First Love – Leeteuk (First)

it took a really long time huh? i’m sorry. *bow* April until June is full of tests, i went crazy and i can’t even think about my story… I’m so sorry. it’s holiday now and i can write more. Comments are appreciated, thank you everyone! ^^

____________________________________________________________

By Zaskia Aruni Makarim (@zaskiarunim)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS, Please leave a comment~

____________________________________________________________

“Aww, that hurts. Well, every first love hurts, right?”

“Really? What’s your first love story hyung?”

“Siapa? Aku?!”

“Iya Leeteuk hyung! Sekarang giliran mu untuk bercerita!” Sahut Donghae.

“Eii~ Aku tidak punya!”

“Geojitmal! (Bohong!)” Setengah dari member Super Junior memprotes Leeteuk

“ Aku tidak punya!”

“GEOJITMAL!” Dan sekarang semuanya memprotes bersamaan

“Eish! Terserahlah, aku akan bercerita, tapi berjanjilah padaku kalian juga harus bercerita tentang cinta pertama kalian! Semuanya termasuk CHO KYUHYUN” Leeteuk menekan nada suaranya. “Kalian semua setuju?”

Beberapa member terlihat enggan, dan sisanya tidak peduli dan mereka mengangguk setuju. Kecuali Kyuhyun yang masih berpura-pura tidak mendengar apa-apa.

“Kyuhyun kamu setuju?” Ulang Leeteuk.

Untuk beberapa saat Kyuhyun terlihat seperti berpikir, kemudian ia menganggukan kepalanya.

“Hmm, sekarang darimana aku harus mulai?”

She was my first, in everything.

The first girl I met and talked to when I enter high school.

Dia bertanya padaku di mana papan informasinya. Tapi aku tidak bisa menjawabnya, karena aku sendiri tidak tahu. Akhirnya kamu mencarinya bersamaan, dan ternyata dia sekelas denganku. Semenjak itu dia selalu duduk di sebelahku, dan kami menjadi teman dekat.

She was so pretty, cheerful, adorable, and loving. I couldn’t take my eyes off her.

Suatu hari, pada saat pelajaran matematika, dia terlihat sangat mengantuk dan matanya nyaris tidak bisa di buka. Jadi aku memberikannya secarik kertas.

Kamu tidur tengah malam lagi?

Dan akhirnya dia bisa menahan matanya agar tetap terbuka selama lebih dari 1 menit. Setelah membaca note dariku, dia memandang aneh ke arahku. Kemudian dia membalas noteku dengan kertas yang lebih besar. Sebelum memberikan note balasanya padaku, dia melihat kearah guru yang sedang menulis di papan tulis.

Kenapa kau bisa tahu?

Kemudian aku membalasnya lagi.

Aku menguntitmu. Kkk~

Apa?!

Aku bercanda. Kamu menonton drama lagi ya tadi malam?

Huh? Kamu benar benar menguntitku ya?

Tidak, aku tidak menguntitmu.

Kau menakutkan.

Hmm, kau pulang sendiri lagi hari ini?

Iya, kenapa?

Kamu pulang dengan sepeda lagi kan? Aku juga. Boleh aku pulang denganmu?

Boleh. Dimana rumahmu?

Dekat dengan rumahmu.

Kamu benar-benar seorang penguntit!

Apakah itu pujian?

BUKAN! Tentu saja bukan! Kau mengerikan! Aku tidak ingin pulang denganmu!

Tunggu, jangan! Aku bukan penguntit! Ayolah, aku ingin pulang denganmu…

Berjanjilah untuk tidak membawaku ke tempat yang aneh dan membunuhku.

Aku berjanji.

Jadi begitulah ceritanya, bagaimana aku pulang bersamanya setiap hari, dengan sepeda.

The first time I confessed my feeling to a girl. The first time I said I love you to a girl.

Aku membuat rencana untuk menembaknya selama seminggu. Rencananya aku akan menembaknya sepulang sekolah ketika kami bersepeda menuju rumah. Tapi, ketika waktu nya semakin dekat, pikiranku semakin melayang, benar-benar kosong.

Sepeda yang kukendarai hampir menabrak tong sampah, seekor kucing, lampu lalu lintas, bahkan sebuah mini market di pinggir jalan karena pikiranku benar-benar kosong sehingga aku tidak bisa mengendarai sepeda dengan baik. Aku terlihat sangat bodoh hari itu, tapi aku tidak menyesal karena akhirnya aku menyatakan perasaanku padanya.

I said, I love her… so much

She was the first girl who turned me head over heels.

Waktu itu aku sangat bersemangat karena 100th day anniversary kami semakin dekat. Kebanyakan dari temanku di kelas sudah lama berpacaran, akhirnya aku bertanya pada mereka, bagaimana mereka merayakannya dulu.

Sahabatku memberikan pacarnya sebuah cincin, temanku yang lain memberikan pacarnya surat cinta dengan bunga mawar. Sedangkan temanku yang sudah berpacaran selama 3 tahun memberikan pacarnya 100 kertas lipat berbentuk burung bangau. Dan itu memberikanku ide.

10 hari sebelum 100th day anniversary kami, aku menghabiskan banyak waktu ku untuk membuat ideku menjadi nyata. Aku tahu ini gila, tapi aku memberikannya 100 burung bangau, 100 mawar, 100 lembar surat cinta, dan sebuah cincin, aku sangat mencintainya jadi aku rela memberikan apapun untuknya.

  She was my first kiss.

Setelah 100th day anniversary kami, kami menjadi lebih dekat lagi. Dan kami jadi lebih sering melakukan skinship.

Saat pulang sekolah langit terlihat sudah sangat gelap, jadi kami buru-buru pulang.

Aku tanya padanya apakah dia membawa payung apa tidak. Lalu dia bilang dia meninggalkannya dirumah. Sama denganku, jas hujanku kutinggal di rumah. Akhirnya kami mengayuh sepeda kami secepatnya. Tapi ternyata ketika di tengah jalan hujan turun sangat deras, akhirnya kami mencari tempat untuk berteduh. Tapi di pinggir benar-benar tidak ada toko atau apapun untuk berteduh sama sekali. Hanya ada sebuah telephone box, kemudian dia menarikku ke dalamnya karena dia tidak suka basah kuyup.

Aku tidak tahu apa ini hanya aku atau memang telephone box ini lebih kecil dari biasanya. Kami sekarang berdiri sangat dekat, bahkan aku bisa merasakan tubuhnya yang menggigil karena kedinginan. Jadi aku memeluknya, kemudian dia menyenderkan kepalanya di bahuku dan nafasnya terasa di leherku, saat itu aku merasa sangat hangat. Aku tidak ingin melepaskan pelukannya tapi tiba-tiba dia melepaskan pelukannya. Itu membuat muka kami menjadi lebih dekat lagi. Lalu aku menatap matanya yang indah, kemudian bibir kami bersentuhan. Bibirnya terasa sangat manis dan…

“EWW hyung berhenti! Itu menjijikan hyung!” Eunhyuk memotong cerita Leeteuk.

“Iya hyung, lewat saja bagian ciumannya” Donghae menyetujui.

“Oke, oke aku akan berhenti” Leeteuk tertawa.

She was the first girl who left me.

Hubungan kami bertahan sampai kelas tiga SMA.

Saat itu aku sedang berbicara dengannya tentang anniversary ketiga kami yang sebentar lagi datang, tapi dia terlihat tidak terlalu bersemangat. Jadi aku bertanya padanya ada apa. Kemudian dia mengatakan semuanya, dia bilang dia akan belajar di luar negeri setelah lulus SMA. Dan saat itu juga hatiku rasanya mau jatuh, aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Dia bilang kita lebih baik menyudahi hubungan kita sekarang, karena kita akan berpisah untuk waktu yang lama, dan dia juga bilang aku akan menjadi sangat sibuk nantinya karena aku adalah trainee dari entertainment besar. Jadi itulah alasannya kami memutuskan hubungannya.

Setelah itu aku merasa sangat hancur, dan hatiku terasa sakit. Aku tidak bisa melupakannya selama satu tahun. Karena aku merasa kami masih saling mencintai, dan masih bisa bersama, tapi takdir menghancurkan semuanya.

Tapi kalau aku pikir-pikir lagi, aku sadar bahwa itu adalah hubungan yang baik. Kami memulainya dengan cinta, dan mengakhirinya juga dengan cinta. Jadi ini adalah akhir cerita cinta pertamaku.

Jadi hyung, kau mempunyai cinta pertamamu saat SMA kan?” tanya Sungmin, kemudian Leeteuk  mengangguk. “Disini ada yang punya cinta pertama saat masih kecil, saat TK mungkin?”

“Donghae~!” Sahut Eunhyuk.

“Sekarang Donghae yang akan berceritaaaa!” Seru Sungmin bersemangat.

“YAA! LEE HYUKJAE! Aaah shireooo! ( Nggak mauuu!)” Protes Donghae.

“Kau sudah berjanji…” Sekarang Leeteuk yang protes.

“Tapi Hyuuuung…”

“Hey semuanya! ADA MAKANAN!” Seru seorang manager Super Junior tiba-tiba.

“Terima kasih manager, kau menyelamatkanku!”

“Tidak hae, ceritakan setelah makan malam” Eunhyuk tertawa kecil.

(Leeteuk Story) The End / To Be Continue (to Donghae Story!)

Advertisements

5 responses to “First Love – Leeteuk (First)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s