You Turned My World Upside Down (Chapter 5)

I’m not back yet. I’m just using my free time for finishing chapter 5. It’s been more than a month already right? Sorry~ This chapter is kinda long, (but not so long^^) I hope you like it, and wish me luck.

Btw, who’s coming to SS4INA? Let’s meet! 😛

~With ♥, Author

_____________________________________________________________

By Zaskia Aruni Makarim (@zaskiarunim)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS,
Please leave a comment~

_____________________________________________________________

His sweet scent
His deep eyes
This is just the beginning

Myeonsa POV

ARRRRGH, AWKWARDNESS OVERLOAD! Selama berada di dalam mobil ini aku bingung mau ngomong apa, Kyuhyun juga nggak ngomong apa-apa lagi! ISH.

“Kyuhyun.”

“Eum?”

“Gimana kalau…”

Aku diam sejenak.
Hihi, lucu ya.. Kalau dulu, aku teriak sekencang apapun nggak bakal nyaut, paling cuma di dadahin. Sekarang, aku panggil sekali, dia ngerespon. Bukannya aku kehilangan rasa kesalku padanya, tapi sebagai fangirl, ini adalah kesenangan tersendiri. Kkk~

“Gimana kalau, ada kejadian yang tidak di inginkan?” Lanjutku.

“Molla. (I don’t know)”

ISH, pengen ngejitak rasanya. Nggak jadi lucunya! CHO KYUHYUN SEUMUR HIDUP NYEBELIN!

Lalu suasana kembali hening.

“Tenang saja.” Kyuhyun tiba-tiba membuka mulutnya.

“Mau tenang gimana?!” Kusilangkan tangan ku di dadaku.

“Kamu nggak usah nervous gitu. Yang seharusnya nervous itu aku. Kalau kita gagal, aku bakal dijodohin sedangkan hidup kamu nggak akan banyak berubah.”

Aku memikirkan kalimat Kyuhyun tadi. Iya ya… kalau perjanjian ini gagal, yang kena batunya kan cuma dia.

“Kecuali kalau kamu yang bikin gagal, di jamin hidupmu nggak bakal tenang.”

Oke. Itu. Mengerikan.

Eommaaaaaa, dowajuseyooo! (Mooom, heeeeelp!)

“Perkataanmu tadi malah bikin aku tambah nervous tau nggak! Kita ini berdosa, membohongi orang tua!”

“Sudahlah! Kita lihat saja nanti. Berakting lah dengan baik! Kau harus benar-benar terlihat seperti pacarku. Arasseo?”

“Jangan remehkan aku! Aku ini mahasiswa jurusan akting!”

“Ara.. (I know..)”

“Mwo? (What?), Kau tahu dari mana?”

“Chaa~ Kita sampai.”

Tch, Pertanyaanku tidak di gubris.

Aku merapihkan bajuku, rambutku, dan melepas scarf punya Kyuhyun – sejak tadi aku tidak pernah melepasnya. Setelah itu aku segera menyusul Kyuhyun yang sudah berada di depan pintu rumahnya.

“Tch, kau ini… Kalau merapihkan rambut yang benar!” Sahut Kyuhyun. Memang nya rambutku masih tidak rapih ya? Aku berusaha merapihkan rambutku, tapi berakhir lebih parah dari sebelumnya. Akhirnya Kyuhyun yang membantuku merapihkannya, membuat posisi tubuhnya berubah menjadi lebih dekat denganku.

 

His scent…
I secretly smiled, I blushed, and I act strange. It’s awkward…
This is weird… I feel weird.

I felt like a butterfly landed on the right flower.

Tak sengaja aku menatap matanya, dan Kyuhyun juga sedang menatapku. Aku ingin membuang tatapan itu, tapi rasanya ada bagian dari tubuhku yang tidak mau melepasnya. Saat ini, aku jadi seperti membeku, tapi hangat.

Entah kenapa Kyuhyun juga tidak berhenti menatapku. Tangan kanannya terdiam di puncak rambutku, sedangkan tangan kirinya dekat dengan telinga kananku.
Ini seperti, tidak ada akhirnya… Dan aku juga tidak mau ini berakhir.

And I drowned in both of his eyes, again…
but deeper…

“ehem.”

Dan scene pun berakhir.

Aku dan Kyuhyun refleks melihat ke arah suara itu.

“Noona!” Panggil Kyuhyun pada seseorang yang sedang bersandar di pintu, yang tadi berdehem.

Cho Ahra, –Kyuhyun’s older sister– tidak menjawab panggilan Kyuhyun. Entah kenapa dia malah memperhatikanku dari ujung rambut sampai kaki. Aku berusaha tersenyum walaupun sedikit takut.

“A, annyeong haseyo.” Ucapku, sambil membungkuk.

Ahra eonni membalasku dengan membungkuk kecil. Lalu dengan muka bertanya-tanya dia memandang Kyuhyun. Apa kedatanganku terlalu mengagetkan?

“Annyeong noona~” Sahut Kyuhyun.

Kyuhyun segera menggandeng tanganku ke dalam rumahnya lalu mempersilahkanku duduk di sofa ruang tamunya. Aku memperhatikan sekelilingku. Luar rumahnya terlihat minimalis, tapi isinya… Woah~

“Noona! Appa dan eomma ada di rumah?” Tanya Kyuhyun.

“O, (yes,) eomma ada di dapur, sedangkan appa ada di ruang kerjanya.”

“Yasudah, Myeonsa-ya…” Dia mengalihkan pandangannya padaku, lalu melanjutkan perkataannya.
“Kau tunggu disini ya, aku mau ke eomma dulu.”

“Eum, aku boleh ke toilet nggak?” Tanyaku. Yah dari pada menunggu di sini sambil kebelet, lebih baik selama dia pergi aku ke toilet. Kyuhyun pun akhirnya menunjukan arah menuju toilet.

Setelah selesai, baru saja akan kembali ke ruang tamu, tiba-tiba aku mendengar suara Ahra eonni yang sedang membicarakanku. Toiletnya tidak jauh dari dapur sehingga obrolan mereka terdengar.

“Eomma, Kyuhyun membawa seorang yeoja kemari!”

“Omo, jeongmal?” Itu pasti suara eommonim.

“Ne eomma! Geurigo… ” Ahra eonni menghentikan omongannya.

“Geurigo wae?” Suara Kyuhyun tiba-tiba terdengar.

“Dan… yeoja itu mirip… Yoonji.” Lanjut Ahra eonni, entah kenapa dia terdengar seperti tidak yakin dengan omongannya. Siapa itu Yoonji?

“YA!” Suara Kyuhyun terdengar keras.

“Tapi dia memang sangat mirip Kyuhyun!” Suara Ahra eonni juga tidak kalah keras.

“Sudahlah kalian berdua. Eomma jadi penasaran dengan yeojanya. Dia menunggu di ruang tamu?”

“iya, tapi sekarang dia sedang di toilet.” Jawab Kyuhyun.

Aku pun segera kembali ke ruang tamu tanpa terlihat mereka. Ketika aku kembali duduk di sofanya, nama itu terngiang-ngiang di kepalaku. Membuat ku ingin bertanya secepatnya pada Kyuhyun, siapa itu Yoonji?

Tapi, kalau aku bertanya berarti aku ketahuan menguping pembicaraan mereka. Lebih baik jangan bertanya, meskipun aku sangat penasaran.

Tak lama kemudian Kyuhyun kembali sendirian.

“Myeonsa, apapun yang terjadi nanti, kau harus benar-benar terlihat seperti yeochin (girlfriend) ku ya.” Bisik Kyuhyun setelah duduk di sofa. Aku pun mengangguk.

Setelah itu eommonim datang bersama Ahra eonni. Otomatis aku bangkit dari sofa dan memberi salam dengan menunduk.

“Annyeong haseyo.” Sapaku berusaha tidak terbata-bata seperti tadi. Ekspresi eommonim tidak jauh berbeda dengan Ahra eonni ketika melihatku. Apa ini karena aku – menurut mereka – mirip dengan Yoonji? Sungguh aku ingin bertanya siapa itu Yoonji!

“Annyeong haseyo, silahkan duduk.” Jawab eommonim.

“Eomma, ini Myeonsa.” Kyuhyun pun berbicara setelah aku, Kyuhyun, eommonim, dan Ahra eonni duduk.

“Ne, Im Myeonsa imnida.” Aku pun melanjutkan perkenalannya. Tiba-tiba ekspresi eommonim terlihat berubah dan ia menepuk jidatnya

“Ah, hampir lupa! Kuenya lupa di ambil dari oven, chamkkanman~ (wait a minute).”

“Eomma, aku bantu ya.” Sahut Kyuhyun.

Akhirnya aku di tinggal berdua dengan Ahra eonni. Entah kenapa Ahra eonni tiba-tiba mendekat.

“Aku sudah tahu rahasia kalian.”

Apa… yang… dikatakan Ahra eonni tadi? Dia tahu… apa?
Lalu aku ingat perkataan Kyuhyun, act.

“Maksud eonni rahasia apa?”

“Eum, meskipun aku tahu, aku akan berpura-pura tidak tahu.”

Oh, ini berbahaya. Seolma (No way), Ahra eonni mendengar pembicaraan kita tadi?

“Rahasia apa eonni?”

“Dangshineun gajja, majjyo? (You’re fake, right?)”

Kalau, aku mengakuinya… Apakah hidup ku akan menjadi tidak tenang dan dihantui orang mengerikan bernama Kyuhyun? Hiiy, museoweo (scary).

AH, TUNGGU SEBENTAR!
Kalau memang Ahra eonni tau karena tadi mendengar pembicaraan kita, berarti yang salah adalah Kyuhyun, kan tadi dia yang mulai pembicaraan.
Dan Ahra eonni juga akan merahasiakannya dari Kyuhyun kan?
AAAA~ Thank god, aku masih bisa hidup tenaaaang!

“Eonni, berjanjilah kau tidak akan memberitahukannya pada siapapun, termasuk Kyuhyun.”

“Haha, ternyata aku benar! Ne, yaksok! (I promise!) Myeonsa-yah, pasti kamu tidak boleh bercerita pada siapapun oleh Kyuhyun kan? berikan aku nomor teleponmu, aku akan membantumu kalau ada masalah. Suatu saat kau pasti membutuhkanku.”

“Geurae (okay then), gomawoyo eonni.” Lalu aku memberikan nomor teleponku padanya. Rasanya seperti beban di tubuhku sedikit berkurang

Tak lama setelah itu eommonim dan Kyuhyun kembali ke ruang tamu. Eommonim dan Ahra eonni banyak mengobrol denganku sehingga suasana pun nyaman. Kyuhyun juga lebih banyak mengobrol. So far, aku merasa diterima disini.

Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar seperti turun dari tangga. Ternyata itu appanya Kyuhyun. Ketika melihat keluarganya berkerumun di ruang tamu, abeoji pun mendekat kearah kami. Tapi, abeoji menghentikan langkahnya ketika dia melihatku. Dia mengerutkan dahinya.

“Yoon… Ji…?”

“Ani appa, ani.” Jawab Ahra eonni dengan cepat. Abeoji pun memakai kacamatanya dan kembali menatapku.

“Dia temanmu Ahra?” Tanya Abeoji.

“Ani, dia yeoja chingu (Girlfriend) ku appa.” Jawab Kyuhyun. Raut wajah abeoji mendadak berubah.

“Mworago? Yeoja chingu?!” Suasanapun tiba-tiba berubah.

“Ne.” Kyuhyun menjawabnya dengan tegas. Dan sekarang berubah jadi percakapan antara ayah dan anak.

Abeoji menghela nafas dengan berat.

“Kyuhyun-ah… ini tidak benar…”

“Ne?”

“Diantara banyaknya yeoja di dunia ini, kenapa kau memilih dia?”

“Ne?! Appa! Memangnya kenapa dengan dia?”

“Karena dia mirip dengan Yoonji!”

Semuanya terdiam karena kalimat itu, termasuk aku. Nama itu lagi… Sebenarnya Yoonji itu siapa?

“Kyu… Apa kau benar-benar serius dengannya?”

“N, ne!” Kyuhyun menjawab walaupun sedikit tergagap.

“Geurae, (Fine,) Appa akan memperhatikan hubungan kalian selama sebulan ini.”

Kyuhyun menghela nafasnya lega.

“Hajiman, (But,) bukan hanya appa yang akan memperhatikan… tapi seluruh dunia ini juga harus tahu.”

“Mwo?!”

“Konfirmasikan hubungan kalian.”

“Andwae appa!” Protes Kyuhyun.

“Keputusan appa sudah tidak bisa diubah lagi. Konfirmasikan, baru appa setuju.”

“Appa, jebal… (Dad, please…)”

Yeobo (honey), bagaimana kalau mereka dapat masalah. Fans yang tidak setuju, wartawan yang seperti ikan ketika di beri makan, atau apapun lah. Sepertinya ini bukan ide yang baik.”

“Ini keputusan terakhir. Kalau kalian serius, konfirmasikan. Kalau tidak, lebih baik sudahi hubungan kalian. Appa harus pergi sekarang. Yeobo, aku akan pulang sebelum makan malam.”

Abeoji tidak merubah keputusannya dan langsung pergi kerja. Kyuhyun, bagaimana ini?

“Kyuhyun, apa yang akan kau lakukan?” Tanya Ahra eonni.

“Nanti aku akan bicara dengan Teuki hyung. Dia tahu segala hal yang terjadi padaku, dia pasti punya jalan keluarnya. Kaja Myeonsa, sebentar lagi aku ada schedule.”

“Eomma, Noona, aku akan mengantar Myeonsa pulang. Kanda. (I’m leaving)”

“Ne, Kyuhyun-ah, Myeonsa-yah, hati hati di jalan” Sahut eomma dari depan pintu dan Ahra eonni melambaikan tangannya.

Kyuhyun POV

Aku segera menjalankan mobilku. Di dalam mobil, kami terdiam satu sama lain. Pikiranku melayang-layang.

“Kyuhyun… Aku… tidak apa-apa. Apapun keputusanmu, aku akan ikut.” Myeonsa tiba-tiba berbicara, kepalanya tertunduk. Aku tidak bisa berkata apapun sekarang. Kenapa dia jadi seperti ini?

Dulu dia terang-terangan menolak. Tapi kenapa sekarang dia setuju apapun pilihanku? Apakah dia tidak berpikir? kalau hubungan ini di publikasi, pasti ada lah fans yang tidak setuju.

Tapi… Kalau aku tidak mempublikasikannya, aku akan berakhir di jodohkan. Shireo! (I don’t want to!)

Jadi pilihan ini antara menyulitkan Myeonsa, atau berakhir di jodohkan.

She’s actually really really nice. Dia tidak ingin aku kesulitan memilih, ini membuatku semakin merasa bersalah. Mianhae.. (I’m sorry) Myeonsa. Aku tidak seharusnya menyulitkan fansku.

“Aku tidak bisa memilih sekarang, akan ku diskusikan dengan Teuki Hyung dulu.” Kalimat tadi pasti terdengar dingin di telinganya. Entah kenapa kalimat maaf atau terima kasih rasanya jadi sulit untuk di ucapkan.

“Myeonsa bangun.”

“Myeonsa!”

“YA NEOGURI BANGUUN!! APARTEMEN MU YANG MANA?!”

“DONGHAE OPPA!”

“Pantas sulit dibangunkan, kau sedang di alam mimpi bersama Hae hyung. Tck tck..”

“Mianhae aku tertidur.. LHO? Tunggu sebentar.. Seingatku dari tadi aku tidak pernah memberi tahu mu alamat rumahku kan? Kenapa kita bisa sampai di jalan dekat apartemenku?”

“Hhhh~ Kau tidak ingat agendamu berada di tanganku?”

Muka Myeonsa seakan akan berkata ‘oh iya ya’

“Neoguri, cepat beritahu yang mana apartemen mu. Aku sudah harus pergi untuk meeting dramaku!”

“Drama? Drama apa?”

“Ah, ini seharusnya tidak boleh diberitahu pada siapapun dulu, karena belum di publikasi. Pokoknya kau tidak boleh menyebarkannya ya! “

“Tenang saja.. Eh, belok kanan”

Tak lama kemudian kami sampai di depan apartemenya, lalu Myeonsa segera turun dari mobilku.

“Chakkanman (Wait), jangan pergi dulu, aku akan kembali.”

Kenapa aku disuruh untuk menunggunya? Memangnya dia kira dia siapa, beraninya membuat Cho Kyuhyun menunggu. Untuk yang kedua kalinya. Sudah lah aku pergi saja, paling juga sesuatu yang tidak penting. Ketika aku bersiap untuk menginjak gas, tiba-tiba Myeonsa keluar dengan terengah-engah.

“Hh~ ini.. hh~”

“Apa.. hh~ itu..?” Aku bermaksud mengejekknya dengan menuruti suara terengah-engahnya. Lalu Myeonsa mencoba menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya.

“Sandwich. Kau pasti belum makan kan?”

“Tahu dari mana? Aku sudah makan kok.” Jawabku.

“Tadi di perjalanan, setiap ada mini market kau pasti meliriknya.”

“Tadi kan kau tidur.” Tapi benar juga sih, dari tadi aku mencari makanan yang cepat didapat. Tadi aku berencana untuk makan di Kona Beans, tapi entah kenapa tiba-tiba tidak berselera.

“Eish.. Sebelum aku tertidur!”

“Pantas dari tadi kau memperhatikanku terus, kukira kau mulai tertarik padaku.”

“Anii, maldo andwae! (No, of course not!) Mana mungkin aku bisa tertarik padamu yang bisa membersihkan noda dengan uang! Tch..”

“Sudahlah kau mengungkit-ungkit kejadian itu lagi. Ini kuambil ya. Kau akan kupanggil lagi kalau suasanannya sudah memungkinkan.” Akhirnya kutancapkan gas setelah mengambil sandwich yang ada di tangannya. Aku tidak ingin membuang waktu untuk membeli makanan dulu.

Kenapa aku merasa senang ya? Aneh.

@SJ Dorm
18:00 KST

Kyuhyun POV

Lebih baik aku bicarakan masalah ini sekarang dengan Teuki Hyung, semoga ia ada di kamarnya.

Donghae POV

“KYU! Kau dimana? Aku mau minta shampoo mu ya!” Kubuka pintu kamarnya, tapi tidak ada siapapun. Shampoo ku habis dan hanya shampoo milik Kyuhyun yang sama dengan punyaku. Sudahlah tidak apa-apa kuambil saja.

Setelah aku berhasil menemukan shampoonya, mataku tertuju pada meja Kyuhyun yang berantakan. Yang paling menarik perhatianku adalah sebuah buku. Entah buku apa, tapi tidak mungkin Kyuhyun membeli buku bersampul untuk perempuan.

Dia tidak mungkin punya yeochin (Girlfriend) baru kan? Masa secepat itu?

Yah, karena aku khawatir padanya tidak apa kan aku lihat isi buku nya sedikit. Hehe.

Aku membuka halaman pertamanya. Di situ tertera nama pemiliknya.

임 면사 (Im Myeonsa)

Siapa ya? Rasanya pernah dengar. Akhirnya aku membuka beberapa halaman selanjutnya, dan di situ terdapat banyak foto-foto SJ, entah kenapa paling banyak fotoku. Yeochin (mungkin) Kyuhyun adalah fans ku, HAHAHA~

Di halaman selanjutnya ternyata foto yeoja itu. (Aku tahu itu dia karena tertulis namanya di foto itu)

AH AKU INGAT SIAPA DIA! Dia itu yeoja yang ada fan signing waktu itu kan? Mana mungkin dia yeochinnya Kyuhyun. Tapi, kalau di perhatikan yeoja ini mirip dengan seseorang…
Aku merasa seperti sudah tua sekarang, memori ku seperti melemah.

Aku tidak tahu Im Myeonsa ini mirip siapa, tapi aku yakin dia mirip dengan seseorang yang aku kenal.

Aku meloncati beberapa halaman. Dan halaman yang sedang kulihat sekarang adalah halaman diari nya. Tulisan tangannya terlihat lucu… ‘Aku terjatuh dengan bodoh, kemudian Seonra menolongku, sungguh memalukan!’ Aku tertawa membaca tulisan  ini, dia menulis diari seperti anak kecil.

Kemudian Seonra menolongku

Seonra menolongku

SEONRA menolongku

SEONRA

EEEH?!

Aku tahu di Korea ini banyak yang bernama Seonra, tapi Seonra yang mana yang dia maksud?!

Aku berusaha mencari-cari lembaran yang memuat nama Seonra lagi. Lalu aku membuka halaman yang tadi terdapat banyak foto selcanya, paling tidak di situ ada foto Seonra yang dia maksud kan?

Dan benar saja, aku menemukannya.

Foto yang memuat Seonra yang dia maksud.

Juga Seonra yang ku maksud.

Chajatta… (I found you)

To Be Continue

Advertisements

2 responses to “You Turned My World Upside Down (Chapter 5)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s