You Turned My World Upside Down (Chapter 3)

Mostly Donghae. It’s about his secret.
But Kyuhyun is still here.

Maaf ya update nya lama~ kkk^^ Aku rasa genre nya keluar dari fluff, hahaha. Sorry~ 😛

_____________________________________________________________

By Zaskia Aruni Makarim (@zaskiarunim)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS,
Please leave a comment~

_____________________________________________________________

I will be waiting, I will be trying

If you love me, If we share the same mind

Please stay my heart

“Jadilah pacar palsu ku selama sebulan.”

Tubuh Myeonsa tiba-tiba membeku mendengar hal itu. Dia tidak tahu harus menjawab apa.
Saat ini, pikirannya memang penuh dengan kebencian dan sangat menolak hasil negosiasi menjadi ‘pacar palsu’ itu. Tapi dalam hatinya, Myeonsa tetap saja seorang fangirl.
Ini adalah pilihan yang sulit untuknya.

Pikiran dan hati Myeonsa tidak ada yang dominan.

“Kyu! Bukannya ingin mengganggu, tapi hari ini schedule kita padat. Setelah ini ada live interview!” Teriak Donghae dari kejauhan, bersama seorang manager SJ.

“Neoguri, buku agenda ini kupegang dulu sebagai jaminan. Nanti akan ku telepon untuk membicarakan hal ini lagi. Pikirkanlah baik-baik, aku tahu buku catatan ini sangat penting untukmu.”

“K, kau sudah membaca isinya?!”

“Hm, aku duluan ya!” Jawab Kyuhyun sambil melambai-lambaikan buku agenda Myeonsa.

“YAAA! CHO KYUHYUN!” Myeonsa mengamuk, dengan muka merah padam. Entah itu karena marah, atau karena malu. Mungkin keduanya

Seonra POV
@kantin Seoul Univ.

Apa Myeonsa sudah sampai ya? Kukunyah Sushi yang ada di hadapanku, dan pikiranku entah melayang kemana.

“KYAAAA~ LIVE INTERVIEWNYA MULAI!!

UKHUUUUK! AH, MANA MINUMKU?! AKU TERSEDAK, MATI AKU!
Sial! Siapa sih tadi yang berteriak?! Aku tahu aku terlalu berlebihan tapi yang tadi teriak benar-benar mengagetkanku!

“Seonra, kau tidak apa apa?” Kulihat seseorang berada di sebelah ku sambil menepuk-nepuk bahuku.

“Aku tidak apa apa, terima kasih.”

“Kau tahu aku kan? Kita satu kelas.”

“Tentu saja. Mia kan?” Tanyaku meyakinkan. Dia mengangguk.

“Boleh ya aku duduk disini..” Tanpa di persilahkan Mia langsung menduduki kursi yang ada di hadapanku. Kulihat Mia malah memesan makanan. Dia tidak menonton live interview itu seperti yang lainnya. Sepertinya dia juga tidak begitu tertarik.

Kami berdua sama-sama mengunyah makanan di iringi keributan yeoja yeoja yang sedang menonon live interview itu. Mengganggu.

“Seonra, kau tidak menonton?” Tanya Mia.

“Aku tidak begitu tertarik.”

“Eum, tapi kurasa kau tidak menontonnya bukan karena tidak tertarik.“

Aku menghentikan tanganku yang baru saja akan menyuap. Tunggu sebentar, aku ingat Myeonsa pernah mengatakan sesuatu tentang Mia. Mia punya semacam indera keenam.
Ah tidak mungkin.

“Kau tidak menontonnya bukan tidak tertarik, tapi kau takut dengan acara interview seperti itu. Lalu kenapa ketakutanmu berhubungan dengan Lee Donghae?”

Indera keenam Mia.
Hatiku berdegup kencang. Rahasia ini tidak pernah aku katakan pada siapapun, termasuk Myeonsa.

“Tenang saja, ‘kemampuan’ku belum terasah sempurna. Jadi aku tidak bisa tahu apa rahasiamu, kecuali aku menyentuhmu.” Mia terlihat tenang-tenang saja sambil memakan spaghettinya.

‘Sekarang pertanyaan special!’ sahut MC dari acara tersebut, diiringi jeritan-jeritan fans di sekelilingku.

Kulirik TV yang menampilkan acara itu. Mia benar, ini yang aku takutkan.

‘Baiklah, untuk Lee Donghae-ssi, apakah kau pernah membuat seorang yeoja menunggu?’

Donghae terlihat sedikit kaget karena di tanya tiba-tiba.
‘Ne.’ Jawabnya

 ‘Berapa lama kau pernah membuatnya menunggu?’ Tanya MC nya lagi.

 Entah kenapa Donghae malah senyam senyum di layar kaca.

‘Entahlah. Tapi aku pernah meminta seseorang menungguku untuk kembali. Dan sampai sekarang aku belum juga kembali’

Yeoja yeoja di sekelilingku menjerit tidak karuan. Oh tidak, ini pertanyaan yang tidak bagus. Kenapa MCnya malah menanyakan pertanyaan ini?

‘Jadi , sampai sekarang yeoja itu masih menunggu?’

‘Aku berharap dia masih menungguku, tapi sepertinya tidak, hahaha’ Donghae tertawa, tapi aku tahu itu palsu.

Maukah kau berbagi dengan penonton?’

‘Hm, baiklah, tapi aku tidak bisa cerita detailnya. Saat pertama debut dulu, aku harus pindah ke Seoul. Sehingga aku harus meninggalkan keluarga juga dia dalam jangka waktu yang tidak pasti.’ Donghae menggaruk belakang lehernya, kemudian melanjutkan ceritanya lagi. Dan fans-fans di sekelilingku hening seketika.

Lalu aku membuat janji dengan dia. Meskipun aku tidak tahu kapan aku bisa kembali, tapi ku berjanji untuk kembali dan dia juga berjanji untuk menungguku. Dan kuakui dia memang pacarku’ Fans dalam studio maupun fans yang ada di sekelilingku menunjukan reaksi yang sama, kaget.

Aku tidak berniat untuk pergi dari sini, karena aku ingin tahu seberapa jauh dia akan bercerita. Juga menghabiskan makananku.

‘Pada awalnya, meskipun aku tidak pernah kembali untuk bertemu dengannya, tapi aku masih sering menelepon juga mengirimnya message setiap hari. Tahun ke-4 ketika masa-masa comeback album 3 aku sama sekali tidak mengontaknya karena sibuk. Dari saat itu kami tidak pernah menghubungi satu sama lain. Benar-benar hilang kontak. Dan…’ Donghae menghela nafasnya.

‘Dan… tahun lalu… aku… mendapatkan surat darinya… Dia bilang dia tidak bisa menunggu lagi.’ Donghae menunduk sambil tersenyum getir.

‘OPPA HWAITIIING!!’ Fans yang ada di studio tiba-tiba berteriak.
Dia benar-benar dicintai fansnya. Baiklah, saat nya aku pergi karena makananku sudah kuhabiskan. Kuambil tissue di hadapanku, kebetulan Mia juga berpikiran sama denganku. Dan tidak sengaja… tangan kami bersentuhan.

Awalnya aku tidak sadar dengan apa yang terjadi, tapi raut muka Mia berubah seperti shock.

“Tenang saja, ‘kemampuan’ku belum terasah sempurna. Jadi aku tidak bisa tahu apa rahasiamu, kecuali aku menyentuhmu.”

Kecuali aku menyentuhmu

MENYENTUHMU

SENTUH

OH NO, I’m in a VERY BIG trouble.

“OMO Seonra! Kau adalah orang yang di bicarakan Donghae?”

Author POV

Super Junior baru saja menyelesaikan live interviewnya, dan sekarang Kyuhyun sedang menunggu di van sambil membaca buku catatan Myeonsa. Di dalam buku itu banyak tulisan berbahasa Inggris.
Oh dia bisa berbahasa Inggris juga ternyata. Pikir Kyuhyun dalam hati. Lalu Kyuhyun mengambil handphonenya.

To: Nappeun Neoguri (Bad Raccoon)
Let’s meet.

Beberapa member mulai memasuki van nya. Tiba-tiba handphone Kyuhyun berbunyi.

From: Nappeun Neoguri
I’m sorry but who’s this?

“Nappeun neoguri? Kau mengirim message untuk siapa Kyu?” Tanya Sungmin yang baru saja duduk di sebelahnya. Refleks Kyuhyun menyembunyikan layar handphone nya.

“Ani, ani. Bukan siapa siapa.”

“Ya, Kyu! Kau membuatku lebih penasaran sekarang.”

“Chingu.”

“Jeongmal?”

“hm.” Kyuhyun menggangguk. Jawaban itu tidak memuaskan Sungmin, tapi mempedulikannya lagi dan memilih untuk tidur.

To: Nappeun Neoguri
Neoguri! Besok. Jam 7 pagi. Kona Beans.

From: Nappeun Neoguri
Eish, Cho Kyuhyun.. Kenapa pagi sekali sih?!

To: Nappeun Neoguri
Selain kejam kau juga rakun yang bodoh ya… Pabo Neoguri, aku ini artis. Waktuku tidak banyak.

From: Nappeun Neoguri
Tch, whatever you say Kyuhyun!

To: Nappeun Neoguri
Ya! Kau lebih muda dariku, jangan gunakan banmal!

Dan message tadi adalah akhir dari percakapan Kyuhyun dan Myeonsa karena Myeonsa tidak membalasnya lagi.

“Kenapa kita belum pergi juga? Siapa yang belum naik?” Tanya Yesung.

“Hyung, kau melupakan Donghae ya? Dia sedang berbicara dengan director.” Jawab Ryeowook yang berada di sebelahnya.

“Untuk apa?”

“Mollayo.”

Donghae POV

“Director terima kasih sudah mau mengabulkan permintaanku untuk membuat pertanyaan sendiri” Aku membungkuk di hadapannya.

“Terima kasih kembali juga untukmu karena sudah membuat rating acara ini meledak. Dan aku yakin detik ini pun berita tentangmu sudah ada di internet. Apa kau yakin tidak apa-apa menceritakan rahasiamu pada semua orang?”

“Tidak apa-apa. Kuharap dia melihat acara ini dan bertemu dengannya. Karena aku merasa ada kesalah pahaman antara kami. Sekali lagi terima kasih atas kerja samanya director.” Aku membungkuk lagi dan segera pergi.

Benar, aku memang sengaja membuat pertanyaan itu.

To be Continue

 

Advertisements

5 responses to “You Turned My World Upside Down (Chapter 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s