[Requested] Angel (Chapter 2)

REQUESTED BY : IJaggys

So… This is the 2nd chapter, i hope you like it.

And again, yang mau coba Request bisa klik disini!

___________________________________________________________

By Zaskia Aruni  (@zaskiarunim)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS, Please leave a comment~

____________________________________________________________

Hari-hari mereka dipenuhi dengan anak kecil yang setiap saat menyebutkan kata GAGAL.

Lee Hyuk Jae, tallag!

Lee Donghae, tallag!

Cho Kyuhyun, tallag!

Entah berapa kali kalimat itu terus berulang. Sepertinya anak itu sudah mengatakannya lebih dari seratus kali. Mereka bertiga kelelahan mencari cara yang bagus untuk mendekati Cheonsa. Tapi tetap saja, selama ada Jino mereka pasti sulit setengah mati untuk mengobrol dengan Cheonsa.

“Aku berani bersumpah, ini lebih sulit dari pekerjaan kita yang menumpuk! Sungguh melelahkan!” Sahut Eunhyuk yang sedang beristirahat di sofa dengan orange juice di tangannya.

“Hyuk, Hae! Besok adalah ulang tahun perusahaan yang ke 100 kan? Apa mereka akan mengadakan pesta?”

“Ah iya, aku lupa besok ada pesta ulang tahun perusahaan! Wah, sepertinya besok, adalah saat yang tepat untuk merefresh diri dari kepenatan! Hae, ayo kita minum-minum yang banyaaaaaak!” Eunhyuk terlihat bersemangat dengan pesta yang di adakan besok malam. Pestanya tidak terlalu formal, tapi tidak seperti di club juga.

“Hey! Apa Cheonsa-ssi sudah tahu?” Tanya Donghae.

“Dia sudah tahu. Tadi pagi sudah kuberi tahu!” Sahut Eunhyuk bersemangat. “Ah, jam makan siang! Kajaaaa~!” Lanjutnya.

Saat jam makan siang, Cheonsa mengajak Jino makan bersama-sama. Tidak seperti anak seumuran lainnya yang sulit makan dan minta disuapin, Jino makan teratur seperti orang dewasa sehingga Cheonsa pun tidak kesulitan untuk memberinya makan. Cheonsa sadar akan tingkah laku Jino yang tidak seperti anak lainnya. Ia merasa kalau tingkah lakunya berubah semenjak setahun yang lalu, yaitu setelah appanya, Choi Siwon, meninggal. Awalnya Jino menjadi pendiam, tapi lama kelamaan Jino malah bertingkah laku seperti orang dewasa. Meskipun terdengar bagus mempunyai seorang anak yang mudah diatur, tapi seorang ibu juga pasti rindu atau ingin merasakan tingkah laku seorang anak sebagaimana mestinya.

Tapi seorang anak tetaplah seorang anak, mereka menyukai chocolate, permen, juga ice cream. Setelah Jino selesai dengan makan siangnya, ia pun pergi untuk membeli ice cream sendiri. Sekedar informasi, cafe di perusahaan ini makanannya super lengkap.

“Kau tahu, sekertaris baru itu membawa anaknya ke kantor!”

“Serius? Yang tadi itu anaknya?”

“Iya benar! Aku tidak habis pikir, berani-beraninya dia membawa anaknya.”

“Dia sudah dapat izin?”

“Mungkin… Aku tidak tahu. Yang pasti dia menyebalkan!”

“Iya, sekertaris yang kemarin juga menyebalkan, ia bekerja hanya karena ingin dekat dengan para CEO kan?”

“Kau benar!”

Cheonsa melihat ke arah dua orang yang sedang berbisik-bisik itu. Ia tidak peduli dengan apa kata orang, meskipun memang hati Cheonsa agak panas. Tapi ia ingat dengan perkataan Kim Ye Ah yang waktu itu menyapanya tiba-tiba,

“Kalau ada orang yang berkata pedas padamu biarkan saja ya. Mereka hanyalah orang-orang yang iri karena kau bisa berada di dekat para CEO.”

“Sssh, jangan keras-keras! Dia melihat ke arah kita!”

“Biar saja, biar dia tahu diri!”

‘Iya, biarkan saja mereka berbicara buruk tentangku sampai berbusa. Aku tidak akan peduli’
Batin Cheonsa.

PIIP PIIP, PIIP PIIP, “Cheonsa-ssi, kau punya earphone? Pakai sekarang juga, ini perintah! Tidak usah bertanya.” PIIP PIIP, PIIP PIIP …

Cheonsa kaget dengan perintah yang baru saja dikirim oleh Kyuhyun, ia tidak mengerti maksudnya tapi tidak diperbolehkan untuk bertanya. Akhirnya Cheonsa hanya menjawab iya saja.

Ketika Cheonsa baru akan memasang earphonenya, ia melihat Jino sedang berdiri di dekat meja kedua orang yang tadi membicarakannya. Tangan kiri Jino memegang cone ice cream sedangkan tangan kanannya berkacak pinggang. Walaupun Cheonsa tidak melihat ekspresi Jino tapi ia merasa bahwa Jino sedang menatap kedua orang tadi dengan tatapannya yang paling tajam, karena setiap Jino marah ia punya aura khusus yang keluar dari tubuhnya. Otomatis kedua orang yang tadi membicarakan Cheonsa langsung pergi.

Entah kenapa Cheonsa terkikik melihat Jino melakukan hal seperti tadi. Ia senang sekaligus bingung karena perintah yang baru saja ia dapatkan dari Kyuhyun tadi.

‘Apa Cho Sajangnim ada disini? Apa dia tahu aku sedang di bicarakan orang-orang? Ah, tidak mungkin! Ini membingungkan, sungguh membingungkan.’ Batin Cheonsa.

Kaja Jino-ya, gomawo…

Cheonsa tersenyum manis pada Jino, kemudian mengajaknya pergi. Ia sendiri bingung, kenapa hatinya serasa melayang? Apa karena Jino yang membelanya tadi? Atau karena…

‘Ah, tidak mungkin! Cho Sajangnim tidak mungkin peduli padaku. Itu adalah hal paling tidak masuk akal yang pernah kupikirkan. Han Cheonsa, kau ini berpikir apa?! Sungguh bodoh! Aku senang karena Jino, hanya karena Jino.’

Cheonsa pun melangkahkan kakinya sambil menggenggam tangan mungil Jino menuju cubicle Kim Ye Ah, ia ingin bertanya-tanya tentang pesta ulang tahun perusahaan ke-100 yang di adakan besok malam.

Ting!

Pintu lift terbuka kemudian Cheonsa turun bersama Jino. Cubicle Kim Ye Ah berada satu lantai di bawah lantai Cheonsa, jabatan yang di pegang Ye Ah pun cukup tinggi.

“Ye Ah?”

Neee? Ah, Cheonsa! Annyeong Jino-ya.”

Cheonsa dan Jino memang sudah sering mengunjungi tempat kerja Ye Ah, sehingga Jino pun sudah bersahabat dengan Ye Ah yang kelakuannya bisa dibilang… terkadang seperti anak kecil, sehingga Jino merasa cukup nyaman dengan Ye Ah. Hal yang cukup langka untuk Cheonsa, Jino memang sulit berteman.

Cheonsa pun duduk di cubicle Ye Ah, sedangkan Jino sedang mengutak-atik barang-barang unik yang ada di cubicle Ye Ah.

“Ada apa?” Ye Ah menggeser kursinya ke hadapan Cheonsa.

“Hmm, aku ingin bertanya tentang pesta besok. Biasanya pesta disini seperti apa sih?” Tanya Cheonsa to the point.

“Pesta di perusahaan ini tidak seperti pesta di perusahaan lainnya yang super formal seperti di kerajaan. Pesta disini bisa dibilang pelampiasan setelah jenuh bekerja. Dress codenya sih formal, tapi disini ada dance floor nya juga, pesta disini rame banget! Mungkin karena yang punya perusahaan juga masih muda kali ya? Jadi style nya gak tua-tua amat!”

Jujur, awalnya Cheonsa berniat untuk tidak ikut ke pesta ini, tapi setelah mendengar penjelasan Ye Ah, pesta di sini terdengar menyenangkan.

Eomma, aku ikut ya?”

Mwo? Andwae! (Apa? Tidak boleh!) Anak kecil tidak boleh ikut!” Seru Ye Ah, Cheonsa hanya bisa tertawa. Dia sendiri masih bingung antara ikut dan tidak ikut.

“Ye noona ikut kan? Kenapa aku tidak boleh?”

“Karena aku sudah besar! Aku sendiri juga masih bingung, aku ingin membawa pacarku. Apa boleh ya?”

“Memang nya ada larangan tidak boleh membawa orang luar?” Tanya Cheonsa.

“Tidak ada sih…”

“Ya kalau begitu bawa saja pacarmu!”

“Baiklah! Kau juga harus datang ya Cheonsa!”

Molla, (tidak tahu) aku bingung…”

Waeeee? (kenapa?) Para CEO itu pasti mengunggu mu!” Goda Ye Ah. Kim Ye Ah adalah orang yang paling hebat melihat gelagat orang lain, termasuk ketiga boss nya yang terpikat oleh sekertarisnya sendiri, Han Cheonsa.

“Hus! Maldo andwae! (Tidak mungkin) Kau ini aneh-aneh saja. Aku kembali kerja ya! Annyeong Ye Ah, kaja Jino-ya!” Cheonsa menggenggam tangan Jino dan pergi dari cubicle Ye Ah.

“Jino-ya, eomma bingung… Besok pergi tidak ya?”

Malam ini Cheonsa sedang menonton TV di apartemennya. Sebetulnya ia tidak benar-benar menontonnya, ia sedang memikirkan antara pergi dan tidak pergi ke pesta besok. Sedangkan Jino sedang bermain game di komputernya. Cheonsa dan Jino tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. Tidak terlalu besar tapi tetap nyaman untuk di tinggali berdua. Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi.

Nuguseyo? (Siapa?) ” Tanya Cheonsa sebelum membuka pintu apartemen nya.

“Ada kiriman barang untuk Han Cheonsa.” Sahut seseorang diluar yang sudah dapat dipastikan paman yang sering mengirimkan barang, Cheonsa pun membukakan pintu. Tanpa di sangka-sangka paman pengirim barang itu sedang membawa 3 box kiriman dan semuanya untuk Cheonsa.

Ahjusshi, ini semua untukku?” Tanya Cheonsa.

Ne, sepertinya semua ini dikirim oleh laki-laki lho, dan yang ku tahu semua ini terbungkus dengan sangat rapih. Mungkin sudah saatnya Jino mempunyai ayah baru, hahaha.” Paman pengirim barang itu tertawa dengan suara beratnya, memang paman itu sudah kenal dan akrab dengan Cheonsa karena keramahannya.

“Ah, aniyo(Tidak) aku tidak pernah berpikir sampai sana.” Cheonsa pun menanda tangani kertas yang di pegang paman pengirim barang. “Gamsahamnida ahjusshi…” Cheonsa hanya tersenyum kemudian membungkuk 90 derajat.

‘Dari laki-laki? Siapa?’

 Itu lah yang sejak tadi Cheonsa pikirkan. Secepatnya Cheonsa duduk di sofa nya dan bersiap untuk membuka ketiga paket tersebut. Seperti kata paman pengirim barang tadi, barangnya memang di kemas dengan sangat rapih dan elegan. Jino yang tadi sedang bermain game perhatiannya terbagi dua karena paket yang datang. Pada akhirnya Jino pun ikut membuka paket yang datang kemudian mengambil surat yang ada di dalam paketnya

Eomma… Ketiga paket ini dikirim oleh…”. Di ketiga surat itu terpampang jelas nama yang tidak asing lagi.

Lee Hyuk Jae

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Ketiga paket itu ternyata berasal dari boss Cheonsa sendiri.

Kemudian Cheonsa membuka semua paket nya. Ternyata ketiga paket itu berisi sama. Sebuah dress mahal, bermerek terkenal yang harganya tidak pernah Cheonsa bayangkan sebelumnya.

Maldo andwae…” Cheonsa sendiri tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Isi surat itu semuanya menjelaskan bahwa Cheonsa harus memakai dress itu ke pesta besok malam. “Mollaaaa~ Aku tidak mungkin memakai ketiga nya besok malam, mana yang harus aku pilih? Jino-yaaaaaa...” Cheonsa bingung, ia pun memeluk Jino yang sedang memlihat-lihat dress itu.

Eomma, kau tidak usah pakai semua ini…”

“Maksudmu?”

“Dress dari appa, eomma jarang memakainya kan?”

“Dress yang berwarna beige? Dari mana kau tahu?”

“Entahlah, aku hanya asal menebak. Eomma sering memandangi gaun itu kan? Aku tahu kok. Aku juga kangen dengan appa…”

Baru kali ini Jino mengatakan hal seperti ini. Hari ini Jino jujur dengan perasaannya, Cheonsa tahu Jino pasti rindu dengan appa nya. Dulu mereka adalah keluarga yang harmonis seperti dongeng yang selalu berakhir dengan bahagia.

Nado bogoshipo(Aku juga kangen)” Cheonsa memeluk Jino, kemudian membisikan kalimat itu di telinga Jino. Tanpa sadar Cheonsa meneteskan air matanya.

‘Jujur, aku tidak pernah sekalipun memikirkan tentang ayah baru untuk Jino. Tapi mendengar Jino berkata seperti tadi, mungkin aku harus berpikir dua kali.’

Akhirnya Cheonsa pergi bersama Jino. Cheonsa menggunakan dress beige selututnya dan Jino memakai tuxedonya, lucu sekali.

“Malam ini aku saja yang jadi pasangan eomma. Ye noona juga boleh membawa pacarnya, kenapa aku tidak boleh, hahaha.”

Itulah alasan yang Jino gunakan agar ia di ajak ke pestanya sehingga Cheonsa tidak bisa mengelak lagi. Tidak lupa Cheonsa pun membawa ketiga dress yang dikirimkan boss nya itu, ia merasa tidak bisa menerimanya.

Setelah sampai di lobby gedung Cheonsa di sambut dengan baik oleh orang-orang dan ia langsung diantarkan menuju ballroom tempat pestanya berlangsung.

“Cheonsa-ssi!”

Sebelum ia masuk kedalam lift, seseorang memanggilnya dari jauh yang ternyata adalah Lee Donghae. Ketika Cheonsa membalikan badannya, tubuh Donghae tiba-tiba terasa seperti di sengat listrik.

‘Terlalu cantik, Cheonsa terlalu cantik.’ Batin Donghae.

Ye, ye, yeppeuda. Neomu yeppeuda (sangat cantik) Cheonsa-ssi… AWW!” Donghae mendekati Cheonsa dan tiba-tiba kakinya terasa sangat sakit. Ternyata Jino menginjak kaki Donghae dengan kencang.

“Sakit sekali Jino-ya…” Donghae mengeluarkan pout nya dan mengusap-usap kakinya. Tepat ketika pintu lift terbuka, Donghae, Cheonsa dan Jino pun masuk bersama-sama.

Sajangnim…” Cheonsa memulai pembicaraannya.

Ne?” Donghae tersenyum dengan senyuman mautnya, membuat jantung Cheonsa seperti akan terlepas dari tempatnya.

“Ini… Dress dari sajangnim, maaf saya tidak memakainya hari ini, saya tidak bisa menerimanya.” Cheonsa pun mengembalikan dress itu pada Donghae.

“Tidak apa-apa kok, kau terlihat lebih cantik dengan dress ini. Dress dariku kau simpan saja, itu untukmu.” Donghae mendorong tangan Cheonsa dengan lembut. “Tapi… Dress yang kamu pakai bukan dari Eunhyuk atau Kyuhyun kan?”

“Bukan! Dress itu dari appa!” Sahut Jino tiba-tiba.

Appa? Choi Siwon? Wah sepertinya kau sangat menyayangi appa mu ya, Jino.” Donghae tersenyum manis sambil mengusap-usap puncak kepala Jino. “Hmm, andai aku bisa jadi appamu, Jino. Hahaha…” Sebelum Jino sempat membalas perkataan Donghae, pintu lift sudah terbuka dan Donghae melangkah pergi duluan. Sedangkan Cheonsa terbengong-bengong sendiri dengan perkataan boss nya tadi.

‘ia ingin jadi appa nya Jino? Apa maksudnya?’

Eomma kaja!” Jino membangunkan Cheonsa dari lamunannya kemudian menarik tangannya keluar lift.

Cheonsa dan Jino pun masuk ke dalam ballroom tempat pestanya berlangsung. Ketika Cheonsa memperhatikan semuanya ia melihat sekerumunan orang, ah bukan… Sekerumunan perempuan. Tanpa Cheonsa sadari, kakinya melangkah menuju kerumunan itu karena penasaran. Ternyata yang di kerumuni perempuan-perempuan itu adalah ketiga boss nya. Satu kata yang ada di kepala Cheonsa sekarang adalah…

‘pangeran…’

“Cheonsa-ssi! Cheonsa-ssi!”

Ia baru tersadar dari lamunannya setelah Eunhyuk memanggil namanya beberapa kali dan mengajaknya untuk duduk bersama mereka. Cheonsa merutuki dirinya sendiri meskipun bukan dia yang salah, ia sangat malu karena saat ini ia di tatap dengan tajam oleh puluhan pasang mata.

“Oh my god! So beautifuu~l!” Sahut Eunhyuk. Ia berusaha menggunakan bahasa Inggris dengan accent Korea yang masih kental sehingga Cheonsa pun tertawa kecil. Berbeda dengan Jino yang terlihat jelas meremehkan kemampuan bahasa Eunhyuk.

“Bukankah kau CEO? Kenapa bahasa Inggris mu masih tidak jelas?” Sahut Jino masih dengan tatapan meremehkan.

“YA! Kau ikut kemari?!” Ternyata Eunhyuk tidak menyadari kedatangan Jino sejak tadi, kemudan ia melanjutkan kalimatnya. “Mungkin kemampuan bahasa ku tidak begitu baik, tapi kemampuan menari ku sempurna. Perhatikan aku!” Eunhyuk pun berdiri kemudian menerobos kerumunan perempuan yang sejak tadi mengelilingi mereka. Setelah ia berdiri di dance floor, ia merequest sebuah lagu dengan remote touch screen nya.

Ketika musik berputar, Eunhyuk seperti tenggelam di alunan musik. Boss Cheonsa yang satu ini menari dengan luar biasa, ia seperti sudah berada di dunianya sendiri. Dengan rambut blonde dan lampu yang menyinari nya, Eunhyuk terlihat sangat bersinar. Perempuan di sekeliling Cheonsa berteriak-teriak seperti fangirl yang sedang menonton konser. Tiba-tiba Eunhyuk mengulurkan tangannya pada Cheonsa, tapi Jino menahan eomma nya sehingga Cheonsa tidak bisa menerima ajakan Eunhyuk. Tanpa di sangka-sangka Jino melepaskan tangan eommanya dan pergi menuju dance floor. Jino berdiri di samping Eunhyuk dengan tatapan menantang. Entah kenapa dance floor ini menjadi battle dance antara Eunhyuk dan Jino. Cheonsa tahu Jino suka menari, tapi ia tidak tahu Jino sehebat ini.

Pemenangnya tidak bisa ditentukan karena keduanya terlihat lelah dan nafas mereka sudah tidak beraturan. Setelah itu keduanya malah tertawa dan mereka malah pergi meninggalkan Cheonsa, Kyuhyun, Donghae, dan juga para penonton yang di dominasi perempuan. Cheonsa merasa senang dan bangga. Yang pertama karena Jino ternyata bisa menari sehebat itu, dan yang kedua karena Jino sudah bisa bergaul dengan orang lain meskipun bukan dengan teman sebayanya tapi Cheonsa sudah sangat bersyukur. Kalau di pikir-pikir lucu juga, anak nya berteman dengan boss nya.

‘Ini menarik’ pikir Cheonsa.

Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam, Cheonsa, Kyuhyun dan Donghae yang tadi ditinggal Eunhyuk memilih untuk mengobrol di ruangan VVIP khusus para CEO. Sebetulnya Cheonsa tidak di perbolehkan untuk masuk ke ruangan ini, tapi karena para CEO nya pun memperbolehkan, apa salahnya? Sedari tadi mereka bertiga sudah mengobrol banyak, tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Ternyata yang membukanya adalah Eunhyuk yang sedang menggendong Jino di punggung nya. Jino sudah terlelap sejak beberapa menit yang lalu, akhirnya Eunhyuk membawanya kembali ke Cheonsa.

“Ternyata Jino sangat lucu ya, tapi hanya ketika sedang tidur, hahaha.” Sahut Eunhyuk, yang lain pun tertawa karena candaannya. “Aku hanya bercanda, Jino benar-benar lucu setiap saat.” Eunhyuk pun duduk di sebelah Donghae sedangkan Jino tidur di sebelah Cheonsa.

“Hyukkie, aku sudah menunggumu dari tadi, ayo kita minum!” Donghae mengambil 3 botol soju dari pendingin yang ada di ruang VVIP itu.

“Minum? AYO!” Sahut Eunhyuk tidak kalah bersemangat. Dia dan Donghae pun saling menuangkan soju ke gelas satu sama lain.

“Kau tidak mau minum Kyu?” Tanya Donghae.

“Tidak, aku minum ini saja.” Jawab Kyuhyun sambil menggoyang-goyangkan gelas yang berisi wine di tangannya.

“Cheonsa-ssi kau mau?” Tanya Eunhyuk, entah serius atau tidak.

“Tidak, terima kasih.” Cheonsa menolaknya baik-baik. Cheonsa menyukai rasa soju, hanya saja kepala Cheonsa akan menjadi sangat pening esok harinya. Pusing yang luar biasa, dan Cheonsa benci bila kepalanya terasa pusing.

Tanpa disadari Kyuhyun dan Cheonsa pun mengobrol banyak tentang apa saja, termasuk tentang Choi Siwon yang ternyata adalah teman masa kecil nya Kyuhyun tapi ketika sudah besar mereka hilang kontak.

”Siwon hyung sangat beruntung menikahi kau, Cheonsa-ssi.”

“Ah, tidak juga… Mungkin aku yang seharusnya beruntung bisa hidup dengannya meskipun tidak terlalu lama.”

Suasana di ruangan menjadi hening, Donghae dan Eunhyuk sudah terlelap karena efek dari berbotol botol soju yang tadi mereka minum. Hanya tinggal Kyuhyun dan Cheonsa yang masih terjaga.

“Kau…” Kyuhyun menahan kalimatnya, ia tidak yakin dengan pertanyaanya. “… Pernah berpikir untuk mencari ayah baru untuk Jino?”

“Hmm… Entahlah, tapi anak seumuran Jino sepertinya masih membutuhkan sosok ayah.” Entah kenapa Cheonsa tidak berani menatap wajah Kyuhyun, sehingga Cheonsa malah mengalihkan perhatiannya pada Jino yang sedang tertidur di sebelahnya kemudian mengelus rambutnya dan mengagumi wajah Jino yang sangat manis.

Entah apa yang merasuki Kyuhyun, atau mungkin karena efek wine yang diminumnya sedari tadi, Kyuhyun menarik pergelangan tangan kanan Cheonsa sehingga tubuh Cheonsa ikut tertarik. Tanpa aba-aba Cheonsa merasakan manisnya wine, juga harumnya yang khas, dan yang paling terasa adalah lembutnya bibir Kyuhyun. Kyuhyun sendiri tidak tahu kenapa ia bisa seberani itu mencium bibir Cheonsa. Ciuman yang lembut, manis, dan harum, ciuman yang di impikan semua perempuan. Kyuhyun tidak kunjung melepas ciuman tersebut dan tanpa disadari Cheonsa ikut menutup matanya. Meskipun ciumannya tidak ia balas, tapi ada sesuatu yang menggelitik Cheonsa. Sudah lama sekali ia merasakan hal ini, satu hal yang ada di kepalannya saat ini…

‘Aku tidak tahu bahwa sebuah ciuman bisa terasa semanis ini.’

Eomma… hhh…”

Jino tiba-tiba melindur, akhir nya Cheonsa dan Kyuhyun melepas ciuman tersebut.
Kalau bukan karena Jino yang melindur, mungkin Cheonsa akan semakin meleleh karena ciumannya dengan Cho Sajangnim yang terasa sangat manis.

Ciumannya dengan Cho Sajangnim

Dengan Cho Sajangnim

CHO SAJANGNIM?!

Cheonsa baru sadar dengan apa yang baru saja terjadi dengannya.

Ia berciuman dengan boss nya sendiri.

‘ini gila, aku sudah gila!’

“Maafkan aku Cho sajangnim, sepertinya aku harus pulang sekarang, selamat malam.” Dengan terburu-buru Cheonsa membereskan barang-barangnya, tapi sebelum ia sempat membangunkan Jino, Kyuhyun sudah menggendong Jino.

“Ini sudah sangat malam, akan ku antar.” Sebetulnya Cheonsa ingin menolak karena nanti suasanannya pasti akan sangat canggung. Tapi karena Cheonsa merasa lebih kasihan pada Jino yang sudah tertidur nyenyak, akhirnya Cheonsa hanya bisa menuruti perintah Kyuhyun dan meninggalkan Donghae dan Eunhyuk yang masih tertidur di sofanya.

Seperti yang sudah Cheonsa duga, suasana di dalam mobil sangat hening dan canggung. Kyuhyun menyetir, Cheonsa duduk di samping Kyuhyun, sedangkan Jino tidur di jok belakang. Setelah sampai di depan apartemen Cheonsa, Kyuhyun berniat untuk membukakan pintu untuk Cheonsa dan menggendong Jino, tapi Cheonsa menahannya.

“Tidak usah, terima kasih banyak Cho Sajangnim

Sebelum Cheonsa keluar dari mobil, Kyuhyun mengatakan sesuatu nyaris seperti berbisik.

“Cheonsa-ssi… Mianhaeyo... (maafkan aku)

Cheonsa sendiri bingung untuk menjawab apa, sehingga ia hanya bisa memandangi Kyuhyun. Setelah itu Cheonsa masuk ke apartemennya bersama Jino, sedangkan Kyuhyun menggas mobilnya dan pergi.

‘Cho Sajangnim… Bukan Cho Kyuhyun. Aku hanya sebatas direkturnya, sungguh bodoh…’

Kyuhyun menggas mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Hari ini seharus nya menjadi hari libur kantor, tapi Donghae, Kyuhyun dan Eunhyuk memutuskan untuk makan siang di restoran langganan mereka.

“Ah, kepalaku masih terasa pening.” Sahut Eunhyuk sambil memijat-mijat pelipisnya.

“Kyu, apa yang terjadi kemarin malam setelah kami mabuk? Aku tidak ingat sama sekali.” Tanya Donghae.

Dalam sepersekian detik kejadian tadi malam antara Cheonsa dengannya seperti berputar kembali, tapi Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Donghae, dan itu membuat Eunhyuk curiga.

“Kyu, kau tahu aku punya feeling yang kuat kan?”

“Maksudmu?” Kyuhyun berpura-pura tidak mengerti untuk menutupi semuanya.

“Entahlah, aku hanya merasa ada yang terjadi padamu dan… seseorang…” Eunhyuk menjawab Kyuhyun dengan senyuman liciknya.

“Tidak ada yang terjadi.” Kyuhyun masih berusaha mendatarkan suaranya agar Eunhyuk tidak semakin curiga, tapi tetap saja Eunhyuk memandangnya dengan penuh arti.

“Sudahlah Hyuk, beritahu saja!” Sahut Donghae bersemangat, sedangkan Kyuhyun terlihat kebingungan dan tegang.

“Hmm, baiklah. Kyuhyun… Aku melihatmu mencium Cheonsa-ssi

Dalam sekejap mata Kyuhyun membulat dan tubuhnya seperti membeku.

“Entah kenapa saat itu aku malah terbangun dan melihatnya, tapi aku berpura-pura masih tidur.” Jelas Eunhyuk.

“K, k, kalian…” Suara Kyuhyun terdengar sangat gugup.

“Donghae tidak melihatnya, hanya aku yang melihatnya. Kau tidak perlu gugup seperti itu, hahaha.” Saat ini Kyuhyun ingin sekali mencekik Eunhyuk atau membuatnya gegar otak, tapi Eunhyuk malah menganggapinya sebagai candaan.

“Hae, sepertinya kita harus mundur. Rekan kerja kita yang satu ini sepertinya sedang jatuh cinta. Kalau bukan dengan Cheonsa-ssi mungkin sampai mati pun dia tidak akan pernah menikah.”

“Hmm, aku setuju dengan mu Hyuk. Sudah saat nya kita mundur, pesaing kita terlalu tangguh.” Sahut Donghae menyetujui perkataan Eunhyuk.

“Aku… mencintai Cheonsa-ssi?”

“Kyuhyun, kau ini bodoh atau kenapa? Itu sudah jelas! Tidak kah kau sadar?!” Donghae mulai tidak sabaran karena sifat temannya yang payah dalam percintaan ini. Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan Donghae dan malah diam.

“Intinya… Kejar dia Kyuhyun, kejar Han Cheonsa!” Kyuhyun terbangun dari lamunannya saat Eunhyuk berkata seperti itu.

Kyuhyun terlihat sangat bingung. Bagaimana ia bisa mengejar Cheonsa kalau hubungannya dengan Cheonsa bahkan menjadi sangat canggung. Yang membuatnya tambah bingung ketika Donghae berkata…

“Kalau bisa, sampai menikahinya.”

Kyuhyun tahu Donghae bercanda, hanya saja kata pernikahan membuat pipinya panas dan detak jantungnya tidak beraturan. Mungkin karena Kyuhyun jarang sekali atau mungkin tidak pernah mempunyai hubungan khusus dengan seorang perempuan.

“Sudah ah, aku keluar dari sini! Kalian yang bayar makanannya!” Kyuhyun bangkit dari kursinya dan pergi keluar restoran, meninggalkan Donghae, Eunhyuk, dan bill makanannya. Donghae dan Eunhyuk tidak mau menyerah begitu saja. Mereka membayar billnya dengan segera kemudian mengikuti Kyuhyun dari belakang.

Di sebrang restoran, Donghae tidak sengaja melihat sosok yang terasa sangat familiar. Ketika ia melihat sosok itu untuk kedua kalinya ia baru sadar bahwa itu adalah Cheonsa dan Jino.

“Kyu! Itu Cheonsa-ssi.”

“Jangan mengada-ngada!” Sahut Kyuhyun dengan nada yang cukup tinggi.

“Aku tidak bercanda! Lihat!” Suara Donghae tidak kalah tinggi dengan Kyuhyun.

Ketika Kyuhyun melihat ke arah yang Donghae tunjuk, tubuhnya serasa membeku tapi terasa panas. Kejadian tadi malam pun terulang lagi di benaknya. Donghae dan Eunhyuk menyeret Kyuhyun untuk menyapa Cheonsa terlebih dahulu. Eunhyuk terlihat bersemangat melambai-lambaikan tangannya sampai Cheonsa dan Jino melihatnya. Ketika Cheonsa sadar, mau tak mau ia harus menyebrang dan menyapa ketiga boss nya itu.

Cheonsa dan Jino menyebrang bersama-sama di zebra cross ketika lampu merah menyala. Ketika menyebrang tangan Jino dan Cheonsa terlepas. Entah kenapa Jino tiba-tiba berlari, dan sebuah mobil berkecepatan tinggi sulit mengendalikan mobilnya meskipun lampu merah menyala.

“JINO!”

Ckiiit!

Kyuhyun, Donghae dan Eunhyuk mendengar jeritan Cheonsa. Tanpa diduga-duga Kyuhyun melompat ke jalan raya, ia berusaha untuk menangkap Jino kemudian tubuh mereka berdua terhempas dengan kencang dan berguling-guling di aspal yang sangat keras itu.

Setelah mobil itu berhasil dihentikan, Eunhyuk Donghae dan Cheonsa berlari ke arah Kyuhyun dan Jino. Tubuh Cheonsa terlihat bergetar dengan hebat, dan matanya memerah penuh dengan air mata.

“Jino-ya…” Cheonsa memeluk Jino yang selamat tanpa luka berat, hanya sedikit memar. Kedua mata Jino terlihat memerah, ia ingin menangis tapi entah kenapa malah menahannya sekuat mungkin. Sekuat apapun Jino menyembunyikannya Kyuhyun masih bisa melihatnya.

Cheonsa masih memeluk Jino dengan kuat, ia tidak mau kehilangan orang yang dia sayangi lagi. Setelah semuanya sedikit mereda, Kyuhyun memanggil Jino untuk bicara sebentar.

“Jino, aku ingin bicara dengan mu sebentar.” Kyuhyun mengulurkan tangannya, kemudian menarik Jino agak jauh dari Cheonsa, Donghae, dan Eunhyuk.

“Jino… kau harus lebih berhati-hati lagi. Lihat eomma mu begitu khawatir padamu sampai menangis dan tubuhnya bergetar seperti itu.” Jino melihat sebentar keadaan eomma nya yang masih sedikit gemetar di pelukan Donghae. Donghae memeluk Cheonsa bukan bermaksud mencari kesempatan dalam kesempitan, tapi karena Cheonsa pasti membutuhkan pundak seseorang.

“Saat ini yang kau punya hanya eomma mu, dan eomma mu hanya mempunyai kau. Bagi eommamu, kau adalah sesuatu yang jauh lebih berharga dari apapun di dunia ini. Jadi tolonglah Jino, jaga dirimu baik baik, ya?” Saat ini Jino memeluk Kyuhyun yang berjongkok untuk menyetarakan tinggi mereka, dan Jino mendengarkan semua perkataan Kyuhyun dengan baik-baik.

“Jino aku percaya padamu, kau bisa menjaga eomma mu kan?” Kyuhyun membisikan kalimat demi kalimat di telinga Jino, tapi Jino menggeleng karena pertanyaan ini, ia tidak yakin bisa menjaga eommanya sendirian.

“Jino dengarkan aku… Kau yang bertanggung jawab untuk menjaga nya di dunia, sedangkan appa mu akan menjaga kalian berdua dari atas sana. Jadi, kau tidak sendirian Jino, kau ini laki-laki, kau pasti bisa!” Sedikit demi sedikit Jino mengeluarkan air matanya. Ketika air matanya mengalir tanpa henti, tangisanya pun semakin menjadi. Akhirnya ia bisa mengeluarkan apa yang ia rasakan tanpa harus menahannya. Hatinya bisa meledak bila ia terus menahan apa yang ia rasakan. Kyuhyun pun mengusap-usap punggung Jino

“Berjanjilah padaku, Jino… Jagalah dirimu dan eomma mu.” Kyuhyun mengeluar kan kelingkingnya sambil tersenyum di hadapan Jino. Tanpa sedikit keraguan Jino menautkan jari kelingking kecilnya pada kelingking Kyuhyun.

Jino yang masih menangis, berlari menuju Cheonsa dan menangis sejadinya, ia bahkan menangis sambil memanggil-manggil appa nya. Hari itu Jino menumpahkan semua isi hatinya yang ia simpan rapat-rapat.

Cheonsa dan Jino di antar pulang oleh ketiga bossnya.
Hari yang melelahkan.

Pagi ini semua orang kembali bekerja seperti biasa. Seharusnya hari ini Jino tidak ikut ibunya ke kantor karena sudah lewat dari seminggu. Tapi Jino memaksa untuk ikut karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan pada Kyuhyun. Pada akhirnya Cheonsa membawa Jino ke kantor.

Sesampai nya di kantor entah kenapa Jino langsung berlari masuk ke ruang kerja CEO. Cheonsa hanya bisa tertawa melihat kelakuan Jino. Jino terlihat lebih ceria dari biasanya.

“Jino? Kenapa kau kemari? Bukankah hanya seminggu?” Tanya Eunhyuk.

“Kenapa? Tidak suka?” Jino masih menjawabnya dengan dingin dan menggunakan banmal.

“Ti, tidak… Tidak apa-apa kok.” Jawab Eunhyuk seperti bawahan yang di marahi oleh bossnya, ia hanya bisa diam.

“Aku kesini untuk merekrut Kyuhyun.” Jino berkacak pinggang dengan tas ransel di punggungnya, sangat lucu.

“Tch, kau kenapa kau masih memanggilku dengan namaku? Tidak sopan! Merekrut apa maksudmu?”

“Iya, aku ingin merekrutmu sebagai… Appa ku.”

Donghae yang sedang minum tiba-tiba menyemburkan minumannya sedangkan Eunhyuk menjatuhkan cellphonenya yang sedang ia pegang dan Kyuhyun hanya bisa membulatkan matanya dan tubuhnya lagi lagi membeku. Yang pasti mereka bertiga SANGAT, SANGAT KAGET.

A, a, a, appa?” Kyuhyun berusaha mencerna apa yang di katakan Jino.

“Iya… Aku sudah memikirkan ini semalaman, aku tidak pernah salah.” Sahut Jino dengan percaya diri. “Kyuhyun… Ah bukan! Calon appa ku, lamar eomma ku hari ini juga.”

“APA?! HARI INI?!” Kyuhyun kaget dengan kemampuan anak ini yang bisa mengatur orang lain semaunya. “Shireo! (Tidak mau)”

“Hari ini atau tidak sama sekali. Aku akan membantumu.” Jino mendekat ke meja Kyuhyun, dan ke empat laki-laki itu mulai berdiskusi. Kyuhyun tidak habis pikir, kenapa anak 6 tahun bisa menyuruhnya dengan seenaknya? Luar biasa.

PIP PIIP, PIP PIIP, “Cheonsa-ssi bisa tolong buatkan kopi? Seperti biasa ya.” PIP PIIP, PIP PIIP, PIP PIIP,

Cheonsa menjawab panggilan itu dan segera membuat kopi seperti yang di perintahkan. Tapi ada sesuatu yang menarik perhatiannya, sebuah bunga yang tergeletak di samping mesin pembuat kopi.

lavender rose’  batin Cheonsa.

Ketika ia melihat bunga itu lebih dekat, ternyata ada secarik kertas yang menempel di bunga itu.

Untuk Han Cheonsa.

Cheonsa kaget melihat tulisan itu. Ia bingung antara mengambilnya atau tidak mengambilnya. Meskipun sudah tertera namanya ia masih bingung apa ini benar untuknya? Kalau benar untuknya, kenapa seseorang memberinya bunga? Akhirnya Cheonsa mengambilnya dan ternyata di balik kertas itu tertulis sesuatu juga.

Enchantment

Hanya tertulis kata itu dan tidak ada nama pengirimnya. Cheonsa semakin bingung. Pada akhirnya ia membawa bunga itu kemudian kembali membuat kopi.

Setelah selesai Cheonsa memberikan kopi itu pada Kyuhyun. Tadi nya ia ingin kembali ke cubicle nya tapi Donghae menahanya dan menyuruhnya untuk mengkopi beberapa kertas nya. Cheonsa pun pergi menuju ruang fotokopi dan hal yang terjadi ketika ia membuat kopi terulang lagi.

Sebuah bunga tergeletak di atas mesin fotokopi. Kali ini bukan satu batang tapi seikat bunga. Ia melihat kertas nya yang tertempel di bunganya.

Untuk Han Cheonsa.

‘baby’s breath’

Cheonsa mengetahui banyak sekali nama bunga. Sejak kecil ia memang sangat menyukai bunga. Cheonsa pun membalik kertasnya, dan benar saja ada sesuatu yang tertulis di kertasnya lagi.

Sincerity

Cheonsa benar-benar bingung dengan kedua bunga yang di terimanya, apa maksud di balik semua ini? Setelah selesai Cheonsa  menaruh bunga-bunga itu di cubiclenya kemudian kembali ke ruangan CEO untuk menyerahkan kertas yang sudah ia fotokopi.

Ini hampir jam makan siang tapi ketiga CEO itu terus meminta Cheonsa melakukan ini dan itu. Yang lebih aneh setiap ia melakukan apapun pasti sebuah bunga tergeletak di sana. Di setiap bunga pasti menempel secarik kertas bertuliskan Untuk Han Cheonsa dan sebuah kata berbahasa inggris di baliknya.  Ini sudah bunga ke 9, dan 9 kali juga para CEO memerintahnya.

Dan ini lah bunga yang ia dapat kan hari ini setelah lavender rose dan baby’s breath. Nama bunga-bunga ini berurutan juga dengan kata yang tertulis di kertasnya.

Sunflower, ‘Pure thoughts’

Orchid, ‘Refined beauty’

Gardenia, ‘Lovely’

Phlox, ‘Harmony’

Plumeria, ‘Perfection’

Forget-me-not, ‘True Love’

Dan bunga kesembilan yang baru saja ia dapat tadi adalah Red Chrysanthemum, yang bertuliskan ‘I love you’

Cheonsa baru mengerti setelah mengumpulkan bunga-bunga itu dan kertas yang tertempel di masing-masing bunga. Kata yang tertulis di kertasnya adalah arti dari bunga itu. Setiap bunga memiliki arti, bahkan setiap warna bunga itu punya arti yang berbeda-beda. Cheonsa menyukainya, sangat menyukainya.

Setelah menyelesaikan tugas ke sembilan yang di berikan CEO nya, Cheonsa kembali ke ruangan CEO untuk menyerahkannya. Jujur Cheonsa sudah lelah dan berharap ini tugas terakhir yang ia dapatkan. Ketika ia membuka pintu ruangan CEO, Cheonsa kaget karena lampunya gelap dan Cheonsa tidak bisa melihat apapun. Cheonsa masuk perlahan, tiba-tiba pintu di belakannya tertutup, Cheonsa yang kaget berusaha untuk tidak panik. Ketika ia berusaha mencari tombol lampunya, lampunya sudah menyala kembali. Cheonsa melihat ke sekeliling ruangan dan yang membuatnya kaget adalah setangkai bunga yang tergeletak di meja salah satu CEO nya.

Red Rose

Dengan perlahan Cheonsa mengambilnya, tapi di bunga itu tidak menempel kertas apapun. Ia takut ini bukan untuknya jadi ia menaruh bunga itu pada posisinya semula.

“Itu untukmu Cheonsa-ssi.”

Cheonsa kaget dengan suara itu, otomatis ia membalikan badannya ke arah suara.

“Cho sajangnim?”

Kyuhyun tersenyum dan berjalan mendekat ke arah Cheonsa. Kyuhyun mengambil bunga itu dan memberikannya langsung pada Cheonsa. Cheonsa yang malu menundukan kepalanya, ia tidak berani menatap wajah Kyuhyun.

“Cheonsa-ssi…”

Karena Kyuhyun memanggilnya, mau tidak mau Cheonsa harus berani menatapnya.

“… maukah… kau menikah dengaku?”

“Me, menikah?” Saking kagetnya, jantung Cheonsa terasa seperti meloncat keluar.

Kyuhyun mengangguk dan melanjutkan kalimatnya. “Aku… ingin menjadi suami mu, dan juga appanya Jino… Aku ingin menjaga kalian berdua. Aku tidak bermaksud menggantikan posisi Siwon hyung, aku mengatakannya karena… karena…” Suara Kyuhyun sedikit tercekat, ia sangat gugup. Ia ingat dengan perkataan Eunhyuk, kalau jantungnya terasa seperti akan meledak, dia harus menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya perlahan. Kyuhyun melakukannya dan jantungnya sedikit lebih tenang.

“Karena aku mencintaimu.”

Cheonsa terlihat sedikit bingung, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan, kepalanya kosong. Tatapannya terlihat sangat bingung, tapi ada satu yang ia ingat…

“Cho sajangnim… I, ini bukan sesuatu yang aku bisa tentukan sendiri… A, aku harus menanyakannya pada Jino terlebih dahulu.” Cheonsa menghembuskan nafasnya, ia berhasil mendapatkan jawaban yang tepat.

“Jino?” Entah kenapa Kyuhyun malah tersenyum dan tertawa kecil. “Jino!” Kali ini nadanya tidak seperti bertanya, tapi seperti memanggil.

Eomma!”  Jino tiba-tiba keluar dari persembunyiannya dan malah tersenyum lebar. “Ada yang ingin ku katakan…” Jino mendekat pada Cheonsa dan memegang tangan kanannya. “Eomma, sepertinya aku membutuhkan appa yang baru.”

Cheonsa kaget setengah mati mendengarnya. Anaknya sendiri menyuruhnya untuk menikah lagi?

Tangan kiri Jino menggengam tangan kanan Cheonsa, sedangkan tangan kanan Jino memegang tangan kiri Kyuhyun. Tanpa di sangka-sangka Jino menyatukan kedua tangan kanan Cheonsa dan tangan kiri Kyuhyun dan itu membuat keduanya kaget. Jino hanya tersenyum lebar menampakan giginya.

Chukae eomma! Chukae Kyuhyun! Aish, sepertinya aku harus membiasakan memanggil mu appa…” Jino berlari pergi meninggalkan Kyuhyun dan Cheonsa, tiba-tiba Donghae dan Eunhyuk keluar dari persembunyian yang sama. Mereka berdua tertawa-tawa dan mengucapkan selamat pada Kyuhyun dan Cheonsa juga. Donghae, Eunhyuk, dan Jino keluar, ruangan ini menjadi hening.

“Jadi…” Kyuhyun tersenyum melihat tangannya bertautan dengan Cheonsa. “… maukah kau menikah dengaku?”

6 bulan kemudian

Cheonsa dan Jino sudah pindah dan tinggal di rumah milik Kyuhyun yang SUPER besar dan mewah, seperti istana. Cheonsa sudah berhenti menjadi sekertaris atas permintaan Kyuhyun sendiri, dan sekarang ia memiliki kebun bunga, walaupun tidak terlalu besar tapi tertata rapih dan cantik. Sedangkan Jino sudah masuk sekolah dasar. Meskipun tingkah laku nya masih seperti orang dewasa tapi sekarang ia mempunyai sisi manjanya seperti anak-anak seumuran lainnya.

Hari ini berjalan seperti biasanya, di pagi hari Kyuhyun bersiap untuk pergi ke kantor dan Jino bersiap untuk pergi ke sekolahnya.

Jino sedang memakan sereal kesukaannya, sedangkan Cheonsa sedang membetulkan dasi Kyuhyun. Tiba-tiba Kyuhyun mencium bibir Cheonsa.

“EWW! Aku tahu kalian ini belum lama menikah, tapi bisakah tidak melakukan ITU di depan anak kalian?!” Akhir-akhir ini Jino sering marah-marah karena jijik harus melihat pemandangan itu setiap hari.

“Jino… Kau mau punya adik tidak?” Kyuhyun tersenyum jahil pada Jino.

“EW! SHIREO!” Jino menggebrak mejanya kemudian memakai ransel nya, berusaha kabur dari suasana menjijikan ini.

“Sulit juga memiliki 2 boss di dalam 1 rumah, keduanya keras kepala. Kenapa sifat kalian sama persis sih?” Cheonsa hanya bisa menggelengkan kepalanya.

Seperti ini lah kehidupan mereka setelah Cheonsa dan Kyuhyun menikah.

And they live happily ever after?

Hmm, entahlah…

THE END

Advertisements

3 responses to “[Requested] Angel (Chapter 2)

  1. ihihihi yaampun selama baca ff ini aku senyum senyum sendiri ngeliat hebohnya kelakuan mereka!

    and of course aku ganyangka bahwa hcs berakhir manis dan sweet sama kyuhyun yaps walaupun aku cinta juga sih sama kyu hahahahaha but really cerita ini sweet banget <333

    anyway makasih zaskia udah mau spent timenya buat nulis ff ini,

    love you xoxo 😀

  2. jino oh jino. EunHae pun tunduk padamu. Nurut! Kkkk..
    nice story. Chokyu-Cheonsa.
    Ciye ciyeeeeeee… HAHA
    Happy wedding, by the way xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s