I’m Sorry for Loving You

Eunhyuk FF is hereeeee~^^

I warn you, it’s angst drabble.
I added another song on the side bar. The lyrics is kinda related to this.

MBLAQ G.O. – Even In My Dreams ♫

Ah ya.. Tulisan yang warna biru itu pikirannya Eunhyuk, sedangkan yang pink pikirannya ceweknya.

I really hope you like and understand the story.

~With ♥, Author

_____________________________________________________________

By Zaskia Aruni Makarim (@zaskiarunim)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS,
Please leave a comment~

_____________________________________________________________

‘I’m Sorry, I Love You’
I don’t even know that sentence exist.

Mungkin kau pikir ini adalah awalnya.
Kau salah, karena ini adalah akhirnya. Setidaknya untukku.

Dia duduk di hadapanku, berusaha menghangatkan tubuhnya dengan menggenggam secangkir latte yang selalu ia pesan.

Bibirnya terlihat kemerahan meskipun ia kedinginan, begitu pula dengan pipinya yang berwarna merah muda.

Bagaimana bisa aku menghangatkannya? Dia sudah memberikan pasangan couple gloves nya pada lelaki di sebelahnya. 

Meskipun saat ini aku sedang bersama dua namja, tapi tak ada satu pun yang peduli padaku yang sedang kedinginan ini.

Namja di sebelahku ini seharusnya, paling tidak, bertanya apakah aku kedinginan atau tidak. Dia hanya menyeruput black coffee nya sedari tadi.

Sedangkan namja di hadapanku ini tidak berkutik dan malah memperhatikan latte ku dengan muka bodohnya.

Entah kenapa si muka bodoh ini yang lebih ku harapkan. 

Kukira aku hanya bisa melihat adegan ini di drama. Adegan yang menyayat hati penontonnya, sehingga sekotak tissue pun terasa kurang.

Adegan ketika seseorang menemani sahabatnya memilih cincin pernikahan untuk yeoja yang sebetulnya dia cintai. Apa kau mengerti maksudku?

 ‘Kau mau latte ku ya? Sedari tadi kau memperhatikannya. Kau minum ini saja dulu, aku akan membelinya lagi’ Hanya kalimat itu yang bisa ku ucapkan padanya.

Entah kenapa ia tetap meresponku dengan rambut blonde nya, bukan dengan wajahnya.

Sampai kapan aku harus menatapmu sendirian? Kenapa hanya aku yang memperhatikanmu? 

Sedari tadi aku tidak bisa melihat wajahmu.
Bukannya aku tidak ingin, hanya saja saat ini senyumanmu begitu menyakitkan.

Pecundang sejati.

Lihat aku!

Tidak bisakah sekali saja kau menatapku dengan kedua matamu?

Karena ini lah aku menyerah.
Aku lelah, dan tidak ingin menyimpan rasa sakitnya lebih lama lagi, jadi kurasa lebih baik aku menyerah.

Tetapi kau tetap berputar mengelilingiku.
Lebih baik kau pergi saja. Ini membuatku semakin sulit.

Mianhae, sepertinya si pecundang ini harus segera mengakhiri semuanya.

Diam diam ku masukan sebuah kotak kedalam tasnya.
Sebelum pergi aku berusaha menantap wajahnya dalam-dalam, karena ada kemungkinan aku tidak bisa bertemu dengannya lagi.

Lalu aku pamit pergi dan memberikan mereka selamat.

Sahabat yang akan kusimpan selamanya, bersiap menikah dengan cinta pertamaku yang kusayangi.
Mereka adalah orang-orang penting untukku.

Sungguh kekanak-kanakan bila aku tidak memberikan mereka selamat.
Meskipun rasanya seperti memberi garam pada sebuah luka.

Setelah sampai dirumah, aku masih saja memikirkan kejadian tadi. Dia tidak pernah menatapku begitu lama. Pipiku terasa panas bila mengingatnya.

Bodohnya aku, tidak seharusnya aku begini. Aku sudah punya orang lain, bahkan aku sedang bersiap menikah dengannya. Dan si muka bodoh itu bukan siapa-siapa, hanya cinta pertamaku. Itu saja.

Aku melihat sebuah kotak kecil muncul dari tas ku, aku tidak ingat pernah memiliki kotak ini.
Ketika kubuka, kudapati sebuah ipod mini bersama dengan earphone nya. Milik siapa ini?

Kunyalakan ipod itu, berusaha mencari tanda-tanda si pemilik. Tapi memory ipod itu benar-benar kosong.

 Hanya ada lagu berjudul namaku. Sepertinya ini bukan lagu.
Kutekan tombol playnya, dan sebuah suara yang sudah tidak asing lagi terdengar.

“Ehm, ah sudah mulai ya? Hhh~ Kau pasti sudah tahu kan suara siapa ini? Tak perlu mengembalikan ipodnya padaku, itu kuberikan padamu. Sebentar lagi hari pernikahanmu, akan ku usahakan untuk datang. Tapi jangan kecewa bila aku tidak datang, karena aku… eum.. Sebentar lagi aku harus mengikuti wajib militer.”

Apa dia bilang? Wajib militer? Kapan? 

“Maaf tidak memberi tahumu lebih cepat, tapi aku akan pergi besok. Aku tahu kau kecewa denganku, aku tidak punya pilihan lain. Kau tahu, ini pilihan yang sangat berat untukku. Mianhae, aku tidak bisa menjagamu lebih lama. Sebentar lagi kau akan dimiliki sepenuhnya oleh orang yang sangat ku percaya, aku yakin dia pasti bisa menjagamu dengan baik.”

Besok? pabo. 

Aku berharap bisa berada disisimu lebih lama. Hmm, aku tahu aku terlambat, sangat terlambat untuk mengatakan ini, tapi sejak dulu aku sangat mencintaimu.” 

Aku terdiam membeku, hanya air mata yang terus mengalir.

“Mianhae, saranghae…”

Ipodnya nyaris kubanting. Aku tidak pernah tahu bahwa seseorang meminta maaf karena jatuh cinta. Itu hal terbodoh yang pernah aku dengar. Kalimat paling menyakitkan.

“Sebaiknya kau tambahkan nickname yang kau berikan padaku menjadi ‘si muka bodoh juga pecundang yang tidak percaya diri.’ Aku tahu aku terlambat. Mianhae, gomawo, untuk semuanya. Berbahagialah dengannya.”

Orang yang dulu aku cintai, mungkin sekarang pun masih. Mendoakan ku untuk bahagia bersama orang lain. Ini terlalu menyakitkan, sakit sekali.

Dari Si muka bodoh juga pecundang yang tidak percaya diri, Lee Hyuk Jae. Kau bisa membuang pesan ini sekarang.”

Lee Hyuk Jae bodoh. Pabo. Pabo. Pabo. Pabo!

Si muka bodoh juga pecundang yang tidak percaya diri itu benar benar terlambat! Seandainya dia tahu kalau dia yang mengutarakan perasaannya lebih dulu dari pada dia, pasti akan ku terima. Karena aku juga sungguh sungguh mencintainya.

Kenapa dia bisa sebodoh itu!. Ini bukan salahmu sepenuhnya, aku juga salah karena menyerah segampang itu.
Kalau begini, aku tidak tahu akan berakhir seperti apa hidup ku yang penuh dengan penyesalan ini.

Dear si muka bodoh juga pecundang yang tidak percaya diri,
Meskipun kau bodoh, pecundang, dan tidak percaya diri, tapi aku sangat mencintaimu.

Sayangnya kau terlambat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s