Minnie, keputusan yang kupikirkan semalaman sudah bulat.
Jeongmal mianhae.

……

“Min Sa..”

“Eum?” Aku berusaha menguatkan keputusanku dan bertekad untuk tidak luluh di tengah-tengah.

Kehancuran pun ku mulai.

“Minnie. Kita… putus saja ya.” Raut muka Sungmin berubah semakin tegang.

Aku harus mengatakan hal yang membuatnya benci denganku. Aku berusaha menatap wajah Sungmin, tapi ternyata ini lebih sulit dari yang kuduga.

“Aku kecewa denganmu. Aku.. membenci mu.” Sungmin membeku. Aku menarik nafas dalam-dalam, “Kita sudahi saja ya. Maaf”

Yup, hancur begitu saja.
Gedungnya sudah hancur berkeping-keping karena kuledakan beberapa kali.

Hari ini adalah ulang tahunku yang paling buruk. Sangat buruk

……

Sungmin minta maaf padaku dengan segala cara setiap hari. Setiap hari semakin sulit untuk menghindarinya.

Dia juga memberikanku sebuah tiara kecil yang benar-benar cantik. Aku sangat menyukainya. Aku yakin  tiara ini adalah kado ulang tahunku. Tapi maaf Minnie, aku tidak bisa menerimanya.

Dia benar-benar mempersulit semua ini, padahal aku sudah bertekad agar tidak luluh di tengah jalan.

Satu tahun lewat.
Aku mendengar gosip itu. Gosip tentang Lee Sungmin sudah menjadi seorang trainee.
Dan ternyata itu bukan hanya gosip! Dia benar-benar sudah menjadi seorang trainee.

Ingin rasanya memeluknya dan mengucapkan selamat.
Tapi kepingan dari runtuhan gedung itu belum ku rapihkan, sehingga aku tidak bisa membangun gedung lain di situ.

Aku bahagia dia bisa meraih cita-citanya, walaupun memang ada yang harus di korbankan.

Flashback ends

Author POV

Pernikahannya berjalan dengan sangat lancar. Bunga pun berhamburan di mana-mana.

Sungmin terlihat bahagia seperti member SJ yang lainnya. Hanya saja masih ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, Min Sa.

Tiba-tiba Sungmin berlari keluar dari ruangan.

“Sungmin Hyung! Kau mau kemana?” Teriak Eunhyuk.

“Mobil, mengambil sesuatu!” Jawabnya.

……

Min Sa POV

Aku yakin Sungmin sudah mengetahui keberadaanku disini. Apa yang harus aku lakukan?
Aku ingin sekali menyapanya, tapi bagaimana kalau dia membenciku?
Yah, tidak usah sajalah. Lebih baik aku pulang sekarang.

Aku dan tamu-tamu pernikahan Ki Young dan Yesung bergegas keluar dari ruangan dan segera menuju lobby gedung.

“Min Sa! Min Sa!”

Aku mendengar seseorang memanggilku dengan keras di tengah-tengah kerumunan orang-orang, atau aku hanya berhayal saja ya?

“GO MIN SA!!”

Itu suara Sungmin? Aku yakin, aku mulai berhayal. Apa karena aku lapar ya? Sebaiknya aku segera mengisi perutku

“Sungmin! Kau jangan teriak-teriak di sini, malu!” Sahut Eunhyuk-ssi. Aku bisa melihatnya dari sini.

“Hyuk! Bantu aku mencari seorang yeoja bernama Go Min Sa!”

“PABO! Mana ku tahu orangnya yang mana!”

“Ayolah, aku takut dia keburu pulang!”

Para tamu kebanyakan sudah pulang, sehingga lobby semakin sepi.
Ternyata aku tidak menghayal karena lapar. Ini nyata! Sungmin memang memanggilku!

Ah, eottokhae?! Aku harus menampakan diri, atau bersembunyi?

“Min Sa?”

BUSTED

Aku terlalu banyak berpikir, dan Sungmin melihatku.
Oh tidak, Sungmin mendekat!

“Hi.” Aku tidak sanggup menatap wajahnya “Lama tidak jumpa.” Lanjutku.

“Hh.. Hh.. Syukurlah kau belum pulang. Hh.. Ada sesuatu yang ingin ku kembalikan.” Dada Sungmin naik turun. Suaranya tersendat-sendat karena ngos-ngosan.

“Nih” Dia mengetukan barang yang ia maksud di kepalaku. “Terima kasih banyak. Maaf aku meminjamnya terlalu lama.” Di lanjutkan dengan tawa renyahnya seperti dulu.

Kulihat sebuah CD sudah berada di tanganku. CD yang katanya ia hilangkan beberapa tahun lalu. Ternyata CD itu mempunyai tanda yang sama dengan yang kupunya dulu.

“Iya, itu milikmu. Appa meminjamnya tanpa izin, dia kira CD itu milikku jadi ia taruh di kantornya” Jelasnya.

Entah kenapa aku merasa dia bisa membaca pikiranku, sehingga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang melayang-layang di kepalaku.

Setelah ini suasana terasa sangat canggung. Banyak yang ingin ku katakan, tapi aku tidak yakin mana yang tepat.

“Kau..” Sungmin menarik nafas. “Masih membenciku?” Tanyanya tiba-tiba.

“Tidak! Aku memang tidak pernah membencimu!” Refleks aku menjawabnya karena takut ada kesalahpahaman yang memperumit keadaan.

“Bukankah waktu itu kamu yang bilang bahwa kau membenciku?” Tanya Sungmin lagi, dengan wajah yang lebih serius.

Oops, sepertinya aku salah memberi jawaban. Bagaimana aku harus menjelaskannya?

“Eum.. Itu karena aku.. Aku…”

“Karena kau terlalu mencintaiku kan?”

Hening

“Aku nggak segampang itu di bohongi Min Sa.” Tiba-tiba Sungmin menjitakku.

“AWW, MWOYA?!” Aku berusaha membalas jitakannya, tapi dia malah menggenggam pergelangan tanganku.

“Aku tahu semuanya Go Min Sa. Aku tahu semuanya dari awal!”

Aku membeku mendengar perkataannya. Hanya pergelangan tangan ku – yang di genggam Sungmin – saja yang terasa hangat

“Aku tahu kau tidak bisa membenciku. Semua itu hanya alasan kan?” lanjut Sungmin.

“Kau terlalu percaya diri!”

“Kau juga suka membanggakan diri sendiri, kan?”

“UGH, lepaskan aku!”

Genggaman tangan Sungmin tiba-tiba mengencang dan tubuhku tertarik menuju tubuhnya.

Wajahku dan wajahnya berjarak kurang dari satu jengkal sekarang. Dia memiringkan wajahnya, dan tersenyum.

Otomatis aku menjauhkan kepalaku kebelakang.

“Kau masih mencintaiku kan?”

……

Author POV

“Kau masih mencintaiku kan?”

Sungmin mengutuk dirinya sendiri karena bertanya hal bodoh seperti itu.
Pertanyaan itu membuatnya seakan-akan dirinya terlalu percaya diri, padahal Sungmin sendiri tidak terlalu yakin Min Sa akan mejawab seperti yang ia inginkan. Terlanjur sudah.

“Bagaimana kalau aku bilang tidak?”

Mendengar jawabannya raut muka Sungmin berubah, senyumannya yang manis menghilang begitu saja. Genggaman nya menjadi longgar sehingga Min Sa bisa melepaskan tangannya.

“Tch, ternyata kau tidak seyakin yang aku kira. Seharusnya kalau kau mau membanggakan diri, kau harus lebih yakin lagi! Ah lupakan sajalah.”

Mendengarnya pipi Sungmin sedikit mengembung dan bibirnya ‘pouting’. Itu membuat Min Sa tertawa.
Sungmin benar-benar merindukan tawanya Min Sa.

“Min Sa-yah aku tidak sedang membanggakan diri, aku serius bertanya.” Kataku berusaha seserius mungkin.

Min Sa tidak menjawab pertanyaan Sungmin, ia bingung harus berkata apa.
“Kenapa aku harus menjawab pertanyaan itu?”

“Karena…” Sungmin menggaruk lehernya yang tidak gatal. Ia menghentikan kalimatnya untuk menarik nafas dalam dalam lalu matanya kembali menatap wajah Min Sa dengan serius.

“Aku…”

“Aku masih mencintaimu, Lee Sungmin” Min Sa tersenyum malu.

Dunia Sungmin seakan melambat.
Aku tahu ini berlebihan, tapi saat ini seorang Lee Sungmin memang sedang merasa sangat senang.
Cintanya kembali setelah 10 tahun membuat semua perasaannya tercampur aduk.

Otomatis Sungmin memeluk Min Sa karena dia tidak tahu harus berkata apa.

“Katakan sekali lagi, Min sa.”

Min Sa membalas pelukannya.
“Shireo. Aku tidak mau.” Bisik Min Sa.

“Kau curang Minnie, aku sudah mengatakannya dan kau belum sama sekali.” Lanjut Min Sa, membuat Sungmin terkikik kecil

“Kalau aku bersamamu, selamanya aku akan bahagia.”

“Sung EHEM. Min hyung HEM HEM!”

Sungmin mendecak.

Pasti Hyukie, mengganggu saja!
Sungmin menggerutu dalam hati.

“Ini EHEM lobby. Banyak EHEM wartawan!”

Akhirnya Sungmin melepaskan pelukannya dan Min Sa terkikik kecil.

“Kita pergi dari sini yuk, ada yang ganggu!” Sahut Sungmin dengan kesan menyindir.

“Ya, Sungmin hyung! KAU BERHUTANG BUDI PADAKU DAN KI YOUNG!”

“Ne, ne, ne, terserah kaulah! Min Sa, kau lapar? Aku lapar. Kaja!”

Sungmin berlagak tidak perduli dan langsung menggandeng tangan Min Sa agar segera pergi. Tapi Min Sa tiba-tiba membungkuk kepada Eunhyuk dan Sungmin melihat kejadian itu penuh dengan tanda tanya.

“Kenapa kau membungkuk padanya? Lalu kenapa aku berhutang budi dengan Hyukie dan Ki Young?”

Min Sa tersenyum lalu menjawab, “Karena, alasanku datang kemari adalah…”

……

Eunhyuk POV

“Ya, Sungmin hyung! KAU BERHUTANG BUDI PADAKU DAN KI YOUNG!” Suaraku yang keras sedikit menggema di tengah-tengah lobby.

Sungmin hyung berlagak tidak peduli padaku, padahal dia seharusnya berterima kasih padaku! Lalu aku melihat Min Sa membungkuk. Selamat berbahagia hyung ku sekaligus teman trainee seperjuangan. Lalu aku mengambil handphone ku dari saku untuk mengirim message.

To: Ki Young
Rencananya SUKSES!
Sungmin hyung dan Min Sa sudah bertemu.
Dan kurasa mereka pacaran lagi. Karena raut mukanya SUPER BERUBAH!

From: Ki Young
YIPPIE! Syukurlah.
Aku ikut senang! Sungmin oppa sudah melakukan banyak hal yang membuatku senang.
Kita berhasil~ Gomawoyooo Hyuk-ssi sudah mau membantuku! 😀

To: Ki Young
Btw, Ki Young.. Nanti malam… Lakukan yang benar dengan Yesung hyung. LOL XD

From: Ki Young
Aish~ Otakmu Hyuk-ssi! Jangan-jangan kau sudah mengotori otak Woonppa ya?! -_______-

To: Ki Young
Otak Yesung hyung memang sudah kotor! Jangan salahkan aku, sekalipun memang aku yang salah.
Good luck! 😛

……

THE END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s