[Requested] Don’t Go

[Poster] Don't Go

Requested by: Angelia

Yeoreobun, i’m back!

Haha, maaf banget jadi sering hiatus gini…

As you know, sebulan kemarin aku hiatus karena tugas sekolah. Which is, NOVELET. Jadi, aku nggak bisa ngebagi dua fokus aku kalau lagi nulis. I mean, aku nggak bisa nulis dua cerita yang berbeda dalam satu waktu, di tambah dengan deadline yang nyaris membunuhku. Seriously, i stayed till 3 in the morning just to finish my novelet. Sorry jadi curcol gini.

Novelet yang aku buat selama sebulan kemarin, akhirnya di jual! Judulnya Forget-Me-Not. Kalian bisa lihat page di atas untuk info lebih lanjut. Aku masih jual dengan harga promo! Launchingnya tanggal 1 Maret, so grab it fast!

CLICK HERE FOR BOOKS!

Beside that, aku juga ngejual ticket Music Bank aku, 2 ticket Festival B. Untuk info lebih lanjut bisa klik link di bawah ini.

CLICK HERE FOR TICKETS!

FYI! Aku baru aja buka twitter buat blog ini. Aku bakal follow back buat yang ngerequest FF aja, atau ada kepentingan lain. Selain itu, i’m sorry maybe later. Follow it for updates!

@yewookyu

Btw, i’m back now and maaf banget buat Angelia yang pada akhirnya requestnya harus nunggu sampai Februari. Well, this is very late but, happy birthday! You told me in  the form right? Sekali lagi maaf karena keterlambatan, juga karena nggak bisa menuhin kemauan kamu membuatkan poster dengan foto aslimu, karena sejujurnya aku nggak suka bikin poster dari foto asli. That’s my main reason. Last but not least, maaf juga karena ff yang ini agak sedikit lebih pendek…

BUT! Ada sesuatu yang berbeda dengan FF request ini.

IT’S OFFICIALLY PG-15!

HAHAHAHA!

This is what i called ‘sedikit nyerempet’. I’m sorry if you don’t like it. Nyerempet nya cuma ada satu scene kok, hahaha.

Buat reader yang di bawah 15… i don’t care! Kamu bisa baca kok, aku nggak ngelarang! Well, it’s a fangirl thing…  Aku nggak tanggung jawab apa pun yang terjadi. Anyway, it’s still PG, not NC ya… Well, idc about age anyway.

Bagi yang mau request bisa buka page di atas atau klik di bawah juga!

CLICK HERE FOR FF REQUEST!

Enjoy!

____________________________________________________________

By CIA (@zaskiarunim)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS, Please leave a comment~

____________________________________________________________

Don’t go, stay beside me forever.

Jagi~”

 Lelaki itu mengelus pipi wanita tercintanya yang masih tertidur tepat di sebelahnya. Menatap seseorang yang dicintai di pagi hari adalah kebahagian yang tidak tergantikan. Jari lelaki itu merapikan poni perempuan itu ke samping wajahnya. Kemudian jari itu terus menelusuri bagian-bagian wajah perempuan itu. Mulai dari mata sipitnya dengan bulu mata yang lentik, hidung mungilnya, sampai pada bibir kemerahan yang selalu memberinya  kecupan manis. Lelaki itu tersenyum, ia benar-benar mencintai perempuan ini. Tiba-tiba perempuan itu menggeliat. Matanya masih terpejam tapi tangannya berusaha meraih pinggang lelaki itu. Senyum yang terukir di wajah lelaki itu semakin mengembang.

“Kyuhyun?” Panggil perempuan itu dengan mata yang masih terpejam.

“Eung?”

“Sejak kapan kau menyentuh wajahku seperti itu?”

Pada akhirnya perempuan itu membuka kedua matanya. Mata sipitnya itu sangat lucu ketika sedang membulat seperti ini.

“Sejak aku bangun. Hey, kau tahu hari apa ini?” Kyuhyun tersenyum jahil,

“Rabu.” Jawabnya singkat, kemudian ia memejamkan matanya kembali.

“Nana-ya~ Jangan tidur lagi!” Kyuhyun menggoncang-goncankan tubuh istrinya, tapi tetap saja tidak ada respon darinya.

“Kalau kau tidak bangun, akan ku gelitiki!” Nana tidak merespon apapun. Nana benar-benar masih mengantuk karena tadi malam ia tidur terlalu larut. Lagipula ia tidak peduli dengan gelitikan Kyuhyun yang menurutnya sama sekali tidak geli itu.

“3…” Kyuhyun mulai menghitung mundur. “2… 1…”

Cup!

Bukannya menggelitiki, Kyuhyun malah mencium Nana. Refleks mata Nana terbuka karena kaget. Nana tahu suaminya ini memang penuh dengan kejutan, tapi tetap saja Nana selalu kaget dengan semua kejutan yang Kyuhyun lakukan. Ciuman itu terasa lama dan manis. Kyuhyun memiringkan wajahnya dan memperdalam ciumannya. Lama-kelamaan Nana kembali menutup matanya dan menikmati kejutan suaminya di pagi hari ini. Tangan Kyuhyun meraih pundak Nana, dan…

“EOMMAAAAA!”

Nana melepas ciuman itu ketika pintu kamar mereka terbuka tiba-tiba. Nana ingin tertawa ketika melihat wajah kesal Kyuhyun. Ini balasan karena sudah mengganggu tidur istrinya.

Wae Dong Jun-ah?” Nana bangkit dan mengajak Dong Jun keluar dari kamarnya. Kalau Nana tidak segera mengajaknya keluar, bisa-bisa Dong Jun merasakan amukan Kyuhyun.

Eomma, ini sudah jam 7 aku bisa terlambat!” Wajah Dong Jun terlihat serius. Nana melihat jam yang ada di ruang keluarga, dan benar saja ini sudah jam 7 tepat sedangkan Dong Jun masuk sekolah pada jam setengah delapan. Hanya tinggal 30 menit lagi.

“Omo! Mianhae, eomma terlambat bangun. Ayo siap-siap! KYU CEPAT BERSIAP!” Nana semakin panic menghetahui bahwa suaminya juga hampir terlambat. Sebelum Kyuhyun berangkat kerja, ia memang selalu mengantar Dong Jun ke sekolahnya.

Pagi itu dihiasi keributan karena terlambat.

Pada akhirnya Kyuhyun dan Dong Jun sudah pergi.

Tiba-tiba Nana teringat dengan ucapan kyuhyun tadi pagi.

“Kau tahu hari apa ini?”

Nana terkikik mengingatnya. Hari ini memang bukan hari Rabu yang biasa. Ia tahu betul tanggal kelahiran suaminya ini. Ya, hari ini memang hari ulang tahun Kyuhyun. Tadi pagi Nana pura-pura tidak tahu karena sejujurnya ia belum membelikan Kyuhyun apapun. Jadi hari ini Nana berniat untuk membelikan Kyuhyun sesuatu, tapi ia sendiri pun tidak begitu tahu apa yang saat ini Kyuhyun inginkan.

Setelah bersiap, Nana pergi menggunakan bus ke sebuah toko aksesoris lelaki. Di toko itu, Nana terus berkeliling tanpa henti. Ia benar-benar bingung apa yang harus ia hadiahkan. Nana sudah sering membelikan aksesoris seperti ini setiap ulang tahun Kyuhyun, seperti jam tangan, ikat pinggang, shades, atau hal-hal lainnya yang biasa disukai laki-laki. Di ujung toko Nana melihat jejeran sepatu perempuan yang menarik, sehingga Nana menghampiri jejeran itu. Nana tidak memperhatikan sekitarnya dan terus melihat-lihat.

“Nana?”

Nana menoleh ke arah suara, dan mendapati sosok yang sudah lama tidak ia temui.

“D, Donghae?” Mata Nana membulat, ia tidak menyangka bisa bertemu dengannya. Seseorang yang dulu pernah menjadi orang yang special baginya. Mungkin sekitar 3 tahun yang lalu ketika Nana masih kuliah.

“Lama tidak bertemu ya!” Donghae tersenyum lebar. Nana kembali teringat dengan senyuman itu. Senyuman yang setiap pagi selalu ia perhatikan sebelum masuk ke kelas selanjutnya. Sebenarnya, Nana sudah menyukai Donghae sejak masa-masa SMA. Nana bukan secret admirer yang selalu memandang Donghae dari jauh, Nana cukup dekat dengan Donghae. Hanya saja ia selalu menyembunyikan rasa suka itu pada Donghae, sampai ia bertemu dengan Kyuhyun yang membuat Nana jatuh cinta.

“Sedang apa kau disini?” Tanya Donghae penasaran, masih dengan senyumannya.

“Mmm, melihat-lihat sepatu.” Meskipun tujuan Nana sebenarnya adalah membelikan Kyuhyun hadiah, tapi entah kenapa kalimat yang keluar dari mulutnya bukan seperti yang ia inginkan.

Suasana menjadi agak canggung setelah itu. Nana tidak tahu apa yang harus ia katakan, begitu pula dengan Donghae. Canggung ketika bertemu dengan seseorang yang sudah lama tidak bertemu itu normal kan?

“Kau… mau makan siang di restoran depan?” Donghae menunjuk restoran yang baru di buka itu, sekalian untuk mencairkan suasana. Nana terlihat berpikir sebentar, tapi apa salahnya makasn siang sebentar dengan teman lama. Pada akhirnya Nana mengangguk setuju kemudian mengikuti Donghae keluar dari toko menuju restoran itu.

Terukir senyuman lebar di wajah Kyuhyun. Kepalanya di penuhi dengan rencana kejutannya untuk Nana. Ia berniat untuk merayakan ulang tahunnya dengan makan malam bersama Nana. Kyuhyun mendapatkan info dari rekan kerjanya tentang restoran yang memberikan paket khusus untuk event dinner bagi para pasangan. Restoran itu tidak begitu jauh dari rumahnya dan baru saja di buka.

Kyuhyun menyusuri jalan untuk menemukan restoran yang dimaksud oleh rekan kerjanya itu. Ia memikirkan seperti apa reaksi Nana terhadap kejutannya ini. Tidak lama setelahnya Kyuhyun mnemukan restoran yang dimaksud. Ketika ia memarkir mobilnya di depan restoran, ia melihat sesuatu yang membuat hatinya tidak karuan, rasanya kesal dan sesak.

Dari kaca restoran Kyuhyun melihat Nana bersama dengan seorang lelaki.

Senyum dan tawa yang terlihat dari gerakan bibir Nana membuat hati Kyuhyun panas, dan pikirannya kosong. Ia turun dari mobilnya, kemudian membanting pintunya. Kyuhyun tidak bisa mengontrol emosinya.

Tidak lama setelahnya, Kyuhyun sudah berdiri di samping meja Nana dan lelaki yang tidak ia kenal itu. Kedua tangannya mengepal dan rahangnya mengeras.

“Kyuhyun?” Nana terlihat kaget dengan kedatangan Kyuhyun, dan “Sedang apa kau di sini?” Lanjutnya lagi, emosi Kyuhyun semakin meluap.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Apa yang kau lakukan disini bersama dengan…” Tatapan Kyuhyun berpindah pada lelaki itu. Tatapannya sangat tajam dan sinis.

Donghae yang tidak mengerti apa-apa, emosinya ikut terpancing. Sebenarnya, ia tidak tahu tentang Nana yang sudah menikah bahkan sudah memiliki anak karena ia selama beberapa tahun ini meneruskan kuliahnya di luar negeri. Donghae menatap Kyuhyun tidak kalah tajam.

“A, aku…” Nana benar-benar kaget dengan apa yang saat ini sedang terjadi. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.

“Kita pulang sekarang!” Kyuhyun mencengkram pergelangan tangan Nana kemudian menariknya pergi.

Donghae kesal dengan perlakuan kasar Kyuhyun terhadap Nana. Refleks ia menahan pergelangan tangan Nana yang satunya lagi. Untungnya belum banyak pelanggan yang datang ke restoran itu. Nana benar-benar bingung, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.

“Lepaskan Nana! Kau tidak boleh kasar seperti itu!” Nada suara Donghae meninggi.

“Donghae, geumanhae…” Nana menatap Donghae.

“Donghae? Apa itu namanya?” Kyuhyun mendengus di tambah dengan senyum sinisnya, “Memangnya kau itu siapa? Beraninya berkata seperti itu padaku!”

“Kalian berdua, sudahl–“

“Ya, aku berani padamu! Karena aku… mencintainya!”

Kedua mata Kyuhyun membulat, rahangnya semakin mengeras, begitu pula dengan tangan kirinya yang terus mengepal sejak tadi. Ia tidak percaya dengan apa yang di katakan Donghae padanya.

“Mencintainya? Terserah kau sajalah!” Kyuhyun melepaskan pergelangan tangan Nana. Sejujurnya, Kyuhyun sendiri penasaran dengan hubungan apa yang ada di antara mereka. Ia takut bertanya dan mendengar jawaban yang tidak ia inginkan. Kyuhyun benar-benar mencintai Nana lebih dari apapun. Nana adalah segalanya bagi Kyuhyun. Ia tidak ingin Nana pergi dari dirinya. Kyuhyun tidak ingin hubungan ini hancur, hanya saja ia tidak tahan melihat orang yang ia cintai bersama dengan lelaki lain. Bila Kyuhyun menyimpannya dalam hati seakan-akan tidak terjadi apa-apa, itu sama saja dengan menyayat diri kita perlahan. Rasa sakit yang lama.

 Setelah Kyuhyun pergi, Donghae melihat mata Nana yang terkaget-kaget. Nana tidak percaya bahwa Donghae mengatakan itu di hadapan Kyuhyun.

“Apa kau belum tahu?” Tanya Nana perlahan. Raut muka Donghae terlihat bingung dengan pertanyaan Nana, ia pun menggeleng.

“Dia adalah suamiku.”

Tubuh Donghae mematung, kedua matanya membula karena kaget. Ia tidak percaya apa yang sudah ia lakukan. Ia memang mencintai Nana, tapi ia juga bukan perusak hubungan.

“S, suami?! Aku benar-benar tidak tahu. Maaf kan aku Nana, aku tidak tahu harus apa.” Donghae merasa sangat bersalah atas apa yang ia lakukan dan juga malu atas tindakan sembrononya.

“Sudahlah tidak apa-apa, aku harus pergi. Biarkan aku yang menyelesaikan masalah ini sendiri.” Nana berlari pergi keluar dari restoran.

Dalam perjalanan Nana berharap semuanya akan baik-baik saja dan kembali seperti semula. Sebelum pulang Nana menjemput Dong Jun terlebih dahulu kemudian membawanya ke rumah neneknya agar Nana bisa menyelesaikan masalahnya dengan Kyuhyun.

Dalam perjalanan pulang, rintik-rintik hujan mulai turun. Hujan itu membuat kaca bus berembun. Mata Nana menatap jalanan, dengan earphone yang ia pasang di kedua telinganya. Rasanya ingin menangis, tapi yang mendominasi perasaan Nana adalah rasa takut. Takut kehilangan orang yang sangat ia cintai, Kyuhyun.

Nana kembali teringat dengan kejadian tadi. Terutama wajah Kyuhyun sesaat sebelum ia meninggalkan  Nana dan Donghae. Wajah Kyuhyun terlihat lebih kecewa daripada marah, dan itu lebih menyedihkan dari apapun. Tanpa Nana sadari air matanya mengalir lewat sudut matanya. Segera ia menghapus air matanya agar orang lain tidak menyadarinya. Sayangnya, semakin sering Nana menghapus air matanya, semakin sering air matanya menetes. Nana Hanya bisa menundukan kepalanya dan menutup mukanya denga kedua tangannya. Nana hanya bisa berharap tidak ada yang terjadi nanti.

Nana melangkah perlahan ke dalam rumahnya. Ia berharap Kyuhyun berada di rumah, tapi Nana tidak bisa menemukannya di manapun.

Kyu kau di mana? Tidak bisakah kita bicarakan ini pelan-pelan?

Nana terduduk lemas di sofanya. Ia menelungkupkan tangannya seperti di bus tadi. Ia benar-benar bingung ap ayang harus ia lakukan. Nana dan Kyuhyun tidak pernah bertengkar sehebat ini. Jujur Nana memang sempat mencintai Donghae, tapi itu dulu. Sampai Kyuhyun datang ke hidup Nana, semuanya berubah.

Nana masih ingat pertama kali ia bertemu dengan Kyuhyun.

Suatu pagi ketika Nana baru beberapa bulan menjalani hidupnya sebagai seorang mahasiswa di Kyunghee, seorang lelaki masuk ke kelasnya terburu-buru dengan mata yang masih setengah tertutup. Nana tertawa kecil melihat tingkah laku lelaki itu, tanpa ia sangka lelaki itu berjalan ke arahnya lalu duduk di samping Nana.

“Kenapa harus ada kelas sepagi ini sih?” Ia menggerutu pelan, kemudian menghela nadasnya.

Nana tidak berani menatapnya langsung, ia hanya bisa menatap lelaki itu dari sudut matanya. Tiba-tiba lelaki itu menoleh ke arah Nana masih dengan mata setengah tertutupnya. Lelaki itu menatap Nana cukup lama. Nana merasa cukup risih ditatap oleh lelaki yang tidak ia kenal ini. Lama-kelamaan kedua mata lelaki itu menutup kemudian kepalanya terantuk sedikit. Nana tertawa kecil karena kelakuan aneh lelaki ini. Tawa Nana membangunkan lelaki itu, dan membuatnya terbangun kembali.

“Mianhaeyo.” Nana menutup mulutnya dengan telapak tangannya. “Kau tidur saja, pelajaran hari ini akan ku catatkan untukmu.”

Lelaki itu tiba-tiba tersenyum, masih dengan mata setengah tertutupnya.

“Gomawoyo, siapa namamu?” Tanya lelaki itu.

“Kim Nana, kau?”

“Cho Kyuhyun.” Lelaki itu masih saja tersenyum lebar. Beberapa saat kemudian dalam hitungan detik lelaki itu sudah tidur di atas mejanya.

Nana tersenyum getir, kenangannya bersama Kyuhyun terus berputar di dalam kepalanya. Apakah semuanya akan berakhir begitu saja? Nana menggelengkan kepalanya.

Itu tidak mungkin terjadi.

Kring~ Kriing~

Nana membuka matanya karena suara itu. Sepertinya ia tertidur di sofa sejak kemarin. Nana meraih ponselnya yang tergeletak di meja dekat sofanya.

Yeoboseyo?”

“Nana?” Nana mengenal suara itu.

“Donghae?”

Nana baru menyadari bahwa seseorang sedang memperhatikan dirinya. Otomatis Nana menoleh ke arah orang itu.

Kyuhyun.

Wajahnya datar, kedua matanya menatap Nana penuh arti. Nana yakin Kyuhyun mendengar percakapan Nana di telepon. Ia tidak tahu Kyuhyun sudah pulang.

Tidak… Kenapa Kyuhyun datang di waktu yang tidak tepat? Kenapa…?

Tubuh nana membeku. Kyuhyun memutar tubuhnya kemudian pergi dengan dingin. Hati Nana terasa sakit, rasanya sangat sesak seperti di tekan dengan kencang. Nana menekan tombol di ponselnya, kemudian berlari kecil ke arah Kyuhyun.

Nana menahan Kyuhyun pergi dengan menarik kecil ujung baju Kyuhyun.

“Kyu…”

Suara Nana terdengar lemah. Awalnya Kyuhyun berhenti sebentar, tapi ia kembali berjalan ke kamarnya. Tubuh Nana kembali membeku melihat Kyuhyun seperti itu. Ia merasa sekelilingnya bergerak perlahan. Nana menatap Kyuhyun yang berjalan menjauh darinya. Jantung Nana berdetak tidak karuan, sesak rasanya. Orang yang ia cintai, dan orang yang mencintainya, orang yang beberapa tahun ini sudah menjadi sebagian dari hidupnya, berjalan menjauhi dirinya dengan dingin. Nana berusaha menggerakan tubuhnya meskipun ia masih shock karena apa yang baru saja terjadi.

“Kyuhyun!” Nana memeluk pinggang Kyuhyun dari  belakang. “Jangan pergi… Jangan tinggalkan aku…”

Seluruh tubuh Nana bergetar, terutama tangannya. Ia tidak mau kehilangan sosok yang ia cintai.

“Maaf, Kyuhyun Maaf! Biar aku jelaskan!”

Kyuhyun menghela nafasnya.

“Nana…”

“Aku sama sekali tidak berhubungan dengannya, sungguh! Jangan pergi Kyuhyun…”

“Nana, jangan seperti ini…” Kyuhyun sendiri tidak tega melihat keadaan Nana seperti ini. Kyuhyun pulang tengah malam. Melihat Nana tertidur dengan mata sembabnya di sofa membuat hati Kyuhyun sakit.

Kyuhyun melepaskan pelukan Nana, kemudian berputar. Giliran Kyuhyun yang memeluk Nana. Tangisan Nana semakin menjadi ketika Kyuhyun memeluknya. Kyuhyun mengusap rambut Nana, dan mempererat pelukannya.

“Shh~ Jangan menangis, Nana… Aku memaafkanmu, jadi jangan menangis lagi.”

Kyuhyun merasakan getaran tubuh Nana mulai mereda. Kyuhyun terus mengusap kepala Nana perlahan, kemudian membawanya duduk di sofa. Kyuhyun membiarkan kepala Nana bersender di bahunya.

“Aku percaya padamu, kau tidak mungkin melakukan itu.”

Nana mengangguk perlahan, tubuhnya terasa lemas mendengar ucapan Kyuhyun sekaligus lega.

“Aku sangat mencintaimu Nana.” Bisik Kyuhyun di dekat telinga Nana.

Nana masih belum bisa berkata-kata. Ia sangat bersyukur mempunyai suami seperti Kyuhyun yang begitu mencintainya dan mempercayainya. Mereka berdua berada di posisi yang sama selama beberapa saat hingga hati Nana kembali tenang.

“Maaf aku tidak sempat memberimu kado, karena kejadian kemarin.”

“Aku tidak membutuhkan kado apapun, aku hanya ingin kau berada di sisiku.”

THE END

Advertisements

2 responses to “[Requested] Don’t Go

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s