[Requested] Angel (Chapter 1)

REQUESTED BY : IJaggys

Pfft, hahaha… Aku juga nggak nyangka… I’m actually a fan of her fanfictions. >v<

Gamsahamnidaaaa~ *90degreebow*

Hal pertama yang harus aku bilang adalah…

Maaf, maaf, dan maaf.

Aku baru bisa nyelesain FF ini setelah 3 minggu. Di minggu pertama aku nggak nulis sama sekali karena UTS, di minggu ke dua & ketiga aku cuma punya waktu sedikit buat nulis karena tugas sekolah yang nggak ada habis nya.

Tapi jujur, aku seneng nulis cerita ini dan aku nggak bakal nutup Fanfiction Request nya.

Yang kedua… Aku seharusnya bikin one shot tapi nggak tau kenapa ceritanya jadi panjang. total di ms. word 30 pages.

Aku nggak suka baca FF oneshot yang terlalu panjang, jadi ya aku bagi dua aja… Chapter 2 nya keluar nanti malam ya~^^

Hehehe, maaf kalau nggak seperti yang di inginkan, tapi… enjoy!

p.s. tolong di promote ya Fanfiction Request nya, hihi^^
Gamsahamnida!

Yang mau coba Request bisa klik disini!

____________________________________________________________

By Zaskia Aruni Makarim (@zaskiarunim)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS, Please leave a comment~

____________________________________________________________

Istana megah, kuda putih, emas yang menggunung, tampang yang meluluhkan semua perempuan, itu semua mendeskripsikan seorang pangeran di dalam dongeng.
Dongeng di masa lalu.

Dongeng yang bercerita tentang 3 pangeran yang menguasai satu istana megah dengan emas yang menggunung juga kuda putihnya, dan yang pasti ketampanan mereka dapat meluluhkan semua perempuan. Tentunya seperti di dongeng-dongeng, putri dari berbagai istana mengejar ketiga pangeran itu, tapi hanya ada satu yang dapat mencuri hati mereka. Putri dari istana yang tidak diketahui.

Dongeng seperti itu sudah biasa. Tapi, apa kalian tahu seperti apa dongeng di masa kini yang lengkap dengan pangerannya?

2LC

Perusahaan terbesar di Korea Selatan yang dimiliki oleh 3 CEO muda dengan harta yang tidak ada habisnya, juga tampang yang dapat meluluhkan semua perempuan.

Lee Dong Hae

Lee Hyuk Jae

Cho Kyu Hyun

“Ya! Kita istirahat saja dulu yuk? Ini membosankan.” Keluh salah satu dari 3 CEO muda itu, Lee Hyuk Jae yang biasa di panggil Eunhyuk.

Sejak tadi pagi mereka bertiga disuguhkan setumpuk pekerjaan, belum lagi beberapa meeting yang harus mereka hadiri.

“Kenapa pekerjaan kita jadi tambah banyak?” Keluhnya lagi.

“Siapa sih yang memecat sekertarisnya?” Sindir Lee Donghae. Kemarin sore hanya karena hal bodoh Eunhyuk dengan gampangnya memecat sekertaris, dan pada akhirnya mereka bertiga kerepotan sendiri.

“Maaf deh maaf… Tapi mereka sudah mencari pengganti nya kan?”

“Kudengar sih tahap pertamanya hari ini, benarkan Kyu?”

“Mmm..”

“Kyu, istirahat lah dulu, dari tadi kamu tidak bergerak sedikitpun dari layar komputermu.” Sahut Eunhyuk.

“Salah siapa pekerjaan kita jadi banyak?” Kyuhyun pun ikut menyidir Eunhyuk. Dua kali di salahkan rasanya seperti ditimpa beton berturut-turut.

“Eish, iyakan aku sudah minta maaf! Lagi pula memang sekertaris yang kemarin kerjanya tidak becus kan? Sudahlah ayo, kalian mau ikut aku ke cafe atau masih mau bercumbu dengan pekerjaan kalian?”

Tanpa basa-basi ketiga orang itu meninggalkan pekerjaan mereka yang membosankan.

“Memangnya untuk bisa di terima di perusahaan ini ada berapa tahap?” Tanya Eunhyuk, mungkin ia merasa sedikit bersalah, sedikit.

“Entahlah, yang pasti di tahap terakhir kita yang harus memilih.” Terang Donghae sambil meminum kopi pesanannya.

“Kita yang memilih? Kalau begitu kita harus memilih sekertaris yang visualnya bagus!”

“Visual? Tidak biasanya kau menggunakan kata itu. Cantik dan sexy maksudmu?” Sindir Kyuhyun untuk ke dua kalinya.

“Eish… Aku mengatakannya supaya terdengar lebih elegan. Yah intinya sih itu!”

“Ya! Jangan hanya mementingkan visualnya, tapi ia harus bisa bekerja dengan baik. Nanti kau pecat sembarangan lagi, dasar byeontae (pervert) !” Sahut Donghae. Hari ini Eunhyuk merasa sudah ditimpa 4 beton karena kesalahannya kemarin.

“YA! Beraninya kau memanggilku….”

Ch, ch, chogiyo... (permisi)”

Eunhyuk menghentikan kalimatnya. Refleks, ketiga laki-laki itu melihat ke arah suara.

Yang berada di hadapan mereka adalah seorang perempuan berambut panjang, cokelat, tergerai, dengan wajah mungilnya, dan sebuah buku di tangannya. Cantik, sangat cantik.

Chogiyo, pintu keluarnya dimana ya? Sepertinya saya tersesat.”

“…”

“…”

“…”

Hening. Suara mereka tercekat, ingin mengatakan sesuatu tapi sulit untuk di keluarkan. Speechless.

“Maaf, anda siapa ya?” Kyuhyun yang pertama mengeluarkan suaranya.

“Ah, saya tadi mengikuti seleksi sekertaris di sini, tapi sepertinya saya tersesat sampai kesini.”

Kyuhyun memencet beberapa tombol di layar sebuah benda yang terlihat seperti remote touch screen. Sedangkan Eunhyuk dan Donghae masih memandangi wajah perempuan itu.

Tiba-tiba pintu cafe terbuka dan seorang security berjas masuk menghampiri Kyuhyun.

“Tolong antarkan dia sampai di pintu keluar gedung ya, dia tersesat.”

Tanpa basa-basi security itu menunduk hormat dan pergi menuntun perempuan itu.

“Tunggu!” “Tunggu!” Suara Donghae dan Eunhyuk terdengar bersamaan.

“Siapa namamu?” Tanya Donghae pada perempuan itu. Beberapa saat perempuan itu belum menjawab juga dan malah kebingungan.

“Han Cheonsa imnida. Terima kasih ya, maaf merepotkan.” Jawab perempuan itu, ia pun menunduk 90 derajat dan keluar dari café bersama security itu.

“Bagaimana kalau kita hentikan seleksinya dan langsung memilih Han Cheonsa itu sebagai sekertaris kita?” Tanya Eunhyuk sesaat setelah pintu café tertutup.

“Iya betul! Wajahnya secantik namanya…” Sahut Donghae menyetujuinya.

“Tapi bagaimana kalau dia tidak qualified sebagai sekertaris disini?” Tanya Kyuhyun, mulai mengkhawatirkan segala hal.

“Kau kan tahu aku punya feeling yang sangat akurat!” Eunhyuk tertawa bangga.

“Sudah lah Kyuhyun, akui saja Han Cheonsa benar-benar cantik!” Donghae dan Eunhyuk tersenyum licik.

“Iya dia cantik.”

“…”

“…”

Eunhyuk dan Donghae terlihat SANGAT KAGET dengan jawaban Kyuhyun. Pertanyaan yang di lontarkan Donghae sama sekali tidak serius, ia hanya bercanda. Begitu pula dengan Eunhyuk, ia hanya bercanda ketika mengatakan idenya untuk memilih Han Cheonsa langsung. Perkataan mereka berdua tidak ada yang serius. Kyuhyun memang jarang sekali memuji seorang perempuan cantik, mungkin belum pernah sekalipun. Hanya eomma nya yang ia anggap cantik. Maka dari itu mereka berdua kaget dengan jawaban Kyuhyun tadi.

“…”

“HAHAHA, kau terlalu banyak bekerja ya? Tenangkan dulu pikiranmu!” Eunhyuk tertawa dengan canggung.

“Kau serius Kyuhyun?” Tanya Donghae masih tidak percaya.

“Dia bisa mulai bekerja besok. Aku pergi dulu, ada meeting.” Kyuhyun bangkit dari kursinya dan pergi keluar café. Meninggalkan kedua orang yang mulutnya menganga sampai rahang bawahnya menyentuh lantai.

“Huuuuft~”

Cheonsa menghela nafasnya dan menatap gedung megah di hadapannya yang bahkan puncaknya pun tidak terlihat. Ia masih tidak menyangka bisa dipilih langsung oleh perusahaan ini tanpa perlu mengikuti seleksi yang tahapnya seperti jumlah lantai gedung ini, sangat banyak!

“Han Cheonsa hwaiting!” Ketika Cheonsa baru saja melangkahkan satu kakinya, sebuah mobil convertible model terbaru berhenti di depannya. Seorang lelaki melangkah keluar dari mobilnya sambil mengenakan shades hitam dan tas bermerek di tangannya.

‘Seorang pangeran yang turun dari kuda putihnya’ Pikir Cheonsa.

Kunci mobil convertible itu ia berikan pada valet parking dan pergi begitu saja. Tidak lama kemudian dua mobil yang tidak jauh berbeda dengan yang pertama, hanya saja yang ini berwarna merah dan hitam, berhenti di depan Cheonsa lagi dan melakukan hal yang sama dengan orang di mobil pertama.

“Oh? Kau Han Cheonsa kan?” Seorang laki-laki berbaju santai melepaskan kacamatanya.

Ne. (iya)

“Apa kau ingat dengan kami?” Tanya laki-laki di sebelahnya. Cheonsa merasa pernah melihat mereka, tapi tidak ingat dimana ia pernah bertemu. Ia pun menggeleng.

“Sama sekali tidak ingat? Yang kemarin membantu mu saat tersesat, ingat?”

“Ah benar! Terima kasih banyak kemarin sudah membantu saya.” Cheonsa membungkuk 90 derajat lagi.

“Sudahlah, lagi pula pada dasarnya Kyuhyun yang membantumu. Ah ya, kenalkan, nama ku Lee Donghae, dan ini Lee Hyuk Jae. Mulai hari ini kamu akan bekerja menjadi sekertaris kami.”

Kalau saja ia tidak berada di depan 2 bosnya mungkin mulut Cheonsa sudah menganga dengan lebar.

‘Jadi mereka bosku? Kemarin dengan bodohnya aku tersesat didepan bosku? Sekarang bagaimana mereka bisa percaya padaku kalau kemarin aku tersesat di dalam sebuah gedung? Pabo (bodoh)!’

“Sebetulnya bos mu bukan hanya kita berdua, ada satu orang lagi. Mungkin ia sudah duluan, namanya Cho Kyuhyun. Kami masuk duluan ya, di dalam kau akan di bantu sebagai orang baru, jangan tersesat lagi ya.” Sahut Eunhyuk. Cheonsa pun membungkuk lagi saat kedua bosnya pergi.

‘Aku beruntung, bosku sangat ramah dan terlihat seperti pangeran dari negeri dongeng, aku terlalu beruntung.’

“Kyuuuuu! Tadi aku bertemu Cheonsa!” Eunhyuk mulai bertingkah seperti anak kecil.

“Hari ini dia sangat cantik! Wah, kita tidak salah memilihnya, benar kan Hyuk?” Seru Donghae tidak kalah semangatnya.

“…”

“Kyuhyun?”

“Aish, dia sibuk main games lagi! Bukannya kerja.”

“Sssst! Jangan berisik, dari tadi aku belum menyelesaikan level ini.” Protes Kyuhyun karena dua orang rekannya terlalu berisik. Matanya tak bergerak sesenti pun dari laptopnya, kantung matanya pun jelas terlihat.

“Dari tadi atau dari semalam? Kau pasti tidak tidur lagi kan?”

“Huh, pantas saja kau kemari memakai kacamata hitam, ternyata kau begadang.”

“SSSSSSTT! DI… AKH KURANG AJAR! Mereka terlalu kuat!”

“…”

“…”

“Sudah kubilang jangan pernah menggangguku ketika aku bermain starcraft!” Kyuhyun mengacak-acak rambutnya kesal. “Apa lihat lihat?! Aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku kemarin! Aku tidak seperti kalian yang berleha-leha dan tidak mengerjakan pekerjaan!”

“Hiy… Hyuk, kita pergi saja yuk. Kyuhyun jadi bete karena kau!”

“Jangan salahkan aku! Kau yang berisik! Kita ngobrol dengan Cheonsa aja yuk!”

Kajaaaaa~! (Let’s go)” Donghae dan Eunhyuk pun pergi menuju cubicle Cheonsa yang tidak jauh dari ruangan kerja CEO.

“Cheonsa-ssi?” Donghae memanggil Cheonsa sambil tersenyum manis. Meskipun Cheonsa sudah mewanti-wanti dirinya dari tadi pagi agar tidak gugup, tapi Cheonsa juga seorang perempuan. Mana ada perempuan di dunia ini yang tidak gugup di senyumi oleh seorang Lee Donghae. Dalam sekejap Cheonsa membeku di tempat.

“Cheonsa-ssi? Kau kenapa?” Eunhyuk melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Cheonsa yang masih membeku.

PIIP PIIP, PIIP PIIP, “Cheonsa-ssi tolong buatkan kopi, jangan terlalu manis, krimnya double.” PIIP PIIP, PIIP PIIP, PIIP PIIP, …

Cheonsa tersadar karena bunyi itu, ia kaget di hadapannya sudah ada Donghae dan Eunhyuk. Bunyi itu tidak akan berhenti sebelum Cheonsa menjawabnya, karena bunyi itu adalah perintah dari atasan, dengan begitu Kyuhyun, Donghae, atau Eunhyuk bisa memanggil Cheonsa dari jauh. Seperti ketika Kyuhyun memanggil security kemarin dengan remote touch screen nya.

Annyeonhaseyo, ada yang bisa saya bantu?” Cheonsa membungkukan tubuhnya.

“Kyuhyun memanggil mu ya? Sudahlah kau urus dia saja dulu, nanti kalau sudah selesai kau harus segera kemari ya.” Sahut Eunhyuk dengan gummy smilenya. Untung saja alat pemanggil itu masih berbunyi, sehingga Cheonsa tidak membeku lagi.

“Ah, ne. Saya permisi dulu.” Cheonsa membungkukan tubuhnya lagi pada Donghae dan Eunhyuk, setelah itu pergi untuk membuat kopi untuk Kyuhyun. Cheonsa menjawab alat pemanggil itu dan bunyi pun langsung berhenti.

Sambil menunggu Cheonsa kembali, Donghae dan Eunhyuk duduk di sofa yang ada di cubicle Cheonsa.

“Kyuhyun itu licik ya. Dia seperti yang tidak peduli dengan Cheonsa, tapi diam-diam mencari kesempatan.”

“Eish! Kau itu selalu saja berpikiran buruk!” Mendengar Eunhyuk berkata seperti itu, otomatis Donghae menjitak dahi Eunhyuk.

“Ya! Feeling ku tidak pernah salah! Kenapa dia memanggil Cheonsa tepat ketika kita akan mengobrol dengannya?! Aku benarkan?” Eunhyuk masih bersikeras dengan pendapatnya itu, sedangkan Donghae terlihat berpikir.

“Yah… Mungkin… Bisa juga. EISH! Tapi tetap saja kau tidak boleh berburuk sangka padanya! Kita kan sudah berteman sejak kecil!”

“Iya, iya maaf…” Eunhyuk terlihat seperti anak kecil yang menundukan kepalanya karena merasa salah. “Tapi mungkin saja kan?” Dalam sekejap ekspresinya berubah menjadi jahil kembali.

“EISH! Kau mau berapa kali kujitak?!” Refleks Eunhyuk menutup dahinya dengan kedua tangannya.

“Kopi, tidak terlalu manis, krimnya double.” Gumam Cheonsa sambil berjalan menuju mesin pembuat kopi.

Annyeonghaseyo!” Seorang perempuan tiba-tiba muncul di hadapannya. “Kau sekertaris barunya kan? Perkenalkan, namaku Kim Ye Ah! Siapa namamu? Senang bertemu denganmu ya!” Sahut perempuan itu dengan semangat, dan tanpa henti. Cheonsa yang kaget tiba-tiba di sapa seperti itu hanya bisa terbengong-bengong sendiri.

A, annyeonghaseyo, namaku Han Cheonsa, senang bertemu dengan mu juga.” Hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulut Cheonsa yang masih sedikit kaget.

“Kau tahu? Seluruh gedung heboh membicarakanmu!”

“Maksudmu?” Tanya Cheonsa dengan penuh kebingungan, baru sekarang ia mendengar hal aneh ini.

“Iya! Pokoknya kau banyak di bicarakan semua orang. Memangnya benar kau dipilih langsung oleh perusahaan dan tak perlu mengikuti seleksinya?”

“Setahu aku sih iya. Mereka bilang aku dipilih langsung dan tidak perlu mengikuti seleksi lainnya.” Jawab Cheonsa.

“Isu nya kau dipilih langsung oleh para CEO lho. Apa itu benar?” Ye Ah mulai berlagak seperti wartawan yang mewawancarai artis yang sedang naik daun, atau mungkin karyawan baru yang sedang naik daun.

“Para CEO? Aku benar-benar tidak tahu tentang itu. Tidak mungkin lah, atas dasar apa mereka mereka memilihku?” Cheonsa tertawa kecil, menurutnya kemungkinan ia dipilih langsung oleh para CEO adalah 0,1%. Sangat tidak mungkin. Cheonsa pun mulai membuat kopi. Dari pada ia berbasa-basi dengan Ye Ah yang tingkat keingintahuannya sangat tinggi, lebih baik ia cepat menyelesaikan kopinya dan pergi dengan alasan di tunggu Cho sajangnim (direktur). Ia paling tidak suka di tanya-tanya oleh orang yang baru saja ia kenal.

“Entahlah, tapi seperti itu  yang mereka bicarakan. Kalau ada orang yang berkata pedas padamu biarkan saja ya. Mereka hanyalah orang-orang yang iri karena kau bisa berada di dekat para CEO. Secara, CEO disinikan seperti…” Ye Ah menahan kalimatnya.

‘Pangeran’ Batin Cheonsa

“Seperti artis boyband jaman sekarang yang aku tidak terlalu suka.” Jawab Ye Ah terus terang.

“Kau tidak menyukai mereka?” Tanya Cheonsa, baru kali ini ia bertemu dengan perempuan yang tidak tertarik dengan para  CEO yang terlihat perfect tanpa celah sedikitpun itu.

“Memang sih mereka tampan, tapi aku sudah punya pacar. Maaf saja, mereka tidak ada apa-apa nya dibanding pacarku, hahahaha” Ye Ah tertawa cukup keras sehingga orang-orang di sekitar memandang mereka dengan tatapan yang tajam. Ye Ah cukup menarik, orang nya memang ceplas ceplos tapi paling tidak, ia tidak terpengaruh isu itu dan mau mengajak Cheonsa berbicara.

PIIP PIIP, PIIP PIIP, “Cheonsa-ssi? Kenapa lama sekali, cepat berikan kopinya pada Kyuhyun dan kemarilah!” PIIP PIIP, PIIP PIIP…

Ne, sajangnim.” klik, Suara alat pemanggil itu pun berhenti.

Tok, Tok, Tok!

“Masuk!” Sahut Kyuhyun dari dalam ruangan.

“Cho sajangnim, ini kopinya. Hati-hati masih panas.” Cheonsa pun menaruh gelas kopi nya di samping laptop Kyuhyun. Kyuhyun tidak menjawab apapun karena masih berkutat dengan starcraft kesayangannya.

“Cheonsa-ssi~ Kenapa kau lama sekali? Kami jadi menunggu di ruang kerja karena kau lama.” Sahut Eunhyuk.

Jweseonghamnida. (Maaf kan saya)” Cheonsa membungkukan tubuhnya 90 derajat dua kali, pada Eunhyuk dan pada Donghae secara bergantian. “Eum, sebetulnya saya mau minta izin…”

“Izin apa?” Tanya Donghae, raut mukanya terlihat sangat penasaran.

“Saya tahu ini hari pertama saya bekerja, tapi boleh saya minta izin untuk membawa anak saya ke kantor dalam seminggu ini?”

“…”

“…”

“…”

Hening, bahkan seorang Cho Kyuhyun pun dalam sekejap mempause game nya.

Sajangnim?” Cheonsa sedikit takut dengan ekspresi para boss nya yang terlihat kaget setengah mati. Ia takut salah berbicara dan ia tidak mau di keluarkan di hari pertamanya.

“…”

“…”

“…”

Sajangnim, saya minta izin untuk membawa anak saya karena kebetulan seminggu ini ia tidak bisa dititipi, apa boleh?”

“KAU SUDAH PUNYA ANAK?!” Sahut Eunhyuk dan Donghae bersamaan.

“…” Kyuhyun masih terdiam, sedangkan Eunhyuk dan Donghae mulai bertingkah berlebihan.

Cheonsa hanya bisa mengangguk, memang benar ia sudah mempunyai satu anak.

“B, Berarti kau sudah menikah?” Sahut Donghae yang terlihat sedikit kecewa. Ah bukan, SANGAT kecewa! Dengan umur mereka yang kalau di bulatkan menjadi 30, seharus nya mereka sudah memiliki pendamping hidup dan mulai membuat keturunan yang akan mewarisi perusahaan ini nanti atau paling tidak seorang pacar. Tapi sampai saat ini mereka belum menemukan perempuan idaman mereka. Menurut mereka, semua perempuan sama saja dan tidak ada yang menarik, sampai Han Cheonsa datang.

Jadi, ketika mereka mengetahui bahwa Han Cheonsa sudah memiliki satu anak yang berarti sudah memiliki suami, mereka serasa di timpa berpuluh-puluh beton. Kecewa, malu, sedih, semua bercampur menjadi satu.

Han Cheonsa yang secantik malaikat, yang mereka idam-idamkan untuk menjadi pasangan hidup mereka, ternyata sudah memiliki suami dan satu anak. Semua imajinasi mereka hancur berkeping-keping.

“Cheonsa-ssi, kau boleh membawa anak mu dalam seminggu ini, dengan satu syarat jangan sampai membuat kegaduhan, kau boleh kembali ke tempat.” Tanpa basa-basi, Kyuhyun menutup kehebohan ini.

Ketika Cheonsa sudah keluar dari ruangan Kyuhyun kembali memulai starcraft nya yang tadi ia pause.

“Kyuhyun, sejak kapan kau tahu Cheonsa-ssi sudah berkeluarga? Kenapa kau tidak se-shock kami?” Tanya Donghae yang di ikuti dengan anggukan Eunhyuk.

“Kalian tidak pernah melihat biodatanya? Disitu tertulis dia sudah memiliki satu anak laki-laki. Makannya jangan main-main terus!” Sahut Kyuhyun di sela-sela game nya.

“Jadi kau sudah tau dari awal? Haaaaah~ Hatiku hancur berkeping-keping…” Eunhyuk menghela nafasnya dan mulai bertingkah berlebihan.

“Tapi aku penasaran dengan suaminya…” Kalimat itu tiba-tiba keluar dari mulut Donghae, dan dari situ Eunhyuk mendapatkan ide.

“Aku punya ide.” Tersungging senyuman jahat di bibir Eunhyuk.

Pagi ini tidak seperti kemarin. Hari ini Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun datang bersamaan tapi Eunhyuk dan Donghae berlarian di gedung dan bertaruh, siapa yang bertemu dengan Cheonsa duluan dia yang menang. Sedangkan Kyuhyun mereka tinggal sendirian.

Eunhyuk dan Donghae sampai di lantai teratas yang hanya di huni para CEO ditambah sekertaris utamanya, Han Cheonsa. Sama persis dengan anak kecil yang bermain kejar-kejaran, mereka berdua langsung menuju cubicle Cheonsa. Tapi ternyata mereka tidak bisa menemukan Cheonsa dimana pun dan memilih untuk pergi ke ruang kerjanya, taruhan kali ini gagal.

Klek.

Pintu ruang kerja mereka di buka.

“Ya, Hae. Pintunya kenapa sudah terbuka ya? Kunci ruangannya ada di kita kan?”

“Kau lupa menguncinya ya kemarin?” Tuduh Donghae.

“Hehe, seperti nya aku memang lupa.” Eunhyuk menggaruk lehernya sambil mengeluarkan gummy smile nya. Tanpa ada kecurigaan sedikitpun Eunhyuk membuka pintu ruangan tapi tidak sampai terbuka lebar karena tangannya tiba-tiba di tahan Donghae.

“Tunggu Hyuk! Sepertinya ada orang di ruangan ini!” Bisik Donghae.

“Ah, tidak mungkin!” Eunhyuk menongolkan kepalanya dipintu untuk melihat keadaan di dalam. Ternyata benar apa kata Donghae, memang ada orang di dalam sana. “Kau benar! Orang itu sedang berada di meja Kyuhyun. Kita harus apa?”

“Apa maksud kalian dengan ada orang di mejaku?” Kyuhyun tiba-tiba datang dan sekarang sudah berdiri di samping mereka.

“Kita panggil security saja dulu!” Eunhyuk berkata sambil sedikit panik.

“Panggil saja satu atau dua, jangan membuat kegaduhan dan membuat yang lain panik.” Jelas Kyuhyun. Ia pun mengeluarkan remote touch screen nya dan menghubungi dua orang security. Dalam hitungan kurang dari 1 menit, dua orang security sudah berada di hadapan mereka. Dua security itu pun masuk ke dalam. Tapi kurang dari 5 menit mereka sudah kembali ke luar ruangan.

“Kenapa kalian kembali lagi?”

“Orang yang ada di dalam hanyalah anak kecil, tapi sepertinya ia sedang mengutak-atik komputer.” Jelas salah satu security itu. Mata Kyuhyun membulat setelah mendengar orang itu telah mengutak-atik komputernya. Menurut Kyuhyun komputer, laptop, dan gadget lainnya adalah harta yang jauh lebih berharga di bandingkan seluruh hartanya, seakan-akan nyawanya berada di dalam gadgetnya. Tanpa basa-basi Kyuhyun membuka pintu ruangannya dan berlari menuju meja komputernya, sedangkan Eunhyuk dan Donghae mengikuti dari belakang.

“YA! Siapa kau?!” Kyuhyun menggebrak meja, tapi anak kecil itu tetap bermain komputer milik Kyuhyun. Mata Kyuhyun semakin membulat ketika tahu bahwa anak laki-laki itu sedang bermain starcraft, dan ia tidak percaya bahwa anak itu sedang bermain 1 level di atas Kyuhyun, dari kemarin ia berusaha menamatkan level itu tapi sampai sekarang level itu masih sulit untuk di taklukan. Tapi anak kecil ini dengan gampangnya menamatkan level itu.

“Kau ini siapa?!” Kyuhyun menyenggol pundak anak itu dengan remote touch screen yang sejak tadi masih di genggam olehnya

“Shh, jangan ganggu aku.” Otomatis Kyuhyun, Donghae dan Eunhyuk membeku di tempat karena mereka tidak percaya bahwa anak kecil di hadapan mereka ini berbicara dengan banmal (Bahasa informal) pada mereka.

“Kurang ajar!”

Klik.

Kesabaran Kyuhyun sudah habis dan langsung mematikan komputernya.

“Siapa orang tuamu?! Apa mereka tidak mengajarimu sopan santun?!” Kyuhyun menatap anak itu dengan tajam.

“Han Cheonsa, dia eomma (Ibu) ku. Kenapa?”

“K, k, kau adalah anaknya Cheonsa-ssi?” suara Eunhyuk terbata-bata karena kaget. Dengan santainya anak itu mengangguk.

“Bahkan kau memanggil eomma mu langsung dengan namanya?!” Nafas Kyuhyun mulai tidak beraturan, ia terlihat sangat marah pada anak itu.

“Ya Kyuhyun-ah, tenangkan dirimu.” Seru Donghae ketika melihat gelagat Kyuhyun yang akan meledak sebentar lagi. Eunhyuk yang tadi terkaget-kaget, tiba-tiba tersenyum jahat.

“Aku akan memberi tahu eommamu bahwa kau ada di sini ya.” Eunhyuk pun mengeluarkan remote touch screen miliknya.

“Tidak usah, aku saja yang menemuinya.” Dengan santainya anak itu menggunakan banmal lagi. Hampir saja Kyuhyun menggebrak mejanya lagi, tapi tangannya di tahan oleh Donghae.

“Tidak, tidak! Aku akan memberi tahu bahwa kau ada disini supaya eomma mu tidak khawatir. Kau disini saja, aku ingin bermain sebentar denganmu.” Eunhyuk tersenyum penuh arti. Tersirat jelas dari senyumannya bahwa ia memiliki suatu rencana. Anak itu tidak berkata apa-apa dan hanya memandangi Eunhyuk.

Pip.

Eunhyuk pun memencet salah-satu tombol kemudian mendekatkan remote ke mulutnya dan mulai berbicara.

“Cheonsa-ssi, apa kau sedang mencari anakmu? Anak mu ada di ruang kerja kami. Kau tidak usah panik, kami akan bermain sebentar dengannya.”

Tidak lama kemudian Cheonsa pun menjawabnya. “Ah, benarkah? Maafkan saya, padahal kemarin saya sudah berjanji untuk tidak membuat kegaduhan. Sekali lagi maafkan saya dan maaf bila anak saya merepotkan.”

Pip.

Remote itu berbunyi lagi tanda message dari Cheonsa sudah selesai.

“Kau dengarkan? Eomma mu mencari mu dan kau membuat nya repot! Seharusnya kau malu!” Kyuhyun mulai naik darah lagi.

“Huh, padahal tadi aku sudah bilang padanya bahwa aku ada disini.”

“YAA!” Tangan Kyuhyun serasa ingin mencekek leher anak itu, kalau saja anak itu bukan anaknya Cheonsa mungkin lehernya sudah berada di tangannya.

“Kenapa Cheonsa-ssi bisa mempunyai anak seperti ini sih?” Donghae menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Yak kita mulai! Donghae, bisa tolong tutup pintunya?” Entah kenapa Eunhyuk mulai senyum-senyum sendiri.

“Kau mau apa?” Anak itu berkata dengan banmal tanpa merasa bersalah sedikitpun.

“Kau tenang saja dan duduk disitu. Anggap ini sebagai interview.” Eunhyuk tersenyum jahat. Kyuhyun dan Donghae sama sekali tidak punya ide dengan rencana yang Eunhyuk buat. Mereka hanya diam dan mengikuti apa kata Eunhyuk. Tapi mereka bertiga memiliki pikiran yang sama…
Ini akan sangat menarik.

“Baiklah, pertanyaan pertama! Siapa namamu nak?” Eunhyuk mulai membaca list catatan yang ia buat di handphonenya. Tapi anak itu tidak menjawab dan memilih untuk membungkam mulutnya.

“Jawablah! Anggap saja kau adalah artis dan kami adalah wartawan yang mewawancaraimu.” Sahut Donghae mulai membantu rencana Eunhyuk.

“Sudah cepat jawab saja.” Kyuhyun pun ikut membantu tapi tetap saja ia berlagak dingin.

“Memangnya kalian siapa?” Sahut anak itu tidak kalah dingin dengan Kyuhyun.

“Kami boss eomma mu! Kau akan kemari setiap hari dalam seminggu ini kan? Nah kalau kau bekerja sama dengan kami kau boleh bermain starcraft sepuasnya di komputer ahjusshi (paman) ini.” Donghae menepuk-nepuk pundak Kyuhyun.

“Apa katamu?! Senaknya saja! Kenapa harus Sta…” Belum selesai Kyuhyun memprotes ide Donghae, Eunhyuk sudah memotongnya.

“Diamlah Kyu.”

Entah kenapa mata Jino tiba-tiba terlihat berbinar-binar seperti diberi segunung uang.

“Janji ya! Namaku Choi Jino.”

“Berapa usiamu?” Tanya Kyuhyun.

“6 tahun.”

“Woah, kau terlihat lebih tua dari umurmu. Baiklah Jino-ya, siapa nama appa (ayah) mu?” Eunhyuk pun menyebutkan pertanyaan ketiga.

“Kenap…”

“Shh, jawab saja… Ingat, Starcraft seminggu penuh, semaumu!” Sahut Donghae sambil tertawa jahil. Kyuhyun tidak sempat memprotes karena mulutnya dibekam oleh Donghae.

“Baiklah, baiklah! Choi Siwon.”

“Choi Siwon? Anak dari pemilik Choi Company?” Kyuhyun tahu bahwa di korea ini pasti banyak yang bernama Choi Siwon. Tadi dia hanya sembarangan berbicara.

“Memang benar.” Jawab Jino singkat.

“Hah? Jadi Cheonsa-ssi adalah istri dari anak pemilik Choi Company?” Eunhyuk mengulangi informasi yang ia dapatkan, Kyuhyun pun sedikit kaget karena tebakannya ternyata benar. Sedangkan Donghae terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Tunggu sebentar, kalian tidak ingat? Choi Company beberapa bulan yang lalu  baru saja bangkrut kan?”

“Apa? Mereka bangkrut? Kenapa?” Eunhyuk telihat kaget juga penasaran.

“Kalau tidak salah baca… Choi Company bangkrut karena anak tunggal pemiliknya meninggal, jadi ia sangat terpukul dan pekerjaannya hancur kemudian perusahaan miliknya pun ikut hancur.”

“Meninggal? Anak tunggal? Bagaimana dengan Choi Siwon?” Eunhyuk, Kyuhyun, dan Donghae terlihat masih mencerna semuanya. Mereka masih berusaha memasang kepingan puzzle nya.

“Kalian itu bodoh atau apa sih… Appaku, Choi Siwon, anak dari pemilik perusahaan Choi Company yang bangkrut, memang sudah meninggal karena kecelakaan setahun yang lalu!” Jino yang sejak tadi diam saja akhirnya angkat bicara karena tidak tahan dengan otak para CEO ini yang sulit mencerna informasi.

“Jadi… appamu sudah meninggal?” Tanya Donghae perlahan, ia tidak mau menyakiti perasaan Jino.

“Iya.” Tapi Jino menjawabnya seakan-akan yang meninggal bukan appanya, terlalu dingin.

“Berarti… Cheonsa-ssi adalah single parent?” Akhirnya Kyuhyun menyimpulkan semuanya.

“iya, memangnya ke…” Jino belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Donghae dan Eunhyuk sudah senyam senyum sendiri. Seharus nya mereka turut berduka cita karena ayah Jino sudah meninggal, tapi entah kenapa rasa bahagia mendominasi perasaan mereka, termasuk Kyuhyun.

“Jino-yaaaa~ Bagaimana kalau salah satu diantara kami menjadi appamu? Kau mau?” Tanya Donghae.

“Tentu saja… TIDAK, TIDAK, TIDAK!” jawab Jino dengan super jelas, sampai ia mengulangnya 3 kali.

“Jino-ya~ Kau suka cokelat, di bawah ada cafe khusus yang mempunyai kue cokelat terlezat di dunia, kau mau coba?” Sahut Eunhyuk tiba-tiba. Jino melompat dari kursi yang tadi ia duduki dan pergi menuju pintu keluar. Jino membuka pintu nya, tapi sebelum itu ia menatap Eunhyuk dengan tajam kemudian ia menunjuk Eunhyuk dengan telunjuk kecilnya

“Lee Hyuk Jae, butt kisser, tallag! (gagal)

Blam!

Pintu ruangan tertutup cukup keras oleh Jino, meninggalkan ketiga CEO itu yan terbengong-bengon dengan apa yang baru saja dilakukan oleh anak kecil berumur 6 tahun yang bernama Choi Jino.

“Puhahahahahaha! Hyuk-ah, kau sudah gagal sejak awal untuk menjadi suaminya Cheonsa-ssi. Jino tidak akan pernah rela kau menjadi ayahnya! HAHAHAHA!” Donghae tertawa sangat puas dengan apa yang baru saja terjadi. Begitu pula dengan Kyuhyun, ia juga tertawa terpingkal-pingkal. Tapi dalam sekejap suasana itu berubah menjadi panas karena Kyuhyun dan Donghae tiba-tiba saling bertatapan dengan sangat tajam.

“Kita lihat siapa yang lebih pantas!” Sahut Donghae.

“Kita lihat siapa yang duluan gagal!” Balas Kyuhyun.

Tidak ada satupun dari mereka yang rela kalah. Han Cheonsa adalah malaikat yang ‘worth it’ untuk diperebutkan.

To Be Continue

Advertisements

3 responses to “[Requested] Angel (Chapter 1)

  1. Hi love,

    you don’t know how excited i am when i got the notif of your mention in twitter, i read it and blah i was laughing so hard because its nice to see Choi Jino on different writer :ppp

    Aku suka banget deh sama gimana kamu ngegambarin gimana hebohnya Donghae dan Eunhyuk yang udah panik because they close enough to 30 and havent got any chance to married LOL i love kyu juga xoxo abis

    anyway jangan lama lama ya next chapternya! penasaran siapa yang di pilih Jino><

    p.s: thankyou so much gigles! 😀

  2. NAHKAN! Berhubungan dengan IJaggys. Gyahahahahaha~
    berarti feeling ku tepat. Soal.a dari liat cewek di poster.a kaya kenal. Nah bener aja kn kl itu si hcs! Kkk

    3namja andalan IJaggys + lil evil, Jino Choi. SERU!!!!
    Lanjut next part yaa n.n

    *ps: terdampar disini krna direkomenin temen^^ Na imnida, bangapta =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s