Spring Wind

Spring Wind

Smile…
We will meet again under this cherry blossom tree,
so wait for me, love.

_____________________________________________________________

Fyi, i send this to SJFF for Yesung Enlistment FF Competition, but i didn’t win, whatsoever… So, i’ll just post it here 🙂

Sedih juga rasanya melihat satu per satu member Super Junior melaksanakan wajib militernya, terutama melihat bias kita yang pergi /sobs/… Jujur aja, 2 tahun emang waktu yang nggak sebentar… Jadi bagi kalian-kalian yang masih galau, gimana kalau kita pikirin tentang seberapa keren Yesung dengan seragam militer dan rambut cepaknya, atau seberapa manly Yesung nantinya setelah ia menyelesaikan wamil ini. (Just like Kangin he’s dmn manly now! ><) Karena di Korea sudah masuk musim semi, jadi aku nggak mau bikin FF enlistment Yesung yang feeling nya sad banget, tapi sebaliknya.

Request FF sementara di tutup karena UAS & mau nyelesain dulu You Turned My World Upside Down & First Love yang nggak kelar-kelar. 

Request FF Poster masih BUKA! CLICK HERE! Untuk melihat contoh poster bisa lihat DISINI, gamsahamnida! 🙂

With ♥, Author

_____________________________________________________________

By CIA (@yewookyu)

Attention: Ini hanyalah fanfiction, bila FF ini mirip dengan cerita lain hal ini hanyalah ketidak sengajaan, Gamsahamnida.

DO NOT TAKE WITHOUT PERMISSION AND FULL CREDITS,
Please leave a comment~

____________________________________________________________

April 15th 2013

Tring!

Hana

Aku ingin bicara denganmu, tentang sesuatu yang kau sembunyikan dariku. Temui aku setelah kau pulang dari mobit.

Yesung menatapi pesan yang baru saja ia terima dari Hana, perempuan yang sudah cukup lama mengisi hari-harinya. Sebuah senyuman mengembang di bibirnya.

“Ehem, hyung?”

Jong Jin menepuk pelan pundak Yesung. Tanpa Yesung sadari, ia sudah membuat seorang pelanggan di hadapannya menunggu kembalian yang tidak kunjung ia berikan. Yesung langsung meminta maaf pada pelanggan itu. Ia merasa sangat malu melakukan hal bodoh di depan para pelanggannya yang mayoritas adalah fansnya. Dengan jari-jarinya yang lincah, ia membalas pesan itu kemudian kembali melayani pelanggannya terakhirnya hari ini.

Yesung mengunci pintu depan mobit. Dari hari ke hari pelanggannya semakin banyak saja. Lelah memang, tapi ia merasa senang bisa melayani pelanggan maupun fansnya yang sering mengambil fotonya setiap ia datang ke Mouse & Rabbit.

“Kau pulang kemana hari ini? Rumah atau dorm?” Tanya Jong Jin yang baru saja selesai merapihkan semua kursi dan meja.

“Aku ke rumah Hana.” Jawab Yesung singkat dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.

“Eii, hyung… Appa dan eomma akan marah kalau mereka tau kau sering melakukan…”

“Melakukan apa?” Potong Yesung, “kau selalu saja berimajinasi terlalu jauh. Hana mengajakku berbicara dengannya, sepertinya ia marah.”

Jong Jin mengangguk mengerti, “Hyung, semoga berhasil ya!”  ia tersenyum canggung pada Yesung.

“Kau ini, sudah kubilang jangan berimajinasi terlalu jauh!”

“Maksudku semoga berhasil membuat Hana noona tidak marah lagi pada hyung. Sekarang hyung yang berimajinasi terlalu jauh!”

“Terserah kau saja lah…”

Yesung menekan beberapa tombol untuk membuka password apartemen Hana. Selama ini apartemen Hana sudah menjadi rumah ketiga Yesung. Keluarga Hana semuanya bekerja di tempat yang jauh, sedangkan Hana menetap di Seoul sendiri karena pekerjaan dan kekasihnya berada disini.

Yesung masuk kedalam, melepas sepatunya kemudian menggantinya dengan sendal rumah.

“Hana?”

Ia mendapati Hana sedang menonton TV dengan semangkuk salad buah di tangannya. Yesung tahu bahwa Hana sedang marah, biasanya ia selalu bersemangat setiap ia datang kemari. Tapi sekarang Hana tidak tersenyum sama sekali, ia terus menatap TV nya yang sedang menayangkan drama korea terbaru tanpa menoleh sedikitpun.

Yesung duduk di sebelah Hana dan menaruh kepalanya di pundak Hana seperti anak kecil. Yesung tertawa, ia bisa merasakan tubuh Hana yang tidak nyaman dan canggung karenanya. Meskipun begitu Yesung tetap bersandar pada pundak Hana.

“Apa yang mau kau bicarakan?” Tanya Yesung dengan lembut.

Hana menghela nafasnya, ia sendiri tidak bisa marah terlalu lama. Ditambah lagi ia harus membicarakan hal ini dengan Yesung.

“Kau… Kenapa tidak memberi tahuku?”

“Eung?” Yesung tidak begitu mengerti dengan pertanyaan Hana. Yesung tidak menjawab pertanyaan Hana, ia malah menusuk sepotong buah dengan garpu di mangkuk Hana.

“Yesung, ini serius…”

Pada akhirnya Yesung menegakkan tubuhnya dan menatap Hana. “Baiklah.” Yesung tersenyum polos, sedangkan wajah Hana terlihat sangat serius.

“Bagaimana bisa fans-fans mu tahu sedangkan aku tidak tahu sama sekali?”

“Tahu apa?”

“Jangan pura-pura tidak tahu Yesung…”

Yesung terdiam mendengar perkataan Hana. Sebenarnya ia tahu apa yang di maksud Hana, wajib militer. Satu yang membuatnya bingung, kenapa para fansnya sudah tahu? Yesung merinding memikirkan sasaeng fans yang bisa melakukan apa saja dengan cara apapun. Itu benar-benar mengerikan.

“Ah, itu… Aku memang sudah mendapatkan surat panggilan, tapi aku masih mempertimbangkannya. Aku sendiri tidak tahu kenapa para fans itu sudah tahu duluan.”

“Rencananya kapan… kau pergi?”

“Kangin hyung menyarankanku untuk pergi… awal Mei ini.” Suara Yesung terdengar tidak yakin. Ia tahu bahwa Hana akan marah ketika mendengarnya. Masalahnya sekarang sudah pertengahan April, dan ia tahu ia tidak punya banyak waktu untuk menghabiskan waktunya bersama keluarganya juga Hana. Sedangkan ia sendiri masih sibuk dengan schedule Super Junior yang sedang mempersiapkan Super Show 5 mereka.

“A, apa? Awal Mei?! Kau jahat!” Hana memukul pundak Yesung, tapi Yesung malah tertawa karenanya. Hana merasa jengkel melihat Yesung yang merasa tenang-tenang saja seperti tidak peduli pada Hana.

“Kau lucu, Hana-ya~” Yesung tersenyum jahil, menatap Hana yang semakin jengkel padanya.

“Kau menyebalkan! Apa kau tidak peduli padaku?! Aku kaget setengah mati ketika mendengar berita itu  tersebar dimana-mana. Sedangkan aku tidak tahu sama sekali, padahal aku… aku itu…” Nafas Hana semakin tidak teratur, matanya terasa semakin panas. “Kamu seperti menganggap hal itu enteng… Tapi buatku hal itu benar-benar sulit! Kau akan pergi 2 tahun Yesung, 2 TAHUN!” Hana sudah tidak bisa menahan air mata yang menetes dari sudut matanya.

Melihat Hana menangis, Yesung berhenti bercanda. Ia memeluk Hana dengan erat, perlahan ia mengusap-usap punggungnya.

“Shh, shh… Uljima… Aku bukan menganggapnya enteng. Kau tidak tahu seberapa sering aku mempertimbangkan keputusanku ini. Meskipun hanya tinggal 2 minggu lagi, aku ingin bisa menghabiskan waktu denganmu. Maaf karena aku tidak memberitahumu sebelumnya, karena aku sendiri awalnya belum yakin.” Yesung merasakan tubuh Hana yang kembali tenang. Ia melepaskan pelukannya kemudian menggenggam kedua tangan Hana.

“Mianhae…” Yesung menatap kedua mata Hana dan tersenyum lembut.

“Tapi… Bagaimana kita bisa menghabiskan waktu kalau schedulemu sangat penuh akhir-akhir ini?” Tanya Hana.

 Yesung terdiam, “Hmm… Bagaimana ya?”

“Kau belum memikirkannya? ISH!” Hana memukul pelan dada Yesung. Setiap mereka bertemu pasti ada saja yang membuat Hana kesal padanya, tapi karena pertengkaran-pertengkaran kecil seperti itu lah mereka sudah bersama cukup lama.

“Kau sudah makan?” Tanya Hana setelah selesai menghukum Yesung dengan pukulannya.

“Belum, pelanggan mobit tadi lebih banyak dari biasanya…”

“Kau mau apa?” Hana bangkit dari duduknya kemudian berjalan kearah dapur yang tidak jauh dari nya.

“Aku mau salad buah buatamu. Salad buah mu selalu enak.” Yesung meminta dengan nada seperti anak kecil yang sedang meminta permen. Hana hanya bisa tertawa kemudian mengambil beberapa buah dari kulkasnya.

May 5th 2013

Hana terbangung ketika sinar matahari menyelip masuk dan menyinari wajahnya. Ia mengecek jam di sampingnya, pukul 7 pagi. Ia merasa ini masih terlalu pagi untuk bangun. Ia baru sadar bahwa tadi malam Yesung menginap di apartemennya. Semenjak Hana mengetahui Yesung akan wamil awal Mei waktu itu, Yesung belum juga punya waktu luang untuk Hana, tapi kemarin Yesung tiba-tiba datang mengejutkan Hana dengan menginap di apartemennya. Hana tersenyum lebar, sudah lama ia tidak membuatkan sarapan untuk Yesung. Hana menoleh ke sebelahnya untuk mengecek Yesung, tapi Hana kaget ketika ia tidak mendapati Yesung di sebelahnya. Hana bangkit dari kasurnya kemudian berjalan keluar kamarnya. Sayang, Hana tidak melihat Yesung dimanapun. Entah kenapa ia merasa sangat sedih, ia berharap untuk menghabiskan waktu dengan Yesung hari ini tapi sepertinya hal itu tidak memungkinkan. Padahal besok pagi Yesung harus segera pergi dan dulu ia berkata bahwa ia ingin menghabiskan waktu bersamanya.

Mungkin ia sudah pergi karena schedulenya sangat pagi dan tidak tega membangunkanku.

Batin Hana.

Hana hanya bisa menghela nafasnya kemudian berjalan ke arah dapur untuk mencari minuman. Ia melihat secarik kertas di samping gelas milik Yesung yang ia pakai tadi malam.

Segera bersiap pemalas! Aku tunggu di parkiran apartemenmu!
– Yesung

Mata Hana terbelalak kaget.

“Bersiap? Kemana? Apa yang harus kupakai? AAAH YESUNG KAU MENYEBALKAN!”

“Good morning!”

Hana terbelalak kaget melihat Yesung menunggunya di atas sepeda dengan baju yang… Tidak begitu cocok.

“Kau ini… Mau kemana sebenarnya?” Hana berusaha menahan tawanya melihat Yesung berpakaian sangat mencolok seperti yang ia biasa pakai.

“Han gang” Jawab Yesung singkat dengan senyum manis di bibirnya.

“Kau tahu betul kan di sekitar Han gang itu banyak orang?”

Yesung mengangguk.

“Kau berniat untuk membuat skandal sehari sebelum kau pergi wajib militer?”

Yesung terdiam. “Apa aku terlalu mencolok dengan baju seperti ini?”

Hana melipat tangannya di depan dada dan mengangguk yakin. Dengan jaket kulit mencolok, kemeja, jeans, topi, dan shades terlalu mencolok, sangat mencolok!

“Kau pakai kemeja untuk pergi bersepeda?”

Yesung terlalu unik, dia memang punya gayanya sendiri dan Hana menyukainya. Satu yang Hana khawatirkan adalah orang-orang bisa mengenalinya dalam sekejap dengan gaya uniknya itu.

“Ikut aku.” Hana menggenggam tangan Yesung kemudian menariknya masuk menuju apartemennya.

Sesampainya di atas, Hana meminta Yesung untuk duduk di sofanya sementara ia mencari pakaian yang memang tepat untuk Yesung. Ia menemukan kaos dan celana pendek selutut Yesung di tumpukan baju-bajunya.

“Pakai ini.” Hana tersenyum, kemudian memberikan pakaian itu.

Tanpa banyak bicara Yesung mengiyakan Hana kemudian mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana selutut itu.

“Hanya ini?” Tanya Yesung ragu.

“Kau bisa menambahkan topimu.”

“Shades?”

“Baiklah, hanya itu saja ya.” Jawab Hana, ia memandang puas dengan pakaian yang Yesung kenakan. Sedangkan dirinya juga mengenakan pakaian yang nyaman untuk bersepeda.

“Kaja!” Yesung tersenyum lebar pada Hana. Jarak dari apartemen Hana menuju Han Gang tidak terlalu jauh sehingga hanya dengan menggunakan sepeda, mereka bisa mencapai bike track yang ada di pinggiran Han Gang.

“Belikan aku es krim!” Sahut Hana pada Yesung yang berada tidak jauh darinya. Mereka sudah bersepeda cukup jauh. Dari apartemen Hana ke Han Gang memang tidak jauh, tapi mereka terus menggoseh sepedanya menyisiri Han Gang.

“Ayo istirahat sebentar.” Perlahan Yesung berhenti dan memarkir sepedanya di bawah pohon rindang. Di korea bulan Mei sudah masuk musim semi. Bunga-bunga mulai bermekaran dengan indah.

Hana terduduk di bawah pohon menjaga sepeda-sepeda mereka, sedangkan Yesung pergi membeli es krim yang tidak terlalu jauh darinya. Es krim di pinggir Han Gang memang sangat enak ditambah dengan harganya yang murah. Setelah selesai membeli es krim itu, Yesung duduk di samping Hana memberika es krim rasa coklat padanya.

“Gomawo~” Sahut Hana pada Yesung, ia tersenyum memandangi es krim nya yang terlihat sangat lezat. “Apa yang akan kita lakukan hari ini?” Tanyanya.

“Hmm, sesuatu yang tidak biasa.”

Hana terdiam sambil memandang Yesung dengan curiga. Ketika ia berniat untuk memakan es krimnya, Yesung tiba-tiba mendorong tangan Hana sehingga es krimnya mengotori seluruh mulutnya.

“YA! Kau ini benar-benar jahil!”

Yesung hanya tertawa melihat Hana yang marah-marah.“Kau lucu kalau sedang marah seperti ini!” Sahutnya sambil memberikan sapu tangan miliknya pada Hana.

“Dan kau sangat menyebalkan!” Hana mengelap mulutnya yang belepotan es krim dengan sapu tangan Yesung. Ia terdiam ketika ia mencium harum dari sapu tangan itu. Harum khas Yesung yang sangat Hana sukai. Parfum miliknya yang tidak terlalu menyengat bercampur dengan harum tubuhnya. Tentu ia akan sangat merindukannya. Hana masih tidak percaya bahwa besok adalah saatnya Yesung pergi. Sampai sekarang Yesung belum juga membahas topic itu.

“Kalau es krim mu sudah habis aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” Yesung tersenyum lembut padanya, tapi Hana bisa melihat sekilas dari senyumannya bahwa ada sesuatu yang mengganjal  di hatinya. Segera Hana menghabiskan es krimnya kemudian mereka berdua kembali bersepeda. Yesung berada di depan, sedangkan Hana mengikutinya dari belakang.

Mulut Hana menganga kaget ketika sepeda Yesung berhenti di sebuah salon yang juga berada tidak jauh dari Han Gang.

“K, kau mau apa?” Tanya Hana. Diam-diam Hana tahu maksud Yesung mengajaknya ke salon.

“Bukankah waktu itu kau pernah bilang bahwa kau penasaran bila rambutku di pangkas habis?”

“Kapan?” Tanya Hana tidak yakin.

“Kau tidak ingat?  Waktu Kangin memotong rambutnya kau berkata seperti itu padaku.”

“Aaah… Kau yakin mau memotong rambutmu sekarang?”

Dengan mantap Yesung mengangguk. Kemudian ia menggenggam tangan kanan Hana kemudian menariknya masuk kedalam salon. Bagi seorang artis salon adalah tempat yang biasa di datangi meskipun ia seorang laki-laki. Yesung masuk dengan senyuman di bibirnya yang menghiasi wajahnya. Hana merasa senang bisa melihat Yesung yang bertingkah seperti itu, sekaligus dengan rasa sedih karena ia akan kehilangan senyuman itu selama 2 tahun. Hana menghela nafasnya, mau bagaimanapun ia harus bisa menerima ini semua.

“Hana, rambutmu mau di potong juga?” Tanya Yesung jahil. Hana menggeleng. Satu-satunya yang ingin Hana lakukan sekarang adalah memperhatikan ekspresi Yesung ketika rambutnya dipotong. Hana yakin itu akan sangat lucu.

Perlahan rambut Yesung di potong bagian demi bagian. Beberapa kali Hana tertama melihat wajah Yesung yang meringis melihat banyaknya rambut yang dipotong. Meskipun Yesung sering gonta-ganti style rambut, tapi ia tidak pernah di potong sependek ini. Ia terlalu sayang pada rambutnya.

Hana tidak mengerti dengan perasaan yang saat ini mendominasinya. Terkadang ia sangat senang hingga tertawa lebar, tapi setelah itu ia bisa merasa sangat sedih karena ia sadar bahwa sebentar lagi Yesung akan pergi. Hana kesal dengan perasaan dirinya sendiri yang benar-benar tidak menentu. Sejak tadi ketika Hana merasa sedih, Yesung pasti selalu mengalihkan perhatiannya dengan bercanda atau menjahilinya.

Apa Yesung bisa melihat kesedihan di wajahku?

Batin Hana. Ia tidak mau membuat Yesung merasa terbebani bila ia menangis, tapi semakin ia berusaha menahan perasaan sedihnya semakin terasa sakit di dadanya. Sejak tadi Hana terus tertawa karena candaan Yesung juga wajahnya yang meringis ketika kulit kepalanya semakin terlihat. Tapi sekarang perasaan senang itu tercampur aduk dengan perasaan sedih di dalam hati Hana. Entah kenapa air matanya menetes begitu saja ketika ia tertawa. Yesung melihat air mata Hana yang menetes, ia terdiam menatap Hana yang masih tertawa dengan matanya yang berkaca-kaca. Jujur saat ini hati Yesung terasa seperti tersayat-sayat melihat Hana yang memaksakan dirinya untuk tertawa meskipun di dalam hatinya ia merasa sangat sedih.

“Kenapa menangis?” Tanya Yesung dengan senyum getir di bibirnya.

Hana berusaha sekeras mungkin mengusap air matanya, tapi air matanya terus mengalir tanpa henti.

“A, aku… tidak… ap, apa-apa kok.” Nada suara Hana tidak karuan, nafasnya pun tidak teratur, tapi Hana masih berusaha tersenyum.

Yesung meminta orang yang memotong rambutnya untuk berhenti sebentar, kemudian ia memutar kursinya menghadap Hana. Kedua tangan Yesung menggenggam tangan Hana dengan erat.

“Hana, lihat aku… Kau boleh menangis, keluarkan saja sekarang. Kau tidak usah memaksakan diri untuk tersenyum, rasanya sangat sakit bila kau memaksakan dirimu. Jadi menangislah sepuasnya Hana…”

Yesung memeluk tubuh Hana dengan erat. Ia bisa merasakan getaran kecil pada tubuh Hana. Yesung membiarkan Hana menangis di pundaknya sepuasnya. Memang hatinya terasa sakit mendengar Hana menangis seperti ini, tapi hatinya akan lebih sakit kalau ia melihat Hana memaksakan diri untuk tersenyum. Yesung mengusap pelan punggung Hana, kemudian berbisik di telinganya.

“Pada awalnya mungkin akan terasa sulit, tapi aku tahu kau akan baik-baik saja, begitu pula denganku.”

Setelah tangisan Hana mereda Yesung melepaskan pelukannya. Mata Hana terlihat sembap dan pipinya memerah. Yesung tersenyum melihatnya.

“Aah, apa aku pergi dengan rambut seperti ini saja ya?”

Otomatis Hana tertawa melihat rambut Yesung yang baru terpotong sebagian. Yesung tersenyum lebar melihat Hana yang sekarang tertawa lepas, tidak seperti tadi. Ia menatapi wajahnya di cermin, kepalanya terasa aneh. Sebagian kepalanya yang sudah dipangkas terasa dingin. Mau bagaimanapun Yesung harus terbiasa dengan potongan rambutnya yang satu ini. Rambutnya di cat pink saja ia tidak apa-apa, iya kan?

Setelah mereka selesai, Yesung memakai topi nya kembali. Jujur, ia masih malu memperlihatkan potongan rambutnya.

“Sekarang kemana?” Tanya Hana.

Yesung tersenyum, ia menggenggam tangan Hana kemudian mengajaknya keluar salon.

“Ikut aku…”

Seperti tadi Hana mengikuti sepeda Yesung dari belakang. Saat ini sudah jam 12 tepat, sudah jam makan siang dan perut Hana terasa lapar. Mereka kembali menyisiri Han Gang dengan pemandangan yang sangat indah. Dari kejauhan Hana melihat sebuah gedung yang menghadap ke Han Gang, Sunset café. Hana tahu bahwa gedung itu adalah cafe dengan view yang benar-benar indah. Sepeda mereka berdua semakin mendekat ke tempat itu, tanpa Hana sangka-sangka Yesung memarkir sepedanya di depan restoran itu. Di sampingnya terdapat beberapa mobil yang terparkir rapih. Entah kenapa Hana merasa familiar dengan mobil-mobil itu.

“Kita makan disini saja ya?” Tanya Yesung. Hana mengangguk kemudian mereka berdua masuk kedalamnya.

Satu hal yang membuat Hana heran adalah, café ini terlalu sepi, sangat sepi. Mereka berdua sampai di lantai teratas Sunset café. Lagi-lagi mata Hana terbelalak kaget melihat sekumpulan orang yang sudah duduk rapih mengelilingi meja makan dan menunggu kehadiran mereka berdua.

Hana melihat semua member Super Junior yang tersenyum lebar ketika ia datang, di tambah dengan beberapa anggota keluarga mereka yang bisa hadir, termasuk kedua orang tua Yesung juga Jong Jin. Jelas-jelas tempat ini mereka sewa demi Yesung.

“Naaah, bintang utama kita sudah datang dengan rambut militer stylenya!” Eunhyuk yang paling dekat dengan Yesung membuka topinya kemudian menyeret Yesung untuk duduk di kursi yang sepertinya sudah mereka siapkan. Begitu pula dengan Hana, ia di ajak masuk oleh Donghae kemudian di persilahkan duduk di samping Yesung seperti seorang putri.

“Lama sekali sih, kita sudah menunggu kalian dari tadi!” Protes Kyuhyun yang juga duduk tidak jauh Yesung.

Eommanya Yesung duduk tepat di sebelah Hana. Ia sudah sering bertemu dengan seluruh anggota keluarga Yesung dan ia benar-benar nyaman berada di sekitar mereka. Hana sudah menganggap keluarga Yesung seperti keluarganya sendiri, begitu pula sebaliknya. Terutama eommanya Yesung yang sangat ramah padanya.

Ketika semuanya sudah duduk, appanya Yesung berdiri dan mengucapkan beberapa kalimat penting yang berhubungan dengan kepergian Yesung besok. Sekarang giliran Yesung yang berdiri, ia menatap semua orang yang hadir satu persatu. Ia merasa sangat senang bisa di kelilingi orang-orang yang ia sayangi sebelum ia pergi.

“Terima kasih untuk semuanya yang sudah datang, aku sangat menghargai itu. Aku tidak akan mengecewakan kalian dan kembali menjadi orang yang lebih baik.”

Setelah Yesung selesai mereka semua mulai makan. Suasananya benar-benar hangat dan Yesung terlihat sangat senang. Ketika perut mereka sudah terisi mereka mulai berbincang-bincang satu sama lain, sedangkan Yesung berdiri di pinggir jendela, menatap pemandangan musim semi yang sangat indah. Hana melihat Yesung sendirian kemudian menghampirinya.

“Kau mau kesana?” Tanya Yesung, ia menunjuk sebuah pohon beotkeot, semacam pohon sakura yang ada di Korea. Pada akhirnya mereka berdua berjalan menuju pohon yang tidak begitu jauh dari café itu.

 Yesung memetik sepucuk bunga yang bisa ia raih, kemudian memberikannya pada Hana.

“Kau tahu kan Hana itu berarti bunga?”

Hana mengangguk. Kemudian Yesung merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah charm bracelet perak.

“Cukup sulit mencari kado yang tepat.” Yesung tertawa kecil, kemudian memakaikan charm bracelet itu pada tangan kanan Hana. Hana menatap gelang itu, gelangnya di hiasi beberapa pendant tapi yang paling mencolok adalah pendant berbentuk bunga cherry blossom dengan warna pink pastelnya. Hana sangat menyukainya.

“Hana… Kau tahu 2 tahun itu waktu yang tidak sebentar. Aku tidak mau kau sedih karena aku lagi, aku tidak mau kau merasa sendirian karena aku tidak ada di sampingmu…”

Senyuman di bibir Hana menghilang begitu saja, wajah Yesung pun terlihat sangat serius.

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak akan memaksamu untuk menungguku selama 2 tahun.”

Hana menatap Yesung tidak percaya. “Kau bodoh Yesung… Kau tidak tahu seberapa pentingnya dirimu dalam hidupku.. Meskipun aku lelah menunggu tapi aku tidak bisa menghapus dirimu dari hidupku, kau terlalu penting bagiku. Aku sangat mencintaimu, selama apapun itu aku akan tetap menunggumu.”

Hana memeluk Yesung dengan erat. Tidak ada air mata yang meleleh dari matanya, justru ia bahagia. Sedangkan Yesung sudah tidak bisa membendung lagi seberapa bahagia dirinya bisa memiliki Hana, orang yang sangat mencintainya.

“Aku juga sangat sangat mencintaimu, Hana…”

Yesung mengecup dahi Hana selama beberapa saat. Ia benar-benar bersyukur memiliki banyak orang yang sangat menyayanginya, yang mau menunggunya apapun yang terjadi.

THE END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s