[Requested] If Only…

Poster 2

Requested by: Khaerunnisya AP

Okay, now i’m back,
with Kyuhyun story, again…

Ah, 2 bulan ya? Aku minta maaf sebesar-besarnya *deepbow* Aku nggak bakal nulis semua alasannya disini, (karena nggak penting juga)  Intinya, setelah awal Maret ke Singapura 2 minggu, sekolah benar-benar menyita waktuku dengan UTS dan segala macam tugas. >< arrgh…

As you can see, aku buat poster dengan tipe yang berbeda dari yang biasa aku bikin. I spend the whole week trying to edit this… >< What do you think? I think it’s good, but not great.

Anyway, kalau ceritanya biar kalian aja yang ngukur bagus apa nggaknya.  Aku suka plot ceritanya, menarik sekaligus menantang. Kenapa? Karena aku jarang nulis cerita dengan setting di sekolah. So, i like it more if it’s challenging 😉 Karena udah lama nggak nulis, kadang jadi kagok juga. So, i’m sorry if it’s weird, but i tried my best~^^

Bagi yang mau coba Request FF bisa KLIK DISINI!

Kalian juga bisa follow twitter blog ini di @yewookyu. Special buat yang udah ngerequest FF bakal di follow back!

Feel free to mention or request,
Enjoy!

With ♥, Author~

_____________________________________________________________

By CIA (@yewookyu)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS, Please leave a comment~

____________________________________________________________

If only I can be her and not me for a day – SNSD’s Sunflower

Pernahkah kau merasa sendirian ketika terdapat banyak orang yang kau kenal di sekitarmu?

Pernahkah kau merasa jauh dari orang yang berada tepat di hadapanmu?

Pernahkah kau jatuh cinta pada sahabatmu sendiri?

Semuanya terasa aneh dan janggal. Dari luar mungkin terlihat dekat, tapi yang kurasakan dari dalam terasa sangat jauh hingga tidak tergapai.

Menyedihkan memang, tapi hati memang tidak bisa dibohongi.

“Ah!”

Dinginnya kaleng minuman yang tiba-tiba menempel di pipi perempuan itu membuatnya terlonjak kaget, lamunannya buyar seketika.

“Han Seul… Kau ini benar-benar nggak bisa bohong ya. Kelihatan lho!”

Han Seul memandang aneh lelaki yang tiba-tiba duduk di sebelahnya ini.

“Apa maksudmu?”

Lelaki itu hanya tersenyum tanpa menjawab apapun.

“Yesung!” Han Seul menggoncang-goncangkan tubuh lelaki itu. “Kenapa kau selalu membuatku penasaran?”

Yesung tertawa mendengar perkataan Han Seul. Tidak lama setelahnya, terdengar riuh sorakan penonton yang berada di sekeliling mereka. Tim kelas 11 baru saja memenangkan babak pertama pertandingan basket melawan tim kelas 12. Han Seul sadar penonton yang berada di sekelilingnya mayoritas perempuan. Tujuan perempuan-perempuan itu sudah jelas, menonton idola mereka masing-masing. Seperti contohnya Choi Siwon dan Lee Donghae yang berada di kelas 12, selain itu ada juga Eunhyuk dan Cho Kyuhyun dari kelas 11 yang bukan lain adalah sahabat Han Seul sendiri.

Eunhyuk tersenyum puas atas hasil babak pertama ini. Ia berjalan mendekati Han Seul dan Yesung yang duduk di barisan paling depan. Eunhyuk mengulurkan tangannya untuk meminta botol minumnya yang sejak tadi di jaga oleh Han Seul. Kalau tidak ada yang jaga biasanya setelah pertandingan botol itu musnah entah kemana diambil oleh perempuan-perempuan yang biasa menyebut dirinya sebagai fans. Maka dari itu Han Seul yang selalu menjaganya.

Sejak tadi Eunhyuk terus mengulurkan tangannya, tapi Han Seul tidak kunjung memberikan botol minuman milik Eunhyuk. Ia malah memperhatikan orang yang sedang berjalan ke arahnya tidak jauh dari Eunhyuk.

“Kyuhyun!” Seorang perempuan yang duduk 5 kursi di atas Han Seul memanggil lelaki itu.

Han Seul sadar betul dengan perubahan wajah Kyuhyun yang tadinya terlihat lelah karena bertanding, tiba-tiba tersenyum lebar ketika perempuan itu memanggil. Han Seul tahu siapa perempuan itu. Ia adalah wakil ketua OSIS yang menang pemilihan karena kepopulerannya, belum lama ini ia dilantik membuat dirinya semakin populer.

Han Seul menghela nafasnya diam-diam. Jujur, ia memiliki perasaan khusus pada sahabatnya itu. Perasaan yang berbeda dengan perasaannya pada Yesung maupun Eunhyuk. Han Seul tidak ingin ada yang tahu tentang perasaannya itu, ia selalu menyimpannya dalam-dalam. Tapi entah kenapa, sekarang Han Seul semakin sulit menyembunyikannya dari Yesung dan Eunhyuk semenjak Kyuhyun dekat dengan perempuan itu.

Cemburu? Jelas. Itu perasaan yang manusiawi, semua orang pasti pernah merasakannya ketika jatuh cinta seperti ini.

Dalam keadaan seperti ini Han Seul selalu bergumam kecil di dalam pikirannya.

Kyuhyun bukan milikku, untuk apa aku cemburu? Membuang waktu saja.

Hanya itu yang selalu berhasil menahannya untuk tidak berlari dan menarik Kyuhyun dari banyaknya perempuan yang berusaha mendekatinya.

“Kau tidak ingin bermain?” Tanya Eunhyuk pada Yesung.

Yesung menolak tawaran Eunhyuk dengan menggeleng. “Aku ada latihan di studio sebentar lagi. Aku tidak ingin masuk kedalam studio dalam keadaan basah karena keringat, menjijikan.”

Yesung mempunyai band sendiri, ia menjadi vokalistnya. Band miliknya sudah cukup terkenal di kota ini, sehingga ia pun menjadi salah satu incaran para perempuan-perempuan gila itu. Han Seul sendiri tidak mengerti bagaimana ia bisa bersahabat dengan ketiga kaum Adam dengan tingkat kepopuleran yang tinggi ini.

Perbincangan Kyuhyun dengan perempuan wakil ketua OSIS di belakangnya itu terdengar semakin jelas. Telinga Han Seul selalu berubah menjadi sensitif dalam keadaan seperti ini. Han Seul kembali menghela nafas kemudian ia mengambil earphone yang berada di saku tas miliknya. Han Seul mengeraskan volumenya kemudian menenggelamkan dirinya dalam alunan musik dari Ipod miliknya. Paling tidak sekarang ia tidak bisa mendengar suara Kyuhyun dan perempuan itu yang membuat telinganya panas, Han Seul bahkan bisa melupakan dunia sekitarnya hanya dengan memasang earphone nya.

Tanpa Han Seul sadari, babak kedua pertandingan sudah dimulai. Han Seul memperhatikan gerakan Kyuhyun yang semakin lincah menghindari lawannya yang lebih tua. Ia sendiri tidak tahu sejak kapan dan bagaimana ia bisa jatuh cinta pada Kyuhyun. Dulu ia selalu mengelak pada dirinya sendiri bahwa ia tidak menyukai Kyuhyun, tapi lama-kelamaan Han seul merasa aneh ketika berada di dekat Kyuhyun.

Han Seul menatap ke arah lapangan, tapi ia tidak memperhatikan pertandingannya sama sekali. Hanya ada satu orang yang terus berputar-putar di pikiran Han Seul, Kyuhyun.

Flashback

“Kyuhyun! T,t,tunggu!”

“Kau kenapa?”

Pagi yang cerah di musim semi ini Kyuhyun, Han Seul, Yesung dan Eunhyuk ikut berwisata ke Busan bersama dengan teman-teman kelas 10 nya. Busan berada di pinggir Korean Selatan, dan terkenal dengan pantainya.

Han Seul berlari tergopoh-gopoh menuju Kyuhyun. Ia tiba-tiba mencengkram lengan Kyuhyun, kemudian jatuh terduduk.

“Han Seul! Tanganmu… Tanganmu dingin sekali…”

Han Seul tidak berkata apapun. Matanya sayu, tubuhnya dingin dan bergetar, nafasnya tidak karuan. Kyuhyun benar-benar panik melihat kondisi Han Seul yang terlihat parah. Kyuhyun menyelimuti Han Seul dengan jaket yang ia pakai meskipun anginnya cukup kencang dan dingin. Ia pun menggendong Han Seul dan memanggil seorang guru yang berada paling dekat dengannya. Bukannya membantu guru itu malah lebih panik daripada Kyuhyun. Akhirnya Kyuhyun berinisiatif untuk membawa Han Seul ke klinik terdekat untuk sementara.

Dalam keadaan setengah sadar, Han Seul merasakan detak jantung Kyuhyun juga deru nafasnya yang sedang berlari.

Kenapa ia begitu peduli padaku?
Kenapa ia tidak menyerahkanku kepada guru dan ia tidak perlu sampai serepot ini, kenapa Kyu…
Kenapa rasanya benar-benar hangat bisa berada di dekatmu seperti ini?

Setelah itu Han Seul tidak begitu ingat apa yang terjadi. Ketika ia bangun, Han Seul mendapati dirinya tertidur di sebuah klinik. Han Seul menatap langit-langit ruangan, ia berusaha mengingat apa yang terjadi dengan dirinya.

“Pabo…”

Han Seul mengenal suara itu, refleks ia menoleh ke arah suara.

“Kyu?”

“Kenapa kau tidak makan tadi pagi?”

Han Seul merasa malu dengan tindakan bodoh yang ia lakukan tadi pagi. Ia tidak makan pagi karena terlambat bangun dan ia takut teman-temannya meninggalkannya. Akhirnya, Han Seul memilih untuk tidak makan pagi.

Belum sempat Han Seul berbicara untuk menjelaskan semuanya, Kyuhyun sudah memotongnya.

“Makan saja dulu.” Kyuhyun menyodorkan semangkuk sup rumput laut.

Tanpa pikir panjang, Han Seul langsung memakannya karena perutnya kosong sejak tadi pagi.

“Pelan-pelan!” Kyuhyun mendecak sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Pabo! Saengil chukahae…”

Han Seul benar-benar kaget dengan ucapan Kyuhyun, ia pun tersedak beberapa kali. Kemudian Kyuhyun memberikan segelas air padanya.

“Kubilang pelan-pelan!”

“Kau ingat?”

“Tentu saja, aku mencari tahu tanggal lahirmu. Kenapa kau merahasiakannya?” Tanya Kyuhyun.

Selama ini Han Seul memang jarang menyebarkan tanggal lahirnya pada orang-orang, ia juga tidak pernah heboh ketika berulang tahun. Han Seul adalah tipe orang yang tidak begitu peduli dengan yang namanya ulang tahun atau semacamnya, karena pada tanggal itu pun Han Seul kehilangan sosok ayah yang ia sayangi.

Han Seul melihat jam yang menempel di dinding sebelah kanannya. Jam 1 malam, ini memang sudah masuk hari ulang tahunnya.

“Yesung dan Eunhyuk…?”

“Tadi mereka juga menemanimu disini, tapi di dalam sini hanya ada satu sofa jadi kusuruh pulang ke hotel.” Jelas Kyuhyun.

“Kau juga pulang saja, sudah malam.”

“Tidak mau.” Han Seul tahu betul dengan sifat keras kepala Kyuhyun. Akan percuma bila ia beradu mulut dengan Kyuhyun tengah malam seperti ini.

“Kalau begitu… Kau mau menemaniku pagi ini tidak?” Tanya Han Seul.

Raut wajah Kyuhyun terlihat bertanya-tanya. “Kemana?”

“Makam appa, aku malas mengikuti jadwal dari sekolah.”

Kyuhyun mengangguk setuju sambil tersenyum.

Di saat itu lah Han Seul merasakan perasaan yang aneh ketika ia menatap Kyuhyun.

Perasaan jatuh cinta.

“Kalau boleh tahu, karena apa appamu meninggal?”

Han Seul terdiam beberapa saat.

“Tidak apa-apa kalau kau tidak mau memberitahuku.”

“Tenggelam di laut.” Jawab Han Seul tiba-tiba.

“Tenggelam?”

“Ya, semenjak saat itu aku takut berenang, apalagi di tempat dalam seperti di laut.”

Seharian itu ketika Kyuhyun mengunjungi makam appanya Han Seul, ia mengetahui lebih banyak tentang Han Seul. Begitu pula dengan Han Seul, semakin ia dekat dengan Kyuhyun, perasaan aneh yang ia rasakan itu semakin kuat.

Han Seul tidak bodoh, ia tahu ketika ia jatuh cinta atau tidak. Tapi Han Seul tidak mau jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Han Seul baru sadar bahwa di dunia ini tidak ada perempuan dan laki-laki yang bisa bersahabat. Pada akhirnya mereka akan memiliki rasa pada lawan jenisnya, tapi ada orang yang bisa menyimpan rasa itu dalam-dalam, ada yang tidak. Han Seul tidak ingin menyukai Kyuhyun dan merusak semua persahabatan mereka berempat. Sudah cukup mayoritas perempuan di sekolah memusuhinya karena bersahabat dengan idola mereka, ia tidak ingin menjadi sendirian.

Sendirian itu mengerikan.

Flashback End

Han Seul tersadar dari lamunannya ketika ia mendengar sorakan penonton yang mengerukan nama Kyuhyun beberapa kali. Kyuhyun yang baru saja mencetak skor tiba-tiba melihat ke arah Han Seul dan mengacungkan jempolnya. Han Seul berniat untuk membalas acungan jempol Kyuhyun, tapi Yesung tiba-tiba menahan tangan Han Seul. Han Seul yang tidak mengerti dengan tingkah laku Yesung ini, menoleh dengan wajah yang bertanya-tanya pada Yesung. Tanpa menjelaskan apapun Yesung menoleh ke belakang, dan Han Seul ikut menoleh. Perempuan yang mengobrol dengan Kyuhyun tadi itu sedang mengacungkan jempolnya ke arah Kyuhyun.

Dada Han Seul terasa seperti ditekan dengan kencang. Sesak rasanya, benar-benar sesak.

“Aku akan ke studio. Kau mau ikut atau…” Yesung memberi jeda pada ucapannya, ia menatap lapangan kemudian perempuan itu secara bergantian. “…di sini saja?”

Tanpa berpikir panjang Han Seul menjawabnya, “Aku ikut.”

Yesung bangkit kemudian berjalan keluar dari lapangan basket indoor itu di ikuti oleh Han Seul yang berjalan di belakangnya. Samar-samar Yesung mengdengar nafas Han Seul yang bergetar. Sudah jelas, Han Seul menahan air matanya agar tidak menetes keluar.

You are looking at someplace else
Why is it her?

Han Seul POV

Aku dan Yesung berada di studio sekolah sejak tadi. Tidak banyak yang kami lakukan disini. Teman band Yesung tak kunjung datang karena sejuta alasan tidak masuk akal yang keluar dari mulut mereka.

 “Han Seul, besok kau ikut ke Busan tidak?”

Setiap tahun, sekolah kami pasti mengadakan study tour ke suatu tempat. Entah kenapa study tour kali ini di adakan di Busan 2 tahun berturut-turut. Sebenarnya acara ini wajib di ikuti semua murid, tapi kami punya beragam cara untuk tidak mengikutinya.

“Entahlah… Kau?”

“Aku? Aku ikut kalau kau ikut.” Jawab Yesung.

Aku dan Yesung tidak punya banyak pilihan. Karena sejak awal aku, Yesung, Eunhyuk, dan Kyuhyun memang selalu bersama kami tidak sering berinteraksi dengan yang lain. Yesung sering berinteraksi dengan teman band nya tapi aku selalu menghabiskan waktuku bersama ketiga orang itu. Karena tahun ini kelas kami di pisah, Yesung denganku dan Eunhyuk dengan Kyuhyun, aku cukup kesulitan mencari teman dan selalu berada di samping Yesung. Jadi untuk acara seperti ini kalau salah satu dari kami tidak ikut, maka kami berdua tidak akan ikut meskipun Eunhyuk dan Kyuhyun ikut. Intinya kelas yang berbeda membuat banyak perubahan dari tahun lalu. Termasuk kedekatanku dengan Kyuhyun.

“Bagaimana dengan… Kyuhyun dan Eunhyuk? Apa mereka ikut?”

Yesung terlihat berpikir sejenak.

“Kemungkinan besar mereka ikut, karena mereka di wajibkan ikut karena rata-rata kelas mereka terendah semester ini.”

Aku mengangguk mengerti.

“Jadi… Kau ikut?”

“Baiklah, aku ikut. Berjanjilah padaku kau harus ikut juga!”

Yesung tertawa mendengarnya, ia mengangguk dan mengulurkan kelingkingnya untuk berjanji denganku.

Sebetulnya hubungan kami dengan Kyuhyun dan Eunhyuk tidak banyak berubah. Kami masih bersahabat, yang membuatnya berbeda adalah setiap acara sekolah, mereka pasti tidak pernah menyatukan murid antar kelas.

Pintu studio tiba-tiba terbuka. Awalnya kukira yang datang adalah teman bandnya Yesung, tapi ternyata perkiraanku salah, yang membuka pintu itu adalah… Kyuhyun.

Entah kenapa Kyuhyun terlihat sedikit kaget ketika melihat hanya aku dan Yesung yang berada di studio.

“Ah, apa aku mengganggu?” Tanyanya.

“Tidak, masuk saja.” Jawab Yesung singkat.

Akhirnya Kyuhyun masuk kedalam studio, kemudian ia duduk bersila di sebelahku.

“Kau tidak bersama Eunhyuk?” Tanyaku. Biasanya Kyuhyun dan Eunhyuk selalu bersama-sama seperti amplop dan perangko. Terkadang aku berpikir bahwa mereka lebih sering bersama-sam dibandingkan dengan aku dan Yesung.

“Oh iya, hampir lupa! Aku kemari untuk memanggilmu ke ruang guru, Eunhyuk juga dipanggil.”

“Apa?!” Raut wajah Yesung mendadak panik.

“Kau di panggil ke ruang guru.” Ulang Kyuhyun dengan polos.

“Kenapa? Aku salah apaaa?!” Sekarang wajah Yesung terlihat seperti sedang menonton film horror.

“Aku juga tidak tahu, yang pasti disana ada Eunhyuk. Sana cepat pergi!”

“Kau mengusirku?!” Yesung bangkit sambil menggerutu, ia terlihat benar-benar kesal.

Aku dan Kyuhyun hanya bisa tertawa melihat tingkah lakunya yang langka itu. Mungkin karena golongan darah AB yang membuatnya unik seperti itu. Di Korea ini, golongan darah mempunyai pengaruh yang tinggi. Golongan darah kami berempat berbeda-beda, Eunhyuk bilang karena itulah sifat kami berbeda beda. Yesung dengan darah ABnya, Kyuhyun A, Eunhyuk O, sedangkan golongan darahku B. Mungkin karena perbedaan-perbedaan kami jadi melengkapi satu sama lain, entahlah…

Aku sedikit menyesal menyuruh Yesung pergi tadi. Seharusnya aku tidak menyuruhnya pergi, karena sekarang aku terjebak berdua dengan Kyuhyun. Bukan terjebak di dalam studio, tapi terjebak di dalam suasana yang sangat canggung seperti ini. Tidak ada satu katapun yang muncul di kepalaku meskipun aku berniat untuk mengajaknya berbicara. Pada akhirnya aku kembali teringat dengan kejadian tadi di lapangan.

“Bagaimana dengan skornya tadi? Kalian menang?” Tanyaku.

Kyuhyun menoleh ke arahku. “Tentu saja, hahaha!” Kyuhyun tertawa bangga.

Aku senang melihatnya seperti itu. Tim kelas 11 memang luar biasa. Bisa-bisanya mereka mengalahkan tim kelas 12.

“Han Seul…”

“Hm?”

“Kau harus ikut ke Busan besok.” Entah kenapa wajah Kyuhyun berubah menjadi serius.

“Kenapa?”

“Aku tidak mau berubah menjadi homo setelah pulang dari Busan karena terus-terusan bersama Eunhyuk.”

Aku tertawa lebar mendengarnya. Kyuhyun mengatakan hal seperti itu dengan nada yang serius. Kukira ia akan mengatakan sesuatu yang benar-benar serius, tapi ternyata… Ah, aku tidak bisa berhenti tertawa.

“Kalau aku ikut pun belum tentu kelasku dan kelasmu akan bersama-sama. Pada akhirnya kau akan terus menerus bersama Eunhyuk.” Jawabku dengan nafas yang kacau karena tertawa.

“Kau benar…” Kyuhyun menghela nafasnya. “Hei, Han Seul… bukankah itu mesin karaoke?”

“Hah?” Aku menatap ke arah yang Kyuhyun tunjuk. Studio musik ini cukup besar, di isi dengan segala macam peralatan. Aku tahu di sudut studio terdapat layar TV LCD dan speaker, tapi aku tidak pernah tahu kegunaannya untuk apa. Kukira hanya untuk menonton TV, tapi ternyata layar itu dilengkapi mesin karaoke juga.

“Mau coba?” Tanya Kyuhyun dengan senyum jahilnya. Tanpa basa-basi Kyuhyun bangkit kemudian berjalan ke arah mesin karaoke itu. Dalam sekejap mesin dan juga layarnya sudah terpasang dengan sempurna.

“Kenapa… kau bisa menyalakannya…?” Aku tidak mengerti kenapa Kyuhyun bisa memasang peralatan itu dalam sekejap. Kyuhyun hanya tersenyum memandangku dan tertawa. Jantungku mulai berdetak seenaknya, kenapa studio ini tiba-tiba terasa seperti kekurangan oksigen?

“Han Seul, ayo pilih lagu!” Kyuhyun mengajakku duduk disampingnya, masih dengan senyum lebar yang terukir di wajahnya. Rasanya semua hal yang mengacaukan pikiranku tadi hilang begitu saja setelah melihat Kyuhyun sesenang ini. Padahal dia baru saja membuatku nyaris menangis, tapi kenapa ia bisa membuatku senang dalam sekejap?

Mesin karaoke tadi, perasaanku, kenapa ia bisa memperbaiki semuanya? Apa yang sebetulnya ia tidak bisa?

Kyuhyun kau menyebalkan…

Aku hanya bisa menghela nafasku. Dari pada memikirkan hal lain lebih baik aku menikmati saat ini… bersama Kyuhyun.

“Kau duluan saja!”

“Baiklah, aku yang pilih kau yang nyanyikan!” Kyuhyun tersenyum jahil.

Kyuhyun mencari lagu yang tepat. Aku berharap bukan lagu yang bernada tinggi, karena aku cukup kesulitan mencapainya. Aku mendengar Kyuhyun terkikik kecil.

“Ini saja, kita nyanyikan berdua, hahaha.”

Mataku membulat, mulutku menanga tidak percaya melihat lagu pilihan Kyuhyun. Aku sama sekali tidak menyangka dia memilih lagu Trouble Maker yang dinyayikan Hyuna bersama dengan Hyunseung.

“Kau serius?” Tanyaku ragu.

Kyuhyun sama sekali tidak menggubris pertanyaanku, ia malah menekan tombol play kemudian memberikanku mic yang satu lagi. Ia benar-benar serius…

Aku benar-benar tidak bisa berkonsentrasi menyanyi. Kyuhyun menyanyi sambil meniru ekspresi Hyunseung di MV nya. Aku tidak mengerti kenapa Kyuhyun bisa menirunya, aku hanya berharap ia menontonnya bukan untuk melihat tubuh Hyuna yang melekuk-lekuk seperti cacing. Kyuhyun menyuruhku untuk berhenti tertawa dan menyanyi dengan benar bagian yang dinyanyikan Hyuna, tapi tetap saja ia membuatku tertawa setiap saat.

Bahkan setelah lagu berhenti pun aku masih tidak bisa mengontrol tawaku

“Seharusnya kau nyanyi dengan benar! Apa yang lucu?” Ejek Kyuhyun.

“Kau!” Aku menyerahkan micnya kembali padanya. “Sekarang kau nyanyi sendiri saja!” Aku tidak bisa mengambil resiko mati tersedak karena tertawa sambil bernyanyi. Pada akhirnya Kyuhyun kembali mencari lagu yang ia akan nyanyikan. Pilihan lagunya kali ini cukup masuk akal, soundtrack Secret Garden berjudul That Man yang dinyanyikan oleh Hyun Bin.

Kali ini aku sama sekali tidak tertawa. Kyuhyun memang menyanyikannya dengan penuh ekspresi seperti tadi, tapi kali ini berbeda. Suaranya membuatku tercengang, aku memang sudah pernah beberapa kali mendengar Kyuhyun menyanyi ketika berkaraoke ria dengan Yesung dan Eunhyuk. Entah karena hanya kami berdua yang berada di ruangan ini, atau Kyuhyun baru saja meminum ramuan ajaib agar suaranya menjadi sebagus itu. Aku benar-benar terpaku menatapnya bernyanyi lagu itu.

Lagu yang membuatku kembali teringat dengan perasaanku pada Kyuhyun yang rumit.

Just how much
how much more do I have to gaze at you alone?
If I continue this way, will you love me?

Seharusnya aku tidak ikut.
Aku menyesal, sangat menyesal…

Seperti yang sudah Yesung dan Han Seul janjikan kemarin, ia dan Yesung sama-sama pergi ke Busan untuk mengikuti study tour. Han Seul pikir dengan Yesung ia tidak akan sendirian, tapi ternyata perkiraannya salah. Kemarin Yesung di panggil ke ruang guru untuk mengejar nilai-nilainya yang masih tertinggal, maka dari itu ia harus melakukan tugas lebih di study tour kali ini, begitu pula dengan Eunhyuk yang juga di panggil ke ruang guru. Cukup banyak murid-murid yang di beri tugas extra, sehingga akhirnya dibuat group khusus untuk mereka. Pada akhirnya Yesung menginggalkan ku sendiri.

Ini bukan salahnya, ini salahku juga.

“Sayang sekali ya, menghabiskan waktu sendirian di Busan…”

Han Seul tidak sengaja mendengar percakapan perempuan-perempuan yang berjalan di depannya.

“Sudah kubilangkan, lama-lama mereka akan bosan dengannya.”

“Hahaha, kau benar! Dia berharap terlalu tinggi…”

Han Seul tahu bahwa perempuan-perempuan itu sengaja mengeraskan suaranya agar Han Seul bisa mendengarnya, karena mereka memang sedang membicarakan Han Seul.

Bukan hanya satu atau dua perempuan, tapi 6 orang.

“Berarti kita bisa melakukan apapun padanya?”

Han Seul menghentikan langkahnya, tubuhnya mematung.

Apa yang akan mereka lakukan padaku?

Han Seul tidak takut dengan perempuan-perempuan iri itu. Kalau tidak mengancam jiwanya, Han Seul tidak akan takut pada mereka, tapi terkadang kelakuan mereka bisa kelewatan. Itu yang Han Seul takutkan.

Han Seul benar-benar menyesal mengikuti study tour kali ini, tapi sudah terlambat. Ia harus bisa bertahan sampai lusa.

“Ya! Lihat itu!” Salah satu dari perempuan yang membicarakan Han Seul tiba-tiba menghentikan langkahnya, dan menunjuk seseorang. Mungkin bukan seseorang, tapi dua orang. “Kyuhyun oppa, dan… dan…”

“OMO!”

 “Berani sekali dia!”

“Andwae, si Han Seul pergi, datang yang baru.”

“Mentang-mentang punya kedudukan tinggi, menyebalkan.”

Han Seul ikut terdiam, ia memperhatikan apa yang perempuan-perempuan itu bicarakan. Ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Perempuan wakil ketos itu sedang menggandengkan tangannya pada Kyuhyun, dan Kyuhyun tidak sama sekali terlihat keberatan. Dada Han Seul serasa ditekan dengan kencang, sakit sekali.

Han Seul mendengus tidak percaya, ia merasa perjalanan study tour kali ini sama sekali tidak ada gunanya. Di tinggal sendirian, di tindas teman, dan melihat Kyuhyun dengan perempuan lain adalah paket komplit yang bisa menghancurkan semuanya. Han Seul tidak ingin menangis, tapi rasa kesal yang mendominasinya membuat dadanya terasa panas. Padahal tahun lalu ketika ke Busan semuanya berjalan sangat baik, tapi kenapa sekarang berbanding terbalik dengan tahun lalu. Han Seul beberapa kali menghela nafasnya, berusaha mengeluarkan semua yang membuat dadanya terasa sesak.

Apa salahku?

Maybe I had a lot of fear, as always
I always hid in the shadows, unseen

Malam ini semuanya mengikuti acara makan malam sambil berlayar. Pemandangan yang benar-benar indah membuat semuanya sibuk dengan dirinya sendiri. Makanan yang disajikan pun sangat lezat. Perahunya tidak terlalu besar, tapi bisa menampung semua group kedalam satu perahu.

Kyuhyun cukup bosan dengan segala aktivitas yang sejak tadi ia lakukan. Di tambah dengan perempuan yang terlalu sering menggelayut di tangannya ini membuatnya jenuh.

“Kyuhyun, foto aku!”

Mungkin sudah lebih dari seratus foto yang Kyuhyun ambil karena perempuan wakil ketos itu memintanya terus menerus. Untung saja ia perempuan itu minta di potret memakai kameranya sendiri, bukan kamera orang lain. Kyuhyun bersyukur perempuan itu masih tahu batasannya. Kalau tidak, mungkin memori kameranya sudah penuh dengan foto-foto perempuan itu.

“1… 2…”

“KYAAAAAAA”

Belum sempat Kyuhyun menekan tombol untuk mengambil gambar, ia tiba-tiba mendengar suara jeritan perempuan.

Otomatis semuanya menghentikan aktivitas mereka dan mencari arah suara itu.

“Siapa itu?”

Hanya kalimat itu yang Kyuhyun dengar sejak tadi, semuanya terus bertanya-tanya siapa yang menjerit.

“Pelampung! Pelampung!”

Seorang guru terlihat panik mencari sebuah pelampung. Kyuhyun sama sekali tidak bisa melihat apa yang terjadi karena semuanya berkumpul di tempat kejadian.

“Siapa yang tenggelam?” Seseorang di sebelah Kyuhyun bertanya.

“Ada yang bilang Han Seul dari kelas 11-A.”

Mendengar hal itu mata Kyuhyun terbelalak.

“Tidak apa-apa kalau kau tidak mau memberitahuku.”

“Tenggelam di laut.” Jawab Han Seul tiba-tiba.

“Tenggelam?”

“Ya, semenjak saat itu aku takut berenang, apa lagi di tempat dalam seperti di laut.”

Kyuhyun berusaha menerobos semua orang yang menontoni kejadian itu. Ia tidak peduli atas protesan orang-orang yang merasa terdorong karenanya. Ternyata yang Kyuhyun takutkan benar-benar terjadi. Han Seul jatuh keluar perahu, dan sekarang ia sedang berpegangan pada sebuah pelampung tapi tidak ada satu orang pun yang rela menceburkan dirinya untuk menolong Han Seul. Kyuhyun melihat kepanikan Han Seul, tanpa pikir panjang Kyuhyun menceburkan diriyna untuk menyelamatkan Han Seul.

Han Seul yang panik, membuat Kyuhyun kesulitan menyelamatkannya. Untung saja terdapat pelampung di sebelahnya, kalau tidak mungkin ia sudah ikut tenggelam.

“Han Seul, tenangkan dirimu!”

Han Seul beberapa kali memanggil nama Kyuhyun masih dalam keadaan panik.

“TENANGKAN DIRIMU!”

Kyuhyun tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menenangkan Han Seul, pada akhirnya Kyuhyun memeluk tubuh Han Seul dengan erat sehingga ia tidak bergerak lebih banyak lagi.

Tidak lama setelahnya seseorang yang berpengalaman datang dan menyelamatkan Han Seul juga Kyuhyun. Kyuhyun selamat meskipun tubuhnya menggigil kedinginan, tapi Han Seul tidak sadarkan diri beberapa saat setelah ia dinaikan kembali ke kapal.

“Han Seul…”

Kyuhyun sudah menunggu Han Seul di sebuah klinik. Ia kembali teringat pada kejadian setahun yang lalu, ketika Han Seul jatuh pingsan karena tidak sarapan. Suasana terasa benar-benar sepi setelah Yesung, Eunhyuk, dan seorang guru kembali ke penginapan untuk mengabarkan keadaan Han Seul.

Kyuhyun duduk di sebelah ranjang Han Seul. Wajah Han Seul terlihat sangat pucat. Bayangan kejadian mengagetkan tadi masih terus menghantui Kyuhyun. Kyuhyun ingat seberapa panik Han Seul ketika ia berusaha menyelamatkannya. Han Seul memeluknya dengan erat dan getarannya terasa oleh Kyuhyun. Seperti mimpi buruk yang teringat kembali. Sayang nya kejadian tadi bukanlah mimpi buruk.

Jujur, Kyuhyun sendiri takut mengingat kejadian tadi. Kyuhyun menggenggam tangan kanan Han Seul, ia berharap bahwa Han Seul tidak apa-apa dan kembali seperti biasa.

“hh… pergi…”

Kyuhyun mendengar Han Seul membisikan sesuatu, tangan kanan Han Seul yang ia genggam pun tiba-tiba bergerak.

“Jangan pergi…” Suara Han Seul terdengar semakin jelas.

“ja… jangan tinggalkan aku…” Nafasnya terdengar tidak karuan, kepalanya bergerak kecil.

“A… aku tidak mau sendiri…” Kyuhyun melihat air mata yang menetes dari mata Han Seul yang masih terpejam.

“Shh, Han Seul… Bangunlah, aku disini.” Kyuhyun berusaha membangunkan Han Seul dengan menggoncang-goncangkan tubuhnya perlahan.

“Tolong… tolong!” Suara Han Seul terdengar semakin kacau. Kyuhyun mendekap tubuh Han Seul yang bergetar.

“Kyuhyun!”

Han Seul tiba-tiba terbangun dari tidurnya setelah ia meneriakan nama Kyuhyun. Tanpa sadar, Han Seul terbangun mendapati Kyuhyun sedang mendekap dirinya dengan sangat erat.

“Aku disini Han Seul, aku disini…”

Han Seul tidak tahu apa yang baru saja terjadi padanya. Ia ingat bahwa semua ingatannya menjadi seperti film yang berputar di dalam mimpinya.

Setelah Kyuhyun merasa bahwa nafas Han Seul kembali seperti biasa dan tubuhnya tidak setegang tadi, Kyuhyun melepaskan pelukannya.

Han Seul menatap kedua mata Kyuhyun. “Apa yang baru saja terjadi?”

“Kau… baik-baik saja?” Kyuhyun tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Han Seul, ia benar-benar bersyukur bahwa Han Seul sudah sadar.

Nafas Han Seul masih tidak teratur, seperti baru berlari. Matanya kosong dan tangannya bergetar sedikit.

“Han Seul?”

“Kyu… itu mengerikan… menakutkan…” Han Seul menutup mukanya dengan kedua tangannya.

Kyuhyun tidak tahu apa yang menariknya untuk memeluk Han Seul, tapi hatinya terasa sakit melihat Han Seul dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan seperti itu. Ruangan terasa sangat sepi, karena Kyuhyun tidak mengatakan apapun, begitupun dengan Han Seul. Beberapa saat kemudian, Kyuhyun merasa kepala Han Seul bersender padanya, ia terlelap begitu saja.

Han Seul terbangun karena sinar matahari yang menyinarinya melalui celah tirai. Perlahan ia bangkit, mendapati Kyuhyun tertidur di pinggir ranjangnya. Han Seul tersenyum kecil melihat wajah polos Kyuhyun yang masih tertidur. Kyuhyun juga mendengkur pelan dan bahunya naik turun seiring dengan nafasnya. Han Seul terkikik kecil melihatnya.

“Saranghae” Han Seul berbisik kecil. Ia berharap Kyuhyun tidak bangun karenanya, tapi di sisi lain ia juga berharap Kyuhyun tahu mendengarnya.

Tangan Han Seul terasa gatal, rasanya ia ingin mengelus rambut cokelat halus Kyuhyun. Han Seul mengangkat tangannya perlahan, tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan mengagetkan keduanya.

“Han Seul!”

Eunhyuk memasuki ruangan dengan cengiran lebarnya, di ikuti Yesung yang juga memberikan ekspresi aneh pada Han Seul.

“Hyuk, bisakah kau mengetuk pintu sebelum masuk?

Sahut Kyuhyun, sambil menggeliat karena badannya terasa pegal tertidur semalaman dalam posisi seperti itu.

Eunhyuk dan Yesung mendekati Han Seul, masih dengan cengiran aneh yang terukir di wajah mereka.

“Kau sudah baikan?” Tanya Yesung. Belum sempat Han Seul menjawab, Eunhyuk sudah memotongnya.

“Aku melihatnya. Ah bukan, kami melihatnya.” Sahutnya sambil menunjuk dirinya dan Yesung secara bergantian.

“Maksudmu?” Han Seul mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti apa yang sedang Eunhyuk bicarakan.

Cengiran Eunhyuk terlihat semakin lebar. “Kau dan…”

“Hyuk temani aku… eung… cari makanan! Aku lapar.” Yesung tiba-tiba memotong omongan Eunhyuk kemudian menariknya keluar ruangan tanpa menunggu jawaban darinya.

Sesampainya di luar ruangan, Eunhyuk melepaskan tangan Yesung yang menariknya tadi dengan raut wajah kebingungan. “Kau ini kenapa? Bukannya kau baru saja makan?”

“Ssst, kau tidak lihat? Kyuhyun menyuruh kita keluar tadi!” Bisik Yesung, sambil berjalan menjauh dari ruangan Han Seul.

“Kenapa?” Tanya Eunhyuk dengan polos.

“Entahlah, mungkin ada yang ingin ia bicarakan dengan Han Seul.”  Jawab Yesung. “Kau ku traktir beli kopi hari ini.” Lanjut nya lagi.

 Eunhyuk tersenyum lebar, “Kaja!”

Ruangan terasa sangat sepi. Baik Han Seul maupun Kyuhyun, tidak ada satupun dari mereka yang mengatakan sepatah katapun. Keduanya tenggelam dalam pikirannya masing-masing. Pada akhirnya Kyuhyun memulai apa yang sejak tadi ingin ia tanyakan.

“Tadi malam, kau mimpi buruk?”

Han Seul mengangguk. Jujur ia tidak ingin mengingat mimipinya lagi, tapi setidaknya ia punya teman untuk bercerita.

“Aku bermimpi semuanya meninggalkanku. Mulai darimu, Hyuk, Yesung, semua orang di sekolah, bahkan aku teringat kembali pada appa.” Han Seul menghela nafasnya sebentar, kemudian melanjutkannya kembali. “Kau dan Eunhyuk di kelas lain, sedangkan Yesung berada di grup khusus. Di tambah dengan teman-teman sekelas yang benar-benar tidak peduli padaku, mereka bahkan… bahkan…”

 “Bahkan apa?” Tanya Kyuhyun.

“Tidak, lupakan saja.”

Han Seul kembali teringat pada kejadian tadi malam, ketika teman sekelasnya melakukan hal buruk yang kelewatan itu.

“Katakan padaku.” Nada Kyuhyun terdengar lembut, tapi tersirat kalimat memerintah di dalamnya.

Han Seul menggeleng.

“Mereka melakukan hal buruk padamu?” Tebak Kyuhyun. Kyuhyun benar-benar menebak, ia sama sekali tidak mengira bahwa Han Seul menjawabnya dengan anggukan.

“Tunggu…” Kyuhyun terlihat seperti memikirkan sesuatu. “Jangan bilang mereka…” Kyuhyun masih belum yakin dengan kesimpulan yang ia buat. “Kenapa kau bisa tiba-tiba jatuh ke laut?”

Han Seul tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Jadi mereka yang mendorongmu ke laut? Ini sudah keterlaluan, aku harus memberitahu guru.” Kyuhyun berniat untuk mencari seorang guru, tapi Han Seul menahan lengannya.

“Jangan sekarang, nanti saja… Teman aku dulu disini.”

Kyuhyun menghela nafasnya, tadi ia benar-benar marah sampai rahangnya mengeras. Entah kenapa hanya dengan satu kalimat yang Han Seul ucapkan, Kyuhyun kembali terduduk.

Han Seul sendiri tidak tahu apa yang merasukinya untuk mengatakan hal seperti itu. Baginya, itu memalukan.

“Han Seul, kenapa kau memanggil namaku dalam mimpimu?” Tanya Kyuhyun dengan volume suara yang mengecil.

“Ah, itu… Aku tidak mau kau meninggalkanku karena… karena perempuan itu.”

“Perempuan itu?” Tanya Kyuhyun kebingungan.

“Wakil ketua OSIS yang seharian menggelayut di tanganmu itu.”

“Aaah…” Kyuhyun mengangguk mengerti, “kau cemburu?”

“Apa?”

Kyuhyun hanya tersenyum, ia tahu bahwa Han Seul mendengar apa yang ia baru saja katakan.

“Jadi yang Eunhyuk dan Yesung lihat itu benar?” Tanya Eunhyuk.

Han Seul terlihat benar-benar kebingungan dengan apa yang Kyuhyun bicarakan. Apa mereka yang berbicara tidak jelas, atau dirinya yang sulit mengerti omongan mereka?

Kyuhyun menghela nafasnya, “Yang kau bilang tadi… ketika aku tertidur.”

Mata Han Seul membulat, ia benar-benar kaget. “Kau mendengarnya?”

“Iya, aku sudah bangun. Wajah Han Seul terlihat memerah, Kyuhyun bisa melihatnya samar-samar. “Maaf…” Lanjut Kyuhyun.

“Iya benar, semuanya benar. Aku cemburu ketika kau bersama perempuan itu, karena aku… menyukaimu sejak dulu kelas 10.” Pada akhirnya Han Seul mengatakan semuanya. Ia sadar bahwa ini bisa merusak hubungan persahabatan mereka, tapi sudah cukup lama Han Seul memendam perasaannya pada Kyuhyun. Mungkin sudah saatnya Han Seul mengatakan hal ini.

“Kelas 10? Aku tidak menyadarinya…”

Han Seul tertawa mendengar reaksi Kyuhyun. “Kau memang tidak pernah peka, Kyu.”

“Aku kira kau menyukai Yesung dan Yesung juga menyukaimu.”

Han Seul tertawa lebar. Ia tidak menyangka bahwa Kyuhyun menyangkanya menyukai Yesung.

“Aku dan Yesung hanya sebatas teman. Yesung itu menyukai ketua club teater, kau tidak tahu?”

Kyuhyun benar-benar tidak peka. Sudah lama Han Seul mengetahui bahwa Yesung menyukai ketua club teater. Yesung selalu tiba-tiba salah tingkah setiap ia bertemu dengan perempuan itu, ia juga selalu menonton setiap ada drama yang mereka tampilkan. Tidak hanya Han Seul, Eunhyuk pun tahu.

“Tapi kalian selalu bersama…” Kyuhyun berusaha mencari alasan.

“Itu karena kami sekelas, pabo!” Han Seul berniat untuk menjitak dahi Kyuhyun, tapi tangan Kyuhyun lebih cepat darinya. Ia menahan tangan Han Seul dengan menggenggam pergelangan tangannya.

“Kenapa? Kau cemburu aku bersama Yesung terus?”

“Iya.”

Kedua mata Han Seul terbelalak. Han Seul tidak serius bertanya seperti itu, ia hanya bercanda. Han Seul tidak menyangka Kyuhyun menjawabnya.

“Hahaha… Kau bercanda” Han Seul tertawa canggung.

“Tidak. Aku memang tidak peka, tapi aku merasakannya akhir-akhir ini. Rasa yang benar-benar menggangguku. Contohnya, ketika aku bertanding basket beberapa hari yang lalu, aku melihatmu pergi bersama Yesung sebelum pertandingannya selesai. Setelah kau pergi, aku tidak bisa konsentrasi memasukan bola. Untung Eunhyuk masih bisa mengatasinya. Kurasa aku menyukaimu.”

Han Seul tidak bisa berkata-kata setelah mendengar penjelasan Kyuhyun. Ia tidak menyangka bahwa Kyuhyun sepolos itu.

“Hahaha, aku terlalu banyak berbicara ya? Aku tidak tahu kenapa, tapi…”

Han Seul mencondongkan tubuhnya kearah Kyuhyun. Kemudian ia mencengkram kerah seragam Kyuhyun, dan dalam sekejap bibir Han Seul menempel lembut pada bibir Kyuhyun selama beberapa detik. Meskipun hanya beberapa detik, keduanya merasa seperti ada sesuatu yang menggelitik tubuhnya dari atas sampai bawah. Karena kaget, mata Kyuhyun terbelalak lebar. Lama-kelamaan ia menerima ciuman dari Han Seul dan menutup kedua matanya.

Setelah Han Seul melepaskan ciuman mereka, ia menatap kedua bola mata Kyuhyun. Bola mata yang sering membuat dirinya tenggelam kedalamnya entah bagaimana.

“Ya, kau terlalu banyak berbicara.”

Kyuhyun kembali mencondongkan tubuhnya, dan…

“Uh, Yesung… Sepertinya kita masuk di waktu yang kurang tepat.”

Han Seul dan Kyuhyun menoleh ke arah suara. Eunhyuk dan Yesung sedang berdiri tegang di depan pintu ruangan.

“Aku lapar lagi Hyuk, ayo cari makan lagi.”

Yesung dan Eunhyuk keluar dari ruangan dengan sangat canggung. Sedangkan Han Seul dan Kyuhyun tertawa terbahak-bahak karenanya.

Don’t pretend to be someone else, because it hurts like hell.
So, just be yourself.

THE END

.

.

Comments are appreciated! Thanks 🙂

Advertisements

9 responses to “[Requested] If Only…

  1. Eon, makasih sebelumnya udh capek2 bikinin FF request-nya.Aku suka jalan cerita-nya, dan semua yang ada di FF ini.Gomawo sekali lagi eon

  2. Oh iya, lupa ngenalin diri 😀
    hehehehehe

    Annyeong, aku temannya HanSeul dan Reader baru disini. Namaku Tami, nama korea ku Jung Minri. Umur ku sama dengan HanSeul. Salam kenal~~~^^

  3. Eciye ciaaa! Aku baru main lagi nih. Dan eh… ada ff suamiku!
    Bagus chi! Daebakida jeongmal~

  4. kkkk Maaf ya buat penulisnya… sebenernya Aku sering dan suka baca FF Oneshoot milik kamu tapi Aku baru sempat comment disini,,, Aku ngerasa beda ajah FF Kamu sama yang kain, Aku ngara kebawa arus cerita dan berasa jadi tokohnya.. kkk FF ini keren!! HanSeul!!! berani juga main scene yang terakhir itu!! kkkk ADMIN!! DAEBAK!!!!
    Oh ya Aku juga new comers readers kkk namaku feby/16/ELF_asli/Nama korea Jung Soojin(Sujin)/@febby_elfs^^
    salam kenal^^

    • Ahhh hi Febby~ Nggak apa-apa kok! Makasih banget ya supportnya. Kadang aku suka nggak yakin sama cerita aku sendiri, tapi kalau baca comment kayak gini, jadi semangat lagi. Gamsahamnidaaaa /90 degree bow/ hehehe~ Salam kenal ya! Sering-sering mampir ke sini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s